Logo Daihatsu

Tips Sahabat

Bagikan
Sejarah Kerajaan Blambangan, Kerajaan di Tanah Banyuwangi
31 Maret 2021
peninggalan kerajaan blambangan

Kerajaan Blambangan dikenal sebagai salah satu kerajaan Hindu terakhir di pulau jawa. Pusat kekuasaannya berada di Banyuwangi. Saat itu nama banyuwangi lebih dikenal dengan istilah blambangan. Kerajaan ini berdiri sekitar abad ke 13. Bahasa yang umum digunakan adalah bahasa Osing. Lantas bagaimana kisah sejarah Kerajaan Blambangan? Simak selengkanya disini.

Asal Usul Kerajaan Blambangan

Menguak asal muasal terbentuknya Kerajaan Blambangan tidaklah mudah karena kebanyakan informasi terkait dengan legenda dan mitos. 

Salah satu kisah yang menceritakan asal muasal terbentuknya Kerajaan Blambangan adalah kisah Damarwulan dan Minakjingga. Dibentuknya kerajaan ini tak jauh setelah runtuhnya Kerajaan Singasari.

Tak banyak informasi terkait dengan berdirinya Kerajaan Blambangan. Dalam beberapa sumber mengatakan bahwa Raden Wijaya pendiri Kerajaan Majapahit sebelumnya telah membuat perjanjian dengan Arya Wiraraja terkait dengan pembagian wilayah. 

Perjanjian ini dibuat saat Raden Wijaya meminta bantuan kepada Arya Wiraraja untuk menjatuhkan Jayakatwang. Raden Wijaya dan Arya Wiraraja sangatlah dekat dan bahkan saat Raden Wijaya mendirikan Majapahit, Arya Wiraraja diberi gelar Rakyan Mantra Arya Wiraraja dan menjabat dalam struktur pemerintahan. 

Namun pada tahun 1926 dalam Prasasti Penanggungan nama Arya Wiraraja sudah tidak menjabat dalam struktur pemerintahan Majapahit.

Diduga keluarnya Arya Wiraraja disebabkan karena terbunuhnya Ronggolawe yang tak lain adalah putranya sendiri yang mencoba memberontak kepada Kerajaan Majapahit. 

Setelah tragedi terbunuhnya Ronggolawe, Arya Wijaya menagih janji tersebut dan beliau menguasai wilayah Blambangan. Nama Blambangan memiliki arti suatu kerajaan yang memiliki rakyat yang banyak.

Pusat Pemerintahan dan Wilayah Kekuasaan

Kerajaan Blambangan didirikan di ujung sebelah timur Pulau Jawa yaitu Banyuwangi. Dulunya nama Banyuwangi lebih dikenal dengan istilah Blambangan. Pada mulanya Kerajaan Blambangan hanyalah berupa hutan yang sangat luas dengan mencakup wilayah kawasan Gunung Bromo hingga tepi Jawa Timur. 

Namun setelah beberapa kali pergantian raja dan terus adanya usaha ekspansi wilayah, lambat laun wilayahnya semakin meluas. Kerajaan ini memiliki wilayah kekuasaan meliputi wilayah Bondowoso, Jember, Situbondo, dan Lumajang. Lokasinya yang berbatasan langsung dengan selat Bali dan dikelilingi oleh lautan.

Baca juga: Sejarah Kerajaan Majapahit : Awal Mula Berdiri dan Peninggalan

Raja dan Masa Kejayaan Kerajaan Blambangan 

Dalam sejarah Kerajaan Blambangan, dikisahkan bahwa Arya Wiraraja (1294-1301) merupakan pendiri kerajaan ini. Setelah ia berkuasa, tahtanya digantikan oleh anak kandungnya yang bernama Arya Nambi (1031-1331). Intrik politik saat itu sempat terjadi sehingga sempat membuat Kerajaan Blambangan kosong kekuasaannya. 

Kekosongan tahta sempat kosong di tahun 1352 dan dikabarkan selama tahta kosong, diisi oleh   Sira Dalem Sri Bima Chili Kapakisan. 

Roda pemerintahan masih terus berlanjut hingga masa kejayaan Kerajaan Blambangan tercapai. Tawang Alun II (1665-1691) atau raja Blambangan ke delapan adalah raja terbesar. 

Saat masa pemerintahan Tawang Alun, Kerajaan Blambangan menjadi penguasa wilayah Jember, Situbondo, Lumajang, dan juga Bali. Rakyat yang tinggal di bawah pemerintahan Kerajaan Blambangan hidup dengan makmur. Tak hanya hidup makmur, Kerajaan Blambangan akhirnya menjadi damai setelah selama bertahun tahun mengalami peperangan.

Kemunduran Kerajaan Blambangan

Dalam sejarah Kerajaan Blambangan setelah kekuasaan Tawang Alun, terjadi beberapa kali pergantian raja karena adanya perang saudara. Perang ini terjadi antara Pangeran Pati, Dalem Agung Macanpuro, dan Pangeran Dipati Rayi. Ketiganya sempat mengisi posisi raja namun memang pemerintahannya tak lama karena perebutan terus terjadi.

Pada akhir abad ke 18 setelah adanya perang Puputan Bayu VOC mengisi kekosongan pemerintahan dan menggabungkan Blambangan dengan karesidenan Besuki. Ini menjadi awal hilangnya Kerajaan Blambangan dari pengaruh Hindu karena pemimpin karesidenan adalah Mas Alit atau KRT Wiroguno. Saat kepemimpinannya, dipercaya bahwa Kerajaan Blambangan memeluk islam. 

Bukti Peninggalan Kerajaan Blambangan 

1. Situs Peninggalan Kerajaan Blambangan Tembok Rejo

Tembok rejo adalah salah satu bukti sejarah kerajaan Blambangan. Tembok ini menjadi lokasi yang sangat menarik karena struktur dan bentuknya menyerupai benteng. Tembok Rejo memiliki panjang kurang lebih mencapai 5 meter dan terpendam dalam permukaan tanah dengan kedalaman antara 0,5 hingga 1 meter. 

Lokasinya Tembok Rejo membentang dari Masjid Pasar Muncar hingga sebuah area persawahan di Desa Tembok Rejo. Sebenarnya tak banyak peninggalan yang bisa ditemukan sehingga adanya tembok rejo menjadi salah satu bukti kehadiran Kerajaan Blambangan yang sempat memimpin Banyuwangi. 

2. Siti Hinggil 

Siti Hinggil yang memiliki arti “tanah tinggi” adalah sebuah pos pengawasan pelabuhan yang sempat berkuasa saat masa kejayaan Kerajaan Blambangan. Bentuknya berupa batu pijakan yang terletak di atas tebing. 

Pada zaman dahulu, lokasi ini digunakan untuk mengawasi teluk dan semenanjung Blambangan sehingga sudah menjadi salah satu saksi sejarah Kerajaan Blambangan.

Demikianlah penjelasan terkait dengan kisah Kerajaan Blambangan. Kisah rajanya yang sempat membawa rakyat hidup dengan makmur sudah sepatutnya menjadi teladan bagi kita semua. Kerajaan Blambangan juga sebenarnya menjadi bukti bahwa pemerintahan bentuk kerajaan menjadi bagian penting dalam sistem pemerintahan tertua di Indonesia. 

Baca juga: Kisah Kelam Dibalik Sejarah Kerajaan Singasari

Tips Sahabat Lainnya
Awali Dengan Membaca Doa Perjalanan, Ini Manfaat dan Sunnah Bepergian
Awali Dengan Membaca Doa Perjalanan, Ini Manfaat dan Sunnah Bepergian
Seberapa sering Sahabat bepergian dalam setahun? Apakah kamu tergolong individu yang sering melakukan perjalanan atau yang paling sering diam di rumah? Tahukah kamu, melakukan perjalanan atau
Di Tengah Isu Virus Corona, Daihatsu Tetap Luncurkan Ayla dan Sirion Terbaru
Di Tengah Isu Virus Corona, Daihatsu Tetap Luncurkan Ayla dan Sirion Terbaru
Tidak ada yang pernah mengira sebelumnya bahwa virus Corona ini akan berdampak pada banyak hal di dunia. Termasuk di Indonesia sendiri pada saat awal isu virus Corona di Wuhan, masyarakat Indonesia ma
Keuntungan dan Kerugian Mesin Diesel
Keuntungan dan Kerugian Mesin Diesel
Di dunia otomotif, kita mengenal dua jenis mesin. Yang pertama adalah mesin diesel dan yang kedua adalah mesin bensin. Di Indonesia sendiri kebanyakan mobil pribadi menggunakan mesin bensin. Sangat be
30 Komponen Karburator Mobil Dan Fungsinya
30 Komponen Karburator Mobil Dan Fungsinya
Bagi Sahabat pengguna mobil tua, tentu tidak asing lagi dengan komponen karburator mobil. Karburator ini tidak akan kita temukan pada kendaraan keluaran terbaru. Karena mobil yang diproduksi baru-baru

Booking Servis Melalui Aplikasi DaihatsuKu

Dapatkan penawaran menarik untuk layanan perawatan berkala pada kendaraan Anda

Logo PlaystoreLogo Appstore
Mockup Aplikasi DaihatsuKu
Semua Hak Dilindungi Undang-Undang@ Hak Cipta 2024 PT Astra Daihatsu Motor | Daihatsu Sahabatku