Logo Daihatsu

Tips Sahabat

Bagikan
Pengertian, Struktur, dan Cara Membuat Karya Ilmiah yang Tak Hanya Untuk Mahasiswa
26 November 2020
karya ilmiah

Membuat karya ilmiah biasanya jadi tugas bagi mahasiswa dalam bentuk skripsi, thesis, atau disertasi. Namun, apakah pelajar sekolah bisa membuat karya ilmiah? Bukan tidak mungkin, pelajar sekolah menengah juga bisa melakukan penulisan karya ilmiah, kok. Hanya saja, metode penelitiannya bisa dilakukan dengan lebih sederhana.

Bentuk karya ilmiah juga bisa berupa makalah tentang suatu topik penelitian. Nah, bentuk karya ilmiah seperti inilah yang biasanya diberikan kepada pelajar sekolah menengah. Guru bisa saja memberikan tugas karya ilmiah untuk melatih kemampuan analisis siswanya saat harus membuat karya ilmiah di perguruan tinggi.

Pengertian Karya Ilmiah

Karya ilmiah adalah tulisan atau karangan yang didapatkan sesuai dengan sifat keilmuannya dan didasari dari berbagai hasil pengamatan, penelitian, dan peninjauan terhadap bidang ilmu tertentu, yang disusun dengan menggunakan metode tertentu dengan memperhatikan sistematika penulisan yang baik dan santun, serta dapat dipertanggungjawabkan keilmiahannya. Definisi tersebut merupakan definisi populer yang dikemukakan Eko Susilo.

Berdasarkan pengertian tersebut, karya ilmiah harus dihasilkan dari sebuah rangkaian penelitian dengan memperhatikan kaidah keilmuan. Penulisan karya ilmiah juga harus dibuat dengan sistematika penulisan yang benar. Karena itulah, ada baiknya jika penulisan karya ilmiah memang perlu dibiasakan sejak sekolah menengah dengan bimbingan guru.

Struktur Karya Ilmiah

Untuk membuat karya ilmiah yang baik, tulisan yang dibuat harus disusun berdasarkan urutan yang rapi. Secara umum, hampir semua jenis karya ilmiah terdiri atas struktur penulisan sebagai berikut.

1. Kata Pengantar

Bagian kata pengantar biasanya berisi sambutan dari penulis yang menjelaskan tentang penyusunan karya ilmiah. Dalam beberapa kesempatan, kata pengantar juga berisi ucapan terima kasih penulis pada pihak-pihak yang sudah mendukung proses pembuatan penelitian.

2. Daftar Isi

Agar memudahkan pembaca, penulis juga perlu membuat daftar isi untuk membuat rincian isi penelitian. Daftar isi biasanya dimanfaatkan oleh para pembaca yang ingin melihat garis besar penelitian sebagai referensi penelitian berikutnya. Di dalam daftar isi akan terdapat judul bab, sub judul, dan disertai dengan nomor halaman.

3. Pendahuluan

Bagian ini biasanya terbagi atas tiga kerangka besar yaitu latar belakang, rumusan masalah, tujuan, dan manfaat penelitian. Bagian ini mungkin terasa sedikit membingungkan untuk disusun, tapi bagian ini berperan penting untuk dapat memberikan konteks penelitian yang jelas bagi para pembaca.

4. Pembahasan

Bagian pembahasan atau isi akan membahas bagian inti dari penelitian yang dibuat dalam sebuah karya ilmiah. Bagian pembahasan akan terdiri dari data, teori, dan analisis lengkap atas sebuah topik penelitian. Ada pula penjelasan tentang metodologi penelitian yang dijelaskan sebagai kerangka pemikiran atas analisis yang dibuat.

5. Kesimpulan

Dari karya ilmiah yang akan dibuat, tentu akan terdapat kesimpulan dari hasil analisis penelitiannya. Biasanya, hal ini dijadikan sebagai acuan untuk membandingkan hasil penelitian lain yang menggunakan objek penelitian atau teori berbeda.

6. Saran

Pada bagian saran, penulis karya ilmiah bisa memberikan opini yang dianggap relevan digunakan sebagai solusi. Hal ini bisa saja ditindaklanjuti oleh pihak terkait yang memiliki kepentingan sebagai action plan konkret.

7. Daftar Pustaka

Nah, sebuah penelitian ilmiah juga harus dibuktikan melalui sumber teori yang jelas dan terpercaya. Oleh karena itu, penulis harus mencantumkan semua sumber teori di dalam daftar pustaka. Semua sumber informasi baik situs, buku bacaan, jurnal, dan artikel internet wajib dicantumkan saat menulis karya ilmiah.

Contoh Karya Ilmiah

Hasil karya ilmiah bisa dibuat dalam beberapa format tulisan yang berbeda sesuai dengan tujuan penelitiannya. Karena itulah, karya ilmiah tidak harus dibuat oleh mahasiswa dengan hasil berupa penelitian bertema besar. Berikut ini beberapa contoh karya ilmiah yang bisa dibuat dari sebuah topik penelitian.

- Laporan Penelitian

- Makalah

- Artikel

- Skripsi

- Tesis

- Disertasi

Nah, dengan adanya berbagai contoh karya ilmiah yang bisa dibuat, terbukti bahwa penulisnya tidak harus mahasiswa. Pelajar sekolah atau karyawan juga bisa menulis karya ilmiah asalkan penulisannya sesuai dengan struktur dan kaidah keilmuan yang tepat.

Cara Membuat Karya Ilmiah

Sudah berencana ingin membuat karya ilmiah? Baik untuk tugas sekolah maupun untuk keperluan penelitian pribadi, penulisan karya ilmiah bisa dibuat dengan langkah-langkah berikut ini.

1. Menentukan Topik Penelitian

Seperti layaknya perencanaan sesuatu, karya ilmiah bisa dibuat dengan menentukan topik penelitian terlebih dahulu. Jika topik sudah ditentukan, akan lebih mudah untuk melakukan langkah-langkah penelitian selanjutnya. Ada banyak topik yang bisa diangkat dari aktivitas sehari-hari maupun fenomena yang terjadi dan tersorot oleh media.

2. Membuat Kerangka Penelitian

Agar penelitian ilmiah tidak melantur dari rencana yang sudah dibuat, tentukan kerangka penelitian yang berisi turunan dari topik penelitian. Hal ini akan membantu penyusunan karya ilmiah tetap sesuai dengan panduan tulisan yang ditentukan sejak awal.

3. Mengumpulkan Bahan Penelitian

Setelah membuat kerangka penelitian, karya ilmiah harus dibuat dari berbagi data dan sumber informasi yang jelas. Kumpulkan sumber informasi resmi yang valid agar hasil karya ilmiah bisa menghasilkan kesimpulan yang sesuai dengan tujuan penelitian.

4. Menyusun Hipotesis

Tidak semua bahan penelitian akan berguna saat menulis karya ilmiah. Hal tersebut bisa diputuskan setelah seseorang melakukan penyusunan hipotesis dari bahan penelitian yang sudah terkumpul. Data dan sumber informasi yang tidak jelas sebaiknya tidak digunakan.

5. Menyusun Rancangan Penelitian

Rancangan penelitian akan menjadi pedoman yang bisa dimanfaatkan seseorang untuk menulis karya ilmiah. Hal ini seperti kerangka kerja yang bisa dijadikan acuan untuk melakukan sebuah analisis ilmiah atas fenomena sosial maupun penelitian sains.

6. Melakukan Percobaan dengan Metode Penelitian

Proses ini merupakan salah satu hal penting yang menjadi inti dari sebuah penulisan karya ilmiah. Penulis bisa menentukan metode penelitian yang paling cocok untuk melakukan percobaan sains atau wawancara langsung sebagai bentuk konkret penelitian di lapangan.

Tak terbatas pada penelitian di dalam sebuah ruangan laboratorium, percobaan dengan metode wawancara atau survei angket juga bisa diadaptasikan pada fenomena sosial. Karya ilmiah tidak hanya terbatas pada penelitan kuantitatif, tapi juga kualitatif.

7. Mengumpulkan Data dan Menganalisis

Dari percobaan yang sudah dilakukan menggunakan metode penelitian, akan dihasilkan data-data konkret terkait topik yang sudah ditentukan sejak awal. Nah, saatnya melakukan analisis terhadap data tersebut.

Selain kesimpulan, hasil analisis juga bisa berupa kritik atau saran terhadap objek penelitian. Perlu diingat, hasil karya ilmiah tidak selalu ditujukan untuk dapat diadaptasikan secara konkret terhadap masalah yang sedang diteliti, ya.

Nah, itulah semua hal yang perlu diketahui tentang karya ilmiah. Pada dasarnya, semua orang bisa menulis karya ilmiah dengan baik dalam berbagai bentuk tulisan yang berbeda. Namun, pastikan untuk melakukan analisis tersebut dengan dasar fakta dan teori yang jelas, ya.

Penulis: Rizkita Darajat

Tips Sahabat Lainnya
Memilih Cover Mobil Anti Air yang Bagus dan Aman
Memilih Cover Mobil Anti Air yang Bagus dan Aman
Perawatan mobil tentu harus menyeluruh dari mulai mesin hingga body luarnya. Membiarkan penampilan bodi luar mobil yang rusak akan berpengaruh juga terhadap nilai mobil tersebut seperti cat yang kusam
Keuntungan dan Kerugian Mesin Diesel
Keuntungan dan Kerugian Mesin Diesel
Di dunia otomotif, kita mengenal dua jenis mesin. Yang pertama adalah mesin diesel dan yang kedua adalah mesin bensin. Di Indonesia sendiri kebanyakan mobil pribadi menggunakan mesin bensin. Sangat be
Arti Dari Kode Ukuran Ban Mobil
Arti Dari Kode Ukuran Ban Mobil
Untuk dapat memilih ban bagi kendaraan otomotif seperti mobil, hal pertama yang harus dipahami adalah spesifikasi dari ban tersebut. Spesifikasi dari ban sebenarnya dapat dipahami apabila seseorang ma
30 Komponen Karburator Mobil Dan Fungsinya
30 Komponen Karburator Mobil Dan Fungsinya
Bagi Sahabat pengguna mobil tua, tentu tidak asing lagi dengan komponen karburator mobil. Karburator ini tidak akan kita temukan pada kendaraan keluaran terbaru. Karena mobil yang diproduksi baru-baru

Booking Servis Melalui Aplikasi DaihatsuKu

Dapatkan penawaran menarik untuk layanan perawatan berkala pada kendaraan Anda

Logo PlaystoreLogo Appstore
Mockup Aplikasi DaihatsuKu
Semua Hak Dilindungi Undang-Undang@ Hak Cipta 2024 PT Astra Daihatsu Motor | Daihatsu Sahabatku