Tips Sahabat

Begini Cara Kerja Sistem Kelistrikan Mobil Diesel

09 April 2025
kelistrikan mobil diesel

Bicara soal mobil diesel, tentu memiliki sistem kelistrikan yang berbeda dengan mobil bensin. Sistem kelistrikan mobil diesel merupakan rangkaian energi listrik yang dibutuhkan untuk menjalankan berbagai fungsi pada mobil dengan mesin diesel. 

Jika disegmentasikan, mobil diesel terdiri dari dua tipe yaitu konvensional dan common rail. Apa sih perbedaan dan bagaimana cara kerjanya? Agar lebih jelas simak ulasan berikut tentang kelistrikan yang ada pada mobil diesel. 

Sistem Kelistrikan konvensional 

Kelistrikan mobil diesel konvensional terdiri dari tiga sistem yaitu sistem pengapian, sistem starter dan sistem pengisian. Secara keseluruhan, ketiga sistem ini membutuhkan energi listrik untuk membuat mesin mobil hidup. 

1. Sistem pengapian 

Sistem pengapian pada mobil diesel merupakan rangkaian kelistrikan yang menggunakan prinsip energi listrik menjadi api. Sistem ini digunakan untuk pemantik gas dalam ruang bakar agar terjadi pembakaran. 

Prinsip kerjanya adalah dengan melontarkan sejumlah elektron melewati celah udara. Loncatan dengan volume besar tersebut akan membentuk percikan api. 

2. Sistem starter 

Sistem starter adalah mekanisme yang memicu terjadinya pembakaran mesin untuk yang pertama kali dengan memberi putaran pada poros engkol. Sistem ini mengubah energi listrik menjadi energi gerak melalui rangkaian proses elektromagnetik. 

Dengan kata lain, ketika tombol start ditekan, maka energi listrik akan menggerakkan flywheel dan membuat mesin hidup. 

3. Sistem pengisian 

Sistem ini menggunakan daya dari baterai atau aki untuk memastikan siklus kelistrikan pada mobil. Sistem ini mengandalkan energi listrik yang ada pada aki dan melakukan pengisian atau charging sebagai cadangan energi jika mesin mobil berjalan. Sistem ini menggunakan prinsip energi gerak menjadi energi listrik dengan gaya elektromagnetik. 

Kelistrikan common rail 

Common rail adalah sistem kelistrikan pada mesin diesel yang memiliki kemiripan pola dengan EFI (Electronic Fuel Injection) pada mobil bensin. Yang membuatnya beda hanya komponen hardware dan bahan bakarnya. 

Artinya, sistem ini menggunakan mekanisme kelistrikan untuk menyuplai solar dari tangki ke dalam ruang bakar dengan takaran ideal. Prinsip kerja common rail sebenarnya sama dengan diesel konvensional. Letak perbedaannya ada pada pola tekanan solar. 

Pada mesin diesel konvensional, tekanan solar akan dinaikkan hanya saat timing pengapian tercapai. Tekanan solar pada mesin diesel pun berlangsung dengan interval tertentu. 

Sementara itu pada mesin diesel common rail tekanan sola akan dinaikkan secara konstan selama mesin hidup. Sehingga tekanannya akan selalu tinggi dan yang mengontrol timing adalah pembukaan injektor dari solenoid. Kemudian terjadi pembakaran di dalam ruang bakar secara berkelanjutan.

Skema kelistrikan dari sistem common rail terbagi atas tiga komponen yang punya peranan masing-masing. Seperti komponen sensor yang berfungsi sebagai pendeteksi volume solar yang dibutuhkan, mengatur suhu udara, suhu mesin, RPM mesin hingga Top mesin. 

Kemudian ada ECU (Electronic Control Unit) yang berperan sebagai pengontrol, komponen ini yang melakukan perhitungan dari semua data yang dikirim sensor. Data tersebut akan ditransfer ke injektor yang berperan sebagai eksekutor dari perintah ECU. 

Injektor ini memiliki solenoid yang akan terbuka jika ada arus listrik. Saat solenoid terbuka, maka solar bisa masuk ke ruang bakar. 

Dari penjelasan di atas, sebenarnya ada dua perbedaan yang mencolok, yaitu soal konsumsi bahan bakar. Untuk mobil diesel konvensional, proses pengiriman bahan bakar ke ruang bakar bisa dibilang masih mekanikal. 

Kontrol bahan bakar pada mesin diesel mengandalkan gerakan kabel besi penghubung dari pedal gas. Sehingga semakin pedal gas diinjak, semakin banyak pula bahan bakar yang dikonsumsi. 

Sedangkan pada sistem common rail, semuanya sudah terkoneksi dengan sistem ECU untuk menentukan besaran bahan bakar yang dibutuhkan. Artinya mobil diesel common rail bisa dibilang lebih irit, tapi karena sistemnya menggunakan komputer, tentu biaya yang dikeluarkan perawatan bahkan kerusakan akan lebih besar.

Penulis: Dinno Baskoro

Tips Sahabat Lainnya
Cara Cabut Berkas Mobil, Syarat dan Estimasi Biaya Terbaru
Cara Cabut Berkas Mobil, Syarat dan Estimasi Biaya Terbaru
Istilah cabut berkas mungkin sudah tidak asing lagi, terutama bagi kamu yang berencana membeli mobil bekas dari luar kota. Proses ini juga dikenal dengan sebutan mutasi kendaraan, dan salah satu hal y
10 Rambu Lalu Lintas yang Paling Sering Dilanggar Pengendara
10 Rambu Lalu Lintas yang Paling Sering Dilanggar Pengendara
Setiap hari, jutaan kendaraan melintasi jalan raya di Indonesia dan berpapasan dengan berbagai rambu lalu lintas. Sayangnya, tidak semua pengendara benar-benar memperhatikan keberadaan rambu tersebut.
Apa yang Harus Dilakukan Saat Melihat Rambu Penyempitan Jalan?
Apa yang Harus Dilakukan Saat Melihat Rambu Penyempitan Jalan?
Kondisi jalan yang berubah secara tiba-tiba menjadi salah satu penyebab umum kecelakaan ringan di jalan raya, terutama saat lebar jalan mengecil tanpa diantisipasi sejak awal. Di titik inilah rambu pe
Dimensi Bak Daihatsu Gran Max Pick Up
Dimensi Bak Daihatsu Gran Max Pick Up dan Kegunaannya untuk Berbagai Usaha
Bagi pelaku usaha yang mengandalkan mobilitas barang setiap hari, dimensi bak kendaraan niaga menjadi salah satu faktor penentu efisiensi operasional. Daihatsu Gran Max Pick Up hadir sebagai salah sat
Semua Hak Dilindungi Undang-Undang @Hak Cipta 2026 PT Astra Daihatsu Motor | Daihatsu Sahabatku
Kebijakan Privasi
Hubungi Kami