X

MODELS

X

Tenang Antisipasi Keadaan Darurat

2013/07/18

 Tenang Antisipasi Keadaan Darurat

Ketika berkendara (menyetir mobil), keadaan darurat bisa saja datang sewaktu – waktu tanpa kita duga. Keadaan darurat bisa saja terjadi karena adanya faktor pemicu dari luar (tertabrak, terkena ranjau paku, bencana alam dll), ataupun yang terjadi dikarenakan kelalaian dari diri sendiri.

Ketika keadaan darurat terjadi, seringkali kepanikan terjadi, namun sesungguhnya semakin panik diri kita atas keadaan darurat yang terjadi, maka akan semakin sulit kita menemukan cara antisipasi yang baik hingga dapat meminimalkan potensi celaka yang lebih ekstrem baik untuk mobil maupun pengemudi dan penumpangnya, tenang adalah kunci utamanya. Berikut ini 3 keadaan darurat yang kerap terjadi dan bagaimana mensikapinya:

1.       Ban mobil pecah. Ketika Anda mengalami kejadian ini khususnya jika terjadi di jalan bebas hambatan, dalam hitungan detik begitu mendengar suara letusan dari ban mobil Anda segera lihat keadaan sekitar melalui melihat jarak depan, samping kanan dan kiri, dan belakang. Banyak kasus terjadi, ketika ban mobil meledak, pengemudi langsung menginjak rem. Menginjak rem ketika terjadi ledakan justru akan memperparah efek celaka (bisa menyebabkan mobil terguling), hal ini disebabkan ban tidak mencengkram sempurna ke aspal. Antisipasi yang mestinya dilakukan, kurangi kecepatan kendaraan dan pegang kemudi dengan sigap. Arahkan mobil secara perlahan untuk menepi dengan melihat kondisi keadaan jalan disekitar. Setelah menepi di tempat yang aman, barulah cek keadaan ban Anda, dan lakukan penggantian ban.

2.       Rem blong. Sering kali terjadi efek vital ketika terjadi rem blong. Ketika menyadari rem tidak berfungsi dengan baik (atau tidak berfungsi sama sekali) segera kurangi kecepatan dengan melakukan engine brake. Turunkan posisi transmisi ke posisi rendah secara bertahap. Bila kecepatan sudah berkurang, tariklah rem tangan secara perlahan dan bertahap pula. Setelah itu carilah tempat yang luas untuk menepi. Jangan lakukan pengereman menggunakan rem tanggan secara frontal, karena untuk kecepatan tinggi, hal ini malah membahayakan.

3.       Mobil terbakar. Beberapa kejadian kebakaran pada mobil kerap terjadi, dan untuk beberapa kasus bahkan menelan korban jiwa. Bila saja terjadinya kebakaran dikarenakan adanya hubungan arus pendek karena tidak berimbangnya daya listrik (mengaplikasikan full car entertainment tidak menggunakan stabilizer listrik / beberapa kasus kebakaran mobil karena adanya modifikasi audio yang tidak benar) pertajamlah indera penciuman. Bila saja tercium ada bau kabel terbakar, segera lakukan pengecekan. Langkah awalnya segera matikan mesin dan cari dari mana bau berasal. Bila sudah terditeksi (contohnya dari bagian audio system), janganlah mengaktifkan audio system. Yang paling menghawatirkan, jika terjadi gangguan yang berpotensi terjadinya kebakaran dari ruang mesin. Untuk beberapa kasus, terjadinya kebocoran selang bbm menjadi pemicu terjadinya kebakaran. Bila didapati adanya kepulan asap ketika berkendara, segeralah matikan mesin dan menepi. Bila memungkinkan dan belum keluar jilatan lidah api, buka kap mesin dan cek asal asap, bila sudah ada bagian yang terbakar  coba padamkan dengan menggunakan pasir (jangan air), namun jika api sudah membesar, lebih baik Anda menjauh dan mencari tempat yang aman dan segera hubungi nomer kontak darurat (kepolisian, pemadam kebakaran, dan lainnya)

Sesungguhnya keadaan darurat bisa saja dihindari lebih awal jika kita dapat melakukan perawatan kendaraan secara rutin dan benar.  Keadaan darurat tidak perlu terjadi, jika saja mobil dan kondisi sehat dan prima, namun musibah tidak mengenal waktu dan bisa timbul oleh sebab yang tidak jelas, maka apapun keadaan darurat yang Anda alami, berusaha untuk tenang dan tidak panik adalah kiat utama yang harus dilakukan. (RAO)

Kembali
HUBUNGI KAMI

Hotline Daihatsu

1500898

[email protected]

IKUTI KAMI

All Rights Reserved © Copyright 2017 PT Astra Daihatsu Motor | Daihatsu Sahabatku