Tips Sahabat

Setelah Menerjang Banjir Pastikan 7 Komponen Mobil ini Tetap Aman

09 April 2025

Belakangan ini, curah hujan yang tinggi tak jarang menimbulkan banjir di sebagian kota di Indonesia, terutama ibu kota Jakarta. Kondisi ini membuat para pengendara terpaksa menerjang banjir dengan kendaraan mereka saat hendak beraktivitas. Memaksakan mobil menerjang banjir bisa membuat beberapa komponen penting terendam air dan bisa membuat mobil mogok ditengah genangan air. 

Tips Melakukan Pengecekan Mobil Setelah Menerjang Banjir

Sebagian pengendara terkadang merasa tidak perlu melakukan pengecekan mesin saat mobilnya berhasil menerjang banjir, ini disebabkan karena mereka tak menemukan gejala yang terlalu serius tapi harus diketahui bahwa hal ini bisa menyebabkan kerusakan komponen mobil ke depannya. Untuk menjaga kualitas mobil tetap oke, coba lakukan pengecekan mobil setelah menerjang banjir dengan tips berikut.

1. Filter udara

Filter udara memiliki fungsi untuk menyaring udara yang masuk ke ruang mesin. Jika mobil terpaksa harus menerjang banjir, maka Anda harus cek filter udara setelahnya dan bila kondisi filter udara kurang baik, coba untuk lakukan pergantian.

2. Oli transmisi dan gardan

Oli transmisi dan oli gardan ini tergolong sulit untuk dilihat kondisinya. Usahakan untuk cepat mengganti oli pada bagian ini, karena kemungkinan besar air dapat masuk ke dalam sistem transmisi ini, apalagi pada kendaraan dengan transmisi matic. 

3. Oli mesin

Bagian ini juga penting untuk diperiksa, terutama bila mobil menerjang banjir dengan ukuran yang cukup tinggi. Anda bisa cek dipstick oli yang ada pada mobil, jika berwarna kecokelatan maka oli dipastikan sudah terkontaminasi dengan air banjir dan Anda harus mengganti oli secepat mungkin. 

4. Busi, kabel busi dan koil

Sama halnya dengan oli mesin, banjir dengan ukuran yang tinggi dapat merusak ketiga komponen ini. Bila mobil terasa tidak stabil seperti biasanya, segera pergi ke bengkel dan minta montir untuk mengeringkan bagian ini.

5. ECU

ECU merupakan komponen yang memiliki fungsi cukup vital pada mobil yang telah memiliki sistem injeksi. Ada beberapa kendaraan yang menempatkan perangkat ini di balik dashboard yang letaknya lumayan rendah maka kemungkinan untuk terendam air sangat besar. Pastikan ECU dalam keadaan yang baik setelah mobil berhasil menerjang banjir, terutama ketika ketinggian banjir memungkinkan untuk mencapai bagian ECU.

6. Rem

Bagi mobil yang dilengkapi rem dengan sistem tromol, menerjang banjir merupakan salah satu hal yang sebenarnya harus dihindari. Namun, bila kendaraan terpaksa harus menerjang banjir, usahakan untuk langsung memeriksa bagian ini agar tidak berkarat dan tetap dapat berfungsi secara normal.

7. Kaki-kaki

Kebanyakan pengendara akan mengabaikan bagian ini setelah menerjang banjir, karena mereka menganggap tidak adanya gejala sama sekali. Padahal pada kaki-kaki, terdapat komponen yang anti terhadap air, meski tidak akan menimbulkan masalah secara langsung. Namun, bila dibiarkan dan tidak dicek, hal ini akan menyebabkan performa mobil menurun ke depannya.

Tips Sahabat Lainnya
Lokasi SIM Keliling Surabaya Terbaru
Lokasi SIM Keliling Surabaya Terbaru Oktober 2026
Bagi warga Surabaya yang masa berlaku Surat Izin Mengemudi (SIM)-nya akan habis pada Oktober 2026, layanan SIM Keliling menjadi solusi praktis untuk memperpanjang SIM tanpa harus mengantre lama di Sat
Penyebab Kunci Mobil Tidak Bisa Diputar dan Solusinya Ternyata Mudah
Penyebab Kunci Mobil Tidak Bisa Diputar dan Solusinya Ternyata Mudah
Pernah mengalami kunci mobil tidak bisa diputar saat terburu-buru berangkat? Kunci sudah masuk ke lubang kontak, tetapi tidak mau bergerak sama sekali atau terasa sangat keras. Situasi ini memang biki
blokir stnk mobil
Cara Blokir STNK Mobil Online dan Via Samsat
Blokir STNK penting dilakukan bagi Anda yang baru saja menjual mobil. Tindakan ini bertujuan untuk menghindarkan Anda dari pajak progresif, melindungi dari sanksi tilang , dan hal-hal lainnya berkaita
Servis Berkala 24 Bulan atau 40.000 Km: Apa Saja yang Dicek?
Servis Berkala 24 Bulan atau 40.000 Km: Apa Saja yang Dicek?
Servis berkala pada jarak tempuh 40.000 km atau usia pemakaian 24 bulan merupakan salah satu tahapan perawatan besar yang sangat krusial. Melakukan service berkala 40.000 km secara rutin l, efisien, d
Semua Hak Dilindungi Undang-Undang @Hak Cipta 2026 PT Astra Daihatsu Motor | Daihatsu Sahabatku
Kebijakan Privasi
Hubungi Kami