Tips Sahabat

Tips Aman Menggunakan Bahu Jalan Tol Agar Tetap Selamat dalam Perjalanan

10 April 2025
Tips Menggunakan Bahu Jalan Tol Agar Tetap Selamat dalam Perjalanan

Menggunakan bahu jalan di jalan tol bukanlah hal yang bisa dilakukan sembarangan. Kejadian kecelakaan di Tol Pemalang, Jawa Tengah yang menimpa kru media baru-baru ini menjadi pengingat bagi kita semua. Bahu jalan, yang berada di sisi paling kiri, adalah area yang seharusnya hanya digunakan dalam keadaan darurat, seperti saat kendaraan mengalami masalah serius.

Bagi Sahabat Daihatsu dan pengguna jalan lainnya, penting untuk memahami aturan dan tips aman dalam menggunakan bahu jalan agar tetap selamat dan tidak membahayakan pengguna jalan lain. Artikel ini akan menjelaskan secara detail mengenai tips aman saat berhenti di bahu jalan dan aturan pemerintah yang mengaturnya.

Pentingnya Menggunakan Bahu Jalan Tol Secara Aman & Tipsnya

Bahu jalan di tol sering kali digunakan saat kendaraan menghadapi kendala, seperti mogok, masalah muatan, atau gangguan fisik pengemudi. Namun, penting untuk selalu berhati-hati dan mengikuti prosedur yang benar saat menggunakan bahu jalan. Area ini bersinggungan langsung dengan ruang milik jalan (rumija) yang biasanya berupa tanah kosong atau rerumputan, sehingga tidak ada perlindungan dari arus lalu lintas yang melaju kencang di jalan tol.

Agar penggunaan bahu jalan tidak membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lain, berikut beberapa tips aman yang perlu diikuti:

  1. Menurunkan Kecepatan dan Memberi Sinyal

    • Sebelum memasuki bahu jalan, pastikan untuk menurunkan kecepatan secara bertahap. Nyalakan lampu sein kiri untuk memberi tanda kepada pengendara di belakang bahwa Anda akan berpindah ke bahu jalan.
    • Perhatikan kondisi lalu lintas sekitar, terutama kendaraan di belakang Anda, dan pastikan Anda bisa berpindah ke bahu jalan dengan aman.
  2. Aktifkan Lampu Hazard Segera Setelah Berhenti

    • Setelah kendaraan berhenti dengan aman di bahu jalan, segera nyalakan lampu hazard. Hal ini penting untuk memberi peringatan kepada pengendara lain bahwa mobil Anda dalam kondisi darurat.
  3. Pasang Segitiga Pengaman dengan Jarak 50 Meter

    • Pasang segitiga pengaman di belakang mobil dengan jarak sekitar 50 meter dari kendaraan. Tanda ini berfungsi sebagai peringatan dini bagi pengendara lain agar mereka bisa melihat adanya kendaraan yang berhenti di bahu jalan dari jarak jauh.
    • Pemasangan segitiga pengaman dengan jarak yang tepat membantu pengendara lain menyesuaikan kecepatan dan menghindari bahaya.
  4. Jangan Berada di Belakang atau di Sisi Kanan Mobil

    • Untuk menjaga keselamatan, pengemudi dan penumpang sebaiknya tetap berada di dalam mobil, terutama jika kondisi lalu lintas padat atau ada kendaraan besar yang melintas. Hindari berdiri di belakang mobil atau di sisi kanan bahu jalan karena ini merupakan area rawan kecelakaan.
  1. Hubungi Layanan Darurat Jika Diperlukan

    • Jika masalah pada kendaraan tidak dapat diatasi sendiri, Anda bisa menghubungi layanan darurat jalan tol melalui telepon darurat yang tersedia di beberapa titik sepanjang jalan tol. Layanan darurat ini siap membantu mengatasi masalah atau memindahkan kendaraan Anda ke lokasi yang lebih aman.
  2. Segera Lanjutkan Perjalanan Setelah Masalah Teratasi

    • Setelah masalah pada kendaraan selesai diatasi, segera lanjutkan perjalanan. Pastikan untuk memperhatikan kondisi lalu lintas sebelum kembali ke jalur utama. Nyalakan lampu sein kanan dan percepat laju kendaraan secara perlahan agar aman saat bergabung kembali dengan arus lalu lintas.

Baca Juga : 7 Peraturan di Jalan Tol yang Perlu Diketahui Pengendara Agar Tetap Aman

 

Aturan Pemerintah Terkait Penggunaan Bahu Jalan Tol

Penggunaan bahu jalan tol diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2024 Pasal 69 ayat (2). Berikut adalah aturan lengkap mengenai penggunaan bahu jalan tol yang perlu dipahami oleh para pengendara:

  1. Digunakan Sebagai Arus Lalu Lintas pada Keadaan Darurat

    • Bahu jalan dapat digunakan untuk arus lalu lintas dalam kondisi darurat, misalnya jika terjadi gangguan total atau sebagian pada jalur utama akibat kecelakaan atau insiden lainnya yang menghambat arus lalu lintas.
  2. Digunakan untuk Berhenti dalam Keadaan Darurat

    • Pengendara boleh berhenti di bahu jalan tol hanya dalam keadaan darurat, seperti saat kendaraan mogok, perlu menertibkan muatan, pengemudi mengalami gangguan fisik, atau ada gangguan lalu lintas yang mengharuskan berhenti sementara.
  3. Tidak Digunakan untuk Menarik, Menderek, atau Mendorong Kendaraan

    • Bahu jalan tidak boleh digunakan untuk menarik, menderek, atau mendorong kendaraan yang mengalami kerusakan. Proses ini harus dilakukan di area yang aman dan tidak mengganggu arus lalu lintas.
  4. Tidak Digunakan untuk Menaikkan atau Menurunkan Apapun

    • Bahu jalan tidak boleh digunakan untuk keperluan menaikkan atau menurunkan penumpang, barang, atau hewan. Penggunaan bahu jalan untuk tujuan ini dapat membahayakan pengendara lain.
  5. Tidak Digunakan untuk Mendahului Kendaraan Lain

    • Bahu jalan tidak boleh dipakai untuk mendahului kendaraan. Penggunaan bahu jalan sebagai jalur tambahan untuk mempercepat perjalanan atau mendahului kendaraan lain sangat dilarang dan berisiko tinggi.

Selain lima poin tersebut, tidak dianjurkan untuk berhenti di bahu jalan tol dengan alasan apapun, termasuk karena rasa kantuk. Jika pengemudi merasa mengantuk, disarankan untuk keluar di rest area terdekat dan beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.

Menggunakan bahu jalan tol secara aman adalah langkah penting dalam menjaga keselamatan di jalan raya, baik bagi diri sendiri maupun pengguna jalan lain. Bahu jalan hanya boleh digunakan dalam keadaan darurat, dan penggunaannya pun harus mengikuti prosedur yang tepat. Dengan memahami dan mematuhi aturan ini, Sahabat Daihatsu dan pengendara lainnya bisa tetap aman saat berkendara.

Tips Sahabat Lainnya
40 Rambu-Rambu Lalu Lintas: Jenis, Gambar, dan Artinya Lengkap
40 Rambu-Rambu Lalu Lintas: Jenis, Gambar, dan Artinya Lengkap
Pernah merasa bingung melihat rambu di jalan? Padahal, memahami rambu lalu lintas itu penting banget, bukan cuma untuk menghindari tilang, tapi juga untuk menjaga keselamatan diri sendiri dan pengguna
ujian praktek sim a
9 Jenis Ujian Praktek SIM A yang Perlu Dilatih Hingga Lancar
Saat mengajukan pembuatan SIM A, tahap ujian yang paling sering gagal adalah saat ujian praktek. Pada tahap pengujian ini, calon pengemudi harus membuktikan kemampuan mengendarai kendaraan roda empat
Tidak Pakai Sabuk Pengaman Kena Denda Berapa? Ini Penjelasan Lengkapnya
Tidak Pakai Sabuk Pengaman Kena Denda Berapa? Ini Penjelasan Lengkapnya
Menggunakan sabuk pengaman saat berkendara bukan hanya soal keselamatan, tetapi juga kewajiban yang diatur dalam undang-undang. Sayangnya, masih banyak pengemudi maupun penumpang yang mengabaikan atur
Sanksi Menerobos Jalur Busway: Denda, Pasal, dan Ketentuannya
Sanksi Menerobos Jalur Busway: Denda, Pasal, dan Ketentuannya
Jalur busway atau jalur khusus bus dibuat untuk mendukung kelancaran transportasi umum. Namun, masih banyak pengendara motor maupun mobil yang nekat melintas di jalur tersebut. Padahal, pelanggaran in
Semua Hak Dilindungi Undang-Undang @Hak Cipta 2026 PT Astra Daihatsu Motor | Daihatsu Sahabatku
Kebijakan Privasi
Hubungi Kami