TIPS SAHABAT
Info Tips Otomotif Dan Motivasi Untuk Sahabat

Tips Sahabat
Roda Makin Harmonis



Dalam kondisi baru, penampilan mobil begitu sempurna. Tidak hanya penampilan luar, kondisi kaki dan roda masih sempurna kepresisiannya.

Berjalannya waktu membuat kondisi kian terdegradasi kondisi aktual. Apalagi bila kerap melintas jalanan rusak, performa suspensi menjadi taruhannya.

.Imbasnya, kondisi roda terhadap sasis butuh penyelarasan. Langkah wheel alignment atau lebih dikenal dengan spooring menjadi pilihan logis. Setidaknya, langkah ini menjadi hal lazim bagi Anda pemilik mobil secara umum.




Indikasinya langsung terasa saat si pengemudi. Pertama, saat kondisi berbelok, lingkar setir terasa berat dan sulit berada pada posisi lurus. Atau Sahabat Daihatsu bisa melihat langsung, pada kondisi tapak ban. Bila tingkat keausan tapak ban tidak merata, langkah spooring menjadi opsi

 Bukan tanpa alas an tentunya. Spooring dilakukan terhadap keempat ban mobil sebagai langkah untuk meluruskan posisi ban depan dan belakang ban mobil. Langkah ini agar posisi roda kembali lurus sesuai dengan spesifikasi bawaan dari mobil.

Pelan tapi pasti, ada beberapa hal perlu diperhatikan bila mobil Anda sudah dibekali fitur electronic power steering seperti yang diadopsi sebagian besar line Daihatsu seperti Ayla, Sirion, Terios dan lainnya. 

Adakah perbedaan perlakuan saat spooring? Secara umum, memang tidak ada perbedaan yang signifikan untuk menyelaraskan roda, baik transporter dengan EPS maupun yang tidak mengadopsi EPS. 

Berikut paparan sinkatnya. Secara teknis, mekanismenya tidak berbeda dengan spooring konvensional pada umumnya. Media atau alat spooring terhubung dengan sistem komputerisasi dan menggunakan sensor infra-red untuk memindai kondisi aktual roda. 

“Praktiknya, keduanya relatif sama saat melakukan wheel alignment untuk menyelaraskan roda. Mulai dari scanning hingga pengaturan chamber dan toe tidak berbeda,” tukas Muchsin, supervisor technical Fast.

Alat spooring konvensional hingga 3D pun menjadi pilihan. Secara prinsip, keduanya relatif sama. Hanya perihal kecepatan dan kepraktisan menjadi pembeda.

Pada media ini ban sama sekali tidak dipasangi alat, ‘mesin 3D’ akan membaca terhadap kondisi aktual ban depan hingga belakang. Setelah kondisi aktual ban terbaca oleh alat tersebut, maka pengaturan tetap dilakukan oleh manual, terutama untuk pengaturan toe.

2017-09-08 02:30:49