TIPS SAHABAT
Info Tips Otomotif Dan Motivasi Untuk Sahabat

Tips Sahabat
Tips Mudah Memperbaiki Aki Basah yang Rusak

Sahabat pasti setuju bahwa aki adalah salah satu komponen yang penting dalam mobil. Jika dianalogikan, aki adalah nyawa bagi mobil. Terdapat dua jenis aki pada mobil, yaitu aki basah dan aki kering. Tidak dapat dipungkiri jika aki basah masih menjadi pilihan bagi beberapa orang, meskipun kini ada aki kering atau aki maintenance free yang banyak menjadi pilihan karena sifatnya yang minim perawatan.

Namun, jika aki basah tidak rutin dirawat tentu akan menyebabkan aki basah ini rentan rusak. Selain itu, aki yang kotor dan masa pakainya sudah lama juga bisa membuat aki basah cepat rusak. Apabila aki sudah rusak, pasti akan mempengaruhi mood Sahabat dalam beraktivitas. Apalagi jika rusaknya tiba-tiba di momen-momen yang tidak diinginkan, saat sedang terburu-buru berangkat ke kantor misalnya.

Baca Juga: Aki Basah vs Aki Kering. Pilih Mana?

Nah, saat aki basah di mobil Sahabat rusak, sebetulnya Sahabat tidak perlu ke bengkel. Kami akan membagikan cara memperbaiki aki basah. Dengan cara yang mudah dan tidak membutuhkan banyak biaya. Tapi, Sahabat juga harus tetap berhati-hati karena air aki akan berbahaya jika terkena tubuh yang bisa menyebabkan iritasi pada kulit.

Berikut beberapa cara yang mudah untuk memperbaiki aki basah.

Menyiapkan Alat dan Bahan

Sebelum mulai memperbaiki, tentu terlebih dahulu Sahabat harus menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan. Terdapat tujuh alat dan bahan yang bisa Sahabat dapatkan dengan mudah. Yang pertama yaitu tentunya air aki atau yang bisa disebut juga dengan accu zuur. Air aki ini bisa Sahabat dapatkan di bengkel-bengkel mobil atau juga sudah banyak dipasaran. Air aki ini biasanya dikemas dengan label da tutup botol berwarna merah. Air aki zuur juga biasa disebut sebagai air aki keras karena adalam air iki ini mengandung elektrolit berupa asam sulfat.

Kedua yang Sahabat butuhkan adalah obeng, sarung tangan juga masker jika diperlukan karena memang bau air aki yang begitu menyengat. Kemudian Sahabat juga perlu menyiapkan air panas, air biasa yang bisa Sahabat simpan di dalam ember. Dan yang terakhir Sahabat juga membutuhkan corong kecil.    

Cara Memperbaiki Aki Basah

Setelah semua alat yang dibutuhkan sudah siap. Langkah pertama yang bisa Sahabat lakukan yaitu memulai untuk memperbaiki aki basah dengan melepas aki dari mobilnya. Jangan lupa gunakan sarung tangan dan masker yang sudah disiapkan ya, Sahabat. Langkah kedua, yaitu dengan membuka penutup lubang-lubang aki dengan menggunakan tang atau kunci pas agar lebih mudah. Sebetulnya, Sahabat juga bisa membukanya tanpa alat, tetapi akan lebih mudah dan aman dengan alat.

Langkah ketiga, buang cairan pada aki yang rusak. Caranya dengan membalikkan aki. Buanglah cairan tersebut di tempat yang aman. Jauhkan dari jangkauan anak-anak. Selain baunya yang menyengat, ingat juga bahwa cairan aki juga sangat berbahaya bila terkena tubuh. Langkah keempat, masukkan air panas melalui lubang-lubang aki. Setelah itu kocok dan buang kembali. Setelah membersihkannya dengan air panas, kemudian Sahabat bisa gunakan air biasa untuk membilas tempat aki tersebut dengan mengocok isi aki dengan menggunakan air biasa. Lakukan secara berulang supaya elemen aki menjadi bersih.

Baca Juga: Mobil Terkena Banjir? Tenang, Ini Tips Mudah Merawatnya

Langkah kelima, balik aki dan biarkan sampai tidak ada air yang tersisa. Langkah keenam, setelah semua sisa air habis keluar, isi aki dengan air aki zuur sampai batas maksimal. Gunakan corong kecil untuk mengisi aki dengan air aki zuur ya, Sahabat. Langkah ketujuh, mengisi daya aki. Proses ini memerlukan waktu semalaman. Gunakan pengisi daya dengan aliran kecil agar lebih stabil dan tahan lama.

Setelah tujuh langkah itu Sahabat lakukan, dijamin aki mobil Sahabat bisa digunakan kembali. Mudah bukan? Biarpun mudah tetapi Sahabat juga harus tetap teratur merawat aki basah supaya tidak cepat rusak ya. Dengan rajin-rajin mengontrol ketinggian air aki. Lakukan juga perawatan aki basah secara rutin, maksimal setiap dua bulan sekali ya, Sahabat.

Baca Juga: Charging Ponsel di Mobil itu Berbahaya, HOAX atau Fakta?

2018-10-10 09:56:55