Agregator.com

MOTIVASI

7 Cara Mengendalikan Emosi saat Menghadapi Bos yang Perfeksionis

Jika kamu tahu cara mengendalikan emosi saat menghadapi Bos yang perfeksionis, hal itu bisa memberikan pengalaman dan keterampilan tersendiri buat kamu

asset-cache.net

Setiap karyawan pasti berharap memiliki Bos yang ideal atau mempunyai karakter yang mendekati pemimpin idaman. Secara psikologis, karyawan akan lebih senang bekerja untuk Bos yang memenuhi nilai-nilai subjektif tertentu, yang sesuai dengan keinginan mereka.

Namun kenyataannya, karyawan seringkali tidak bisa memilih Bos mereka. Beruntunglah karyawan yang mendapatkan bos berkriteria baik. Namun, memiliki bos yang dikategorikan buruk juga bukan berarti akhir dari segalanya. Apakah kamu merasa tertekan dengan sikap Bos yang selalu mengkritik hasil kerja kamu? Mungkin saja sikap dan maksud Bos seperti itu ke kamu baik. Sebab, dia memperhatikan setiap detail dan ingin hasil kerja kamu sempurna. Hanya saja terkadang ada situasi yang membuat hal tersebut tidak memungkinkan untuk dilakukan.

Misalnya, ketika deadline pekerjaan kamu sangat mendesak, tiba-tiba Bos meminta kamu harus melakukan revisi pekerjaan kamu sebelumnya. Bahkan, dia ingin merombak total pekerjaan yang kamu kerjakan. Belum lagi masih ditambah kritikan pedas yang cukup membuat panas telinga kamu. Selain itu, kamu tidak leluasa bekerja karena selalu dipantau oleh Bos yang menyimpan keraguan akan kemampuan kamu dalam mengerjakan pekerjaanmu.

Kamu yang lelah dengan segala kritikan Bos, lantas memilih untuk segera resign. Resign bukanlah solusi pintar untuk karier kamu. Memutuskan untuk pindah kerja karena satu masalah ini justru bisa membuat curriculum vitae (CV) kamu "cacat". Periode kerja yang terlalu singkat seringkali membuat calon employer meragukan kompetensi kamu. Jika kamu tahu cara mengendalikan emosi saat menghadapi Bos yang perfeksionis, malah bisa memberikan pengalaman dan keterampilan tersendiri buat kamu. Berikut adalah 7 cara mengendalikan emosi saat menghadapi Bos yang perfeksionis. 


1. Ketika Menerima Pembagian Tugas Kerja, Ambil Waktu untuk Memperjelas Ekspektasi dari Masing-Masing Pihak

Pada saat kamu menerima tugas kerja baru dari Bos, ada baiknya kamu minta waktu kepada Bos untuk mempelajari dan memahami tugas itu. Setelah kamu selesai mempelajari dan paham mengerjakan tugas baru itu, kamu sampaikan pendapatmu itu kepada Bos dengan cara sopan dan santun. Selain itu, mintalah pendapat Bos mengenai cara yang harus kamu lakukan untuk menyelesaikan tugas itu. Dengan adanya sikap demokratis ini, Bos akan merasa pendapatnya dihargai oleh bawahannya dan dia mau mendengar pendapat bawahannya. 


2. Jika Bos ingin Kamu Melalukan Sesuatu Sesuai dengan Caranya, Mintalah Dia untuk Menuliskan Langkahnya secara Tahap demi Tahap di atas Kertas

Setiap pekerjaan yang kamu lakukan selalu dianggap salah dan tidak sesuai dengan kemauan dan caranya Bos, kamu jangan langsung menyerah begitu saja. Lebih baik kamu langsung menemui Bos, lalu meminta kepada dia untuk menjelaskan cara dan langkah yang harus kamu lakukan untuk mengerjakan pekerjaan sesuai kemauannya. Namun, jika kamu belum mengerti penjelasan Bos, kamu bisa meminta Bos untuk menjelaskan dengan detail secara tertulis di atas kertas mengenai tahap demi tahap cara mengerjakan pekerjaanmu. Kamu harus menggunakan bahasa yang sopan dan santun ketika meminta Bos melakukan hal tersebut.


3. Menyesuaikan Diri dengan Kemuan Bos

Kompromi dan menyesuaikan diri dengan sikap Bos yang perfeksionis bukan berarti kamu harus menuruti keputusannya secara buta. Jika berulangkali sikapnya tidak konsisten, mulai menjurus pada ambisi pribadi, dan sudah mengganggu ritme kerja lainnya, inilah saatnya kamu mengatakan bahwa revisi dan merombak pekerjaan sudah harus dihentikan. Kemukakan alasan kamu yang logis dan masuk akal serta sampaikanlah dengan sopan kepada Bos.


4. Tepat Waktu dalam Mengerjakan Pekerjaan

Kamu harus menjadi orang yang tepat waktu dalam mengerjakan pekerjaan. Jika kamu mengerjakan pekerjaan dengan tepat waktu, Bos kamu akan terkesan dengan keseriusan kamu dalam bekerja. Selain itu, ada banyak keuntungan yang kamu dapatkan jika kamu tepat waktu dalam mengerjakan pekerjaan, misalnya kamu bisa mempelajari hal-hal lain diluar kerjaan kamu atau menanyakan pekerjaan lain yang bisa dikerjakan kepada Bos. 


5. Teliti Ketika Mengerjakan Pekerjaan

Jangan tunggu Bos mencari-cari kesalahan pekerjaan kamu. Sebisa mungkin kamu teliti mengerjakan pekerjaan dan usahakan jangan sampai ada sama sekali kesalahan yang kamu kerjakan. Sebab, biasanya Bos akan mengecek dan memastikan ketelitian kamu dalam mengerjakan pekerjaanmu. Jika Bos sudah terkesan dengan ketelitian kamu dalam bekerja, ia pun akhirnya akan suka dengan hasil pekerjaanmu dan mengakui bahwa kamu adalah orang yang teliti dalam bekerja. 


6. Jangan Baper Ketika di Kritik oleh Bos

Jika kamu mengikuti emosi, bertahan dengan Bos yang selalu menuntut memang terasa melelahkan dan menjengkelkan. Namun, sebaiknya kamu tidak menganggapnya sebagai sesuatu yang personal sehingga membuatmu menjadi baper (bawa perasaan). Anggap saja kritikan tersebut sebagai cambukan buat kamu agar bisa menghasilkan pekerjaan yang lebih baik. Lihatlah setiap kritikan sebagai cara belajar untuk menjadi karyawan yang lebih baik.


7. Inisiatif sebelum Mendapat Arahan dari Bos

Sebelum Bos memberikan arahan kepada kamu dalam mengerjakan pekerjaan, kamu harus lebih dahulu berinisiatif menyelesaikan pekerjaanmu. Dengan berinsiatif mengerjakan pekerjaan sampai selesai sebelum Bos memberikan arahan, kemungkinan Bos akan menilai kamu sebagai orang yang cekatan.

HabibieKenanAydin

http://habibieAydin01.wordpress.com | anandito.reza@yahoo.co.id

Widget


Code

<iframe style="width:100%; height:100%; border:none; margin:0; padding:0;" src="http://daihatsu.co.id/kokgituya/widget" scrolling="yes"></iframe>