Tips Sahabat

Pengendara Wajib Bawa STNK biar Nggak Kena Tilang Pasal 288 Ayat 1

09 April 2025
tilang stnk

Pasal 288 Ayat 1 merupakan aturan berlalu lintas yang menjelaskan soal kelengkapan saat berkendara. Pengemudi yang tidak mematuhi aturan berlalu lintas bisa ditindak dengan pasal tersebut. 

Seperti yang sudah tertuang pada UU no.22 tahun 2009, soal Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, kelengkapan berkendara bagi pengemudi motor atau mobil yang dimaksud adalah sebagai berikut. 

Pengendara Mobil 

1. Sabuk pengaman 

2. Segitiga pengaman 

3. Dongkrak 

4. Pembuka roda 

5. Perlengkapan keselamatan 

Pengendara Motor 

1. Kada spion 

2. Lampu depan 

3. Klakson 

4. Helm berstandar SNI 

Selain syarat berkendara di atas, hal yang paling penting adalah pastikan memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) sesuai ketentuan. Misalnya SIM A untuk pengendara roda empat alias mobil dan SIM C untuk kendaraan roda dua. 

Khusus dalam pasal 288 ayat 1, dijelaskan wajib membawa STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) yang berlaku untuk kendaraan yang digunakan. Perlu diketahui, pasal 288 ayat 1 itu berbunyi seperti ini. 

"Setiap pengendara yang tidak dilengkapi Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNK) atau Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor (STCK) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu". 

Bagi Sahabat yang belum familiar dengan istilah STCK, dokumen ini adalah surat jalan kendaraan sementara yang dikeluarkan SAMSAT dan kepolisian pada kendaraan baru sebelum mendapatkan pelat nomor dan STNK resmi. 

Mudahnya, ketika Sahabat membeli motor atau mobil baru, pihak kepolisian tidak akan langsung memberikan STNK dan TNKB. Untuk mendapatkan dokumen itu membutuhkan proses yang tidak sebentar. 

Oleh karena itu surat ini dapat digunakan sementara waktu agar Sahabat bisa menggunakan kendaraan di jalan raya sebelum mendapatkan STNK. Perlu diingat, masa berlaku surat ini hanya satu bulan. Mengingat syarat dan cara mengurus STCK ini agak rumit, mending tunggu dulu STNK resminya turun, baru kendaraan bebas dipakai ke jalan raya. 

Balik lagi ke pembahasan pasal 288 ayat 1, aturan tersebut mengacu pada pengendara yang tidak dilengkapi STNK bisa dipidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp500 ribu. Tak cuma itu, jika pada saat razia kendaraan ditemukan beberapa kesalahan sekaligus, maka bisa dikenakan pasal berlapis bahkan kendaraan bisa disita. 

Petugas yang berwenang berhak menyita kendaraan sebagai barang bukti pelanggaran. Kebijakan ini sudah termuat pada Pasal 260 ayat 1d, UU Nomor 22 Tahun 2009, dalam hal penindakan pelanggaran dan penyidikan tindak pidana, kepolisian lalu lintas berwenang. 

"Menyita Surat Izin Mengemudi, kendaraan bermotor, muatan kendaraan, Surat Tanda Nomor Kendaraan, Surat Tanda Coba Kendaraan dan/atau tanda lulus uji sebagai barang bukti". 

Ada beberapa faktor yang membuat penyitaan kendaraan dilakukan penindak atau petugas kepolisian. 

1. Kendaraan bermotor tidak dilengkapi STNK yang sah pada waktu dilakukan pemeriksaan kendaraan bermotor. 

2. Pengemudi tidak punya SIM. 

3. Terjadi pelanggaran atas persyaratan teknis dan layak jalan.

4. Kendaraan bermotor diduga berasal dari hasil tindak pidana atau digunakan untuk tindak pidana.

5. Kendaraan bermotor terlibat kecelakaan lalu lintas yang menelan korban jika atau luka berat. 

Dapat disimpulkan melalui poin satu dan dua, jika pelanggar terbukti melakukan dua kesalahan maka kendaraan bisa disita kepolisian sebagai barang bukti. Penindakan seperti ini paling sering mengungkap identitas suatu kendaraan. 

Jika kendaraan tidak memiliki STNK yang sah, apalagi pajaknya mati bertahun-tahun, maka kendaraan tersebut tergolong tidak layak pakai dan dicurigai hasil tindak kejahatan kendaraan bermotor seperti pencurian. 

Penulis : Dinno Baskoro

Tips Sahabat Lainnya
jenis sim di indonesia dan syarat pembuatannya
Jenis SIM di Indonesia Serta Syarat dan Peruntukanya
Setiap pengendara kendaraan bermotor di Indonesia wajib memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) sesuai jenis kendaraan yang digunakan. SIM bukan hanya menjadi bukti legalitas berkendara, tetapi juga menun
SIM A Untuk Pengendara Apa
SIM A Untuk Pengendara Apa? Ini Jenis Kendaraan yang Boleh Dikemudikan
SIM A adalah jenis Surat Izin Mengemudi yang diperuntukan bagi pengendara kendaraan roda empat berupa mobil penumpang maupun mobil barang perseorangan dengan total berat kendaraan tidak melebihi 3.500
Oli Mesin, Gardan, dan Transmisi Daihatsu Gran Max
Rekomendasi Oli Mesin, Gardan, dan Transmisi Daihatsu Gran Max
Memilih oli yang tepat untuk Daihatsu Gran Max sangat penting agar performa kendaraan tetap optimal, baik untuk kebutuhan harian maupun operasional bisnis.Daihatsu Gran max terdiri dari dua jenis yait
Oli untuk Daihatsu Sigra
Oli untuk Daihatsu Sigra dan Kapasitasnya untuk Perawatan Mesin Optimal
Menjaga performa mesin tetap prima adalah hal penting bagi pemilik Daihatsu Sigra. Salah satu kunci utamanya adalah penggunaan oli mesin yang tepat, baik dari segi jenis, kekentalan, maupun kapasitas.
Semua Hak Dilindungi Undang-Undang @Hak Cipta 2026 PT Astra Daihatsu Motor | Daihatsu Sahabatku
Kebijakan Privasi
Hubungi Kami