Tips Sahabat

Cek Tekanan Angin Ban Secara Berkala Dengan 3 Langkah Ini

10 April 2025

Tahukah kamu jika mengisi tekanan angin pada ban mobilmu dengan ukuran yang pas, kamu akan mendapatkan banyak keuntungan? Salah satunya adalah bisa menghemat bahan bakar.

Tekanan udara yang tidak pas pada ban dapat menyebabkan hal-hal seperti ban aus secara tidak merata, atau bahkan yang lebih parahnya ban bisa meletus saat sedang berkendara, untuk mencegah hal-hal tersebut terjadi, penting untuk menjaga tekanan angin yang benar pada ban mobil A. Cara-cara berikut bisa menjadi solusi untuk tetap menjaga kondisi angin pada ban.

1. Lihat buku manual kendaraan atau petunjuk pada bagian dalam pintu mobil pengemudi

Angka yang tertera pada buku manual atau petunjuk pada bagian dalam pintu mobil pengemudi merupakan angka psi (pounds per square inch). Angka ini merupakan petunjuk ukuran tekanan angin yang bisa Anda jadikan acuan saat mengisi tekanan angin pada ban mobil. Perhatikan dengan seksama, karena biasanya ban depan dan belakang memiliki ukuran tekanan yang berbeda. Namun, untuk beberapa alasan, terkadang ban mobil dapat diisi dengan tekanan yang lebih tinggi, seperti:

a. Kebanyakan mobil sedan, minibus, atau pikap mini, biasanya produsen menganjurkan angka psi antara 27-32, tetapi angka ini dapat dinaikkan sampai 40.

b. Khusus bagi kendaraan lebih besar dengan beban berat, seperti truk atau SUV, angka psi umumnya berkisar antara 4 sampai 8 tingkat lebih besar dari mobil yang lebih kecil, yaitu sekitar 45.

2. Buka penutup pentil ban, dan gunakan alat pengukur tekanan angin

Anda bisa menggunakan alat pengukur  untuk mengetahui tekanan angin pada ban. Hal pertama yang perlu dilakukan adalah membuka penutup pentil pada ban, setelah itu, tekan alat pengukur tekanan angin dengan erat ke dalam pentil ban dan lihatlah ukuran yang tertera. Untuk alat pengukur model tradisional, jarum meter akan menunjukkan ukurannya secara otomatis. Sementara pada alat pengukur model digital, Anda biasanya langsung dapat melihat tekanannya tanpa perlu menekan tombol apapun.

3. Jangan lupa menutup pentil ban setelah melakukan pengisian angin

Ini adalah hal kecil yang sering kali dilupakan. Penutup pentil ban adalah salah satu bagian penting yang berfungsi untuk menahan angin di dalam ban mobil. Selesai mengukur dan mengisi tekanan angin, pastikan Anda menutup pentil ban mobil dengan tepat. 

Sekarang sudah tahu kan bagaimana pentingnya mengetahui tekanan angin yang pas untuk ban mobil dan bagaimana manfaatnya? So, jangan sampai lupa selalu mengeceknya ya!

Tips Sahabat Lainnya
Mengapa Harus Mematikan Mesin Saat Isi BBM di SPBU? Ini Alasannya
Mengapa Harus Mematikan Mesin Saat Isi BBM di SPBU? Ini Alasannya
Kala masuk ke SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum, Red), Anda  melihat tanda peringatan keselamatan yang mengingatkan pengemudi untuk mematikan mesin saat proses pengisian bahan bakar berlan
Bahaya Jalanan Terkena Tumpahan Solar bagi Pengendara, Ini Cara Menghadapinya
Bahaya Jalanan Terkena Tumpahan Solar bagi Pengendara, Ini Cara Menghadapinya
Sahabat, pernah membayangkan jalan raya yang biasanya bisa dilalui dengan mulus tiba-tiba berubah menjadi licin seperti kolam sabun? Itulah yang terjadi ketika solar tumpah di aspal. Bukan sekadar bik
Mobil Keluarga Paling Irit BBM untuk Perjalanan Harian dan Liburan
Mobil Keluarga Paling Irit BBM untuk Perjalanan Harian dan Liburan
Memilih mobil keluarga bukan cuma soal kapasitas kursi, tapi juga soal berapa banyak biaya yang harus dikeluarkan setiap kali mengisi bahan bakar. Untuk penggunaan harian di dalam kota maupun perjalan
Pilih Macet Jarak Dekat atau Jauh tapi Lancar di Perjalanan? Simak Plus Minusnya
Pilih Macet Jarak Dekat atau Jauh tapi Lancar di Perjalanan? Simak Plus Minusnya
Saat berkendara, Sahabat mungkin pernah dihadapkan pada dua pilihan rute: melewati jalan yang lebih dekat tetapi berpotensi macet, atau memilih jalur yang lebih jauh dengan lalu lintas yang relatif la
Semua Hak Dilindungi Undang-Undang @Hak Cipta 2026 PT Astra Daihatsu Motor | Daihatsu Sahabatku
Kebijakan Privasi
Hubungi Kami