Efek Sering Memutar Setir Sampai Mentok pada Power Steering
Memutar setir hingga posisi paling mentok adalah sesuatu yang kerap dilakukan saat parkir di tempat sempit, putar balik, atau bermanuver di gang kecil. Bagi sebagian pengemudi, gerakan ini terasa wajar dan tidak menimbulkan kekhawatiran. Namun, tahukah Anda bahwa kebiasaan ini terutama jika dilakukan terus-menerus dan dalam waktu lama berpotensi mempercepat keausan komponen sistem kemudi kendaraan Anda?
Artikel ini mengupas secara mendalam efek memutar setir sampai mentok pada sistem power steering, perbedaan dampaknya antara jenis Hydraulic Power Steering (HPS) dan Electric Power Steering (EPS), komponen mana saja yang paling rentan, serta tips praktis untuk menjaga keawetan kemudi Anda.
Apa yang Terjadi Saat Setir Diputar Sampai Mentok?
Setiap kendaraan memiliki batas sudut belok yang sudah ditentukan pabrikan. Sistem kemudi dilengkapi dengan stopper komponen pembatas yang mencegah roda berputar melampaui sudut aman. Ketika setir menyentuh batas ini, akan terdengar bunyi "jedug" yang menandakan poros rack telah mencapai posisi maksimalnya.
Secara teknis, satu atau dua kali sentuhan ke posisi mentok tidak akan langsung merusak komponen. Namun, jika kebiasaan ini dilakukan berulang dan setir ditahan di posisi mentok dalam durasi panjang, tekanan dan temperatur pada komponen akan meningkat secara signifikan dan di sinilah kerusakan berawal.
1. Dampak pada Hydraulic Power Steering (HPS)
Mobil-mobil yang masih menggunakan sistem kemudi hidrolik konvensional adalah yang paling rentan. Berikut mekanisme kerusakannya:
Tekanan Oli Ekstrem & Sil Jebol
Sistem HPS mengandalkan pompa mekanis yang mengalirkan minyak fluida bertekanan tinggi. Ketika setir diputar dan ditahan di posisi mentok, katup pembatas tekanan menutup, menyebabkan minyak terjebak dalam kondisi tekanan puncak yang ekstrem. Tekanan hidrolik ini akan memaksa minyak mencari celah keluar berujung pada jebolnya sil-sil karet pelindung.
Proses kerusakan sil berlangsung bertahap:
- Tekanan dan suhu tinggi membuat sil melar sedikit demi sedikit
- Sil yang melar lama-lama kehilangan elastisitasnya hingga akhirnya jebol
- Oli power steering rembes keluar secara konstan
- Setir terasa sangat berat pompa berisiko rusak akibat kekurangan pelumasan
Pompa Power Steering Kepanasan
Saat setir ditahan di posisi mentok, pompa HPS terus bekerja memompa fluida meski tidak ada tempat untuk mengalir. Kondisi ini menghasilkan panas berlebih (overheating) yang mempercepat degradasi pompa dan komponen internal lainnya.
2. Dampak pada Electric Power Steering (EPS)
Mayoritas mobil modern telah beralih ke sistem EPS yang lebih efisien. Secara umum, EPS lebih tahan terhadap kondisi setir mentok dibandingkan HPS karena tidak menggunakan fluida hidrolik. Namun bukan berarti bebas risiko.
- Motor listrik EPS menarik arus maksimal saat setir ditahan di posisi mentok, menghasilkan panas berlebih yang memperpendek umur komponen elektronik
- Risiko utama EPS justru dari karet boot yang sobek jika air atau kotoran masuk ke komponen rack steer, kerusakan parah tidak terhindarkan
- Lampu indikator EPS di dashboard dapat menyala sebagai tanda sistem mengalami beban berlebih
3. Komponen Lain yang Ikut Terdampak
Kebiasaan mentok setir tidak hanya merusak power steering itu sendiri. Ada rangkaian komponen kaki-kaki dan sistem kemudi lainnya yang ikut menanggung beban:
|
Komponen |
Dampak |
Gejala yang Muncul |
|---|---|---|
|
Sil Power Steering |
Melar, jebol, bocor akibat tekanan ekstrem |
Minyak rembes, setir berat |
|
Pompa HPS |
Kepanasan, aus lebih cepat |
Suara dengung, setir berat |
|
Motor Listrik EPS |
Arus berlebih, panas, memperpendek umur |
Lampu indikator EPS menyala |
|
Tie Rod & Ball Joint |
Keausan dini, putus akibat tekanan berlebih |
Kemudi tidak presisi, ban aus tidak rata |
|
Rack & Pinion |
Sil jebol, bunyi berdecit/gemeretak |
Bunyi saat belok, kebocoran oli |
|
Karet Boot CV Joint |
Robek akibat regangan maksimal + hentakan gas |
Bunyi gemeretak saat belok, kerusakan as roda |
4. Situasi yang Paling Berisiko
Beberapa kondisi yang membuat efek memutar setir sampai mentok menjadi jauh lebih berbahaya:
- Setir mentok + pedal gas dihentakkan keras kombinasi ini menyiksa karet boot CV joint hingga rawan robek seketika
- Memutar setir saat mobil diam (stasioner) beban pada sistem HPS meningkat drastis karena roda tidak bergerak
- Menahan setir di posisi mentok dalam waktu lama tekanan terus menumpuk, suhu meningkat, sil semakin melar
- Parkir dengan posisi setir tidak lurus khususnya pada HPS, tekanan fluida terpusat di satu sisi selama mesin mati
Tanda-Tanda Kerusakan Power Steering
Kenali tanda-tanda berikut sebagai alarm dini sebelum kerusakan semakin parah:
- Setir terasa berat atau tidak responsif saat diputar
- Suara mendengung, berdecit, atau gemeretak saat memutar setir
- Terdapat noda oli atau cairan di bawah kendaraan (tanda kebocoran sil HPS)
- Lampu indikator EPS menyala di dashboard
- Ban aus tidak merata akibat misalignment roda
- Getaran pada setir saat berkendara di kecepatan tertentu
Tips: Jangan tunggu hingga setir terasa sangat berat atau muncul kebocoran. Begitu salah satu gejala di atas muncul, segera periksakan ke bengkel spesialis power steering.
Estimasi Biaya Perbaikan
Kerusakan pada power steering tidak murah diperbaiki. Berikut estimasi biaya berdasarkan jenis sistem dan tingkat kerusakan:
|
Jenis Perbaikan |
Sistem HPS |
Sistem EPS |
|---|---|---|
|
Ganti Oli / Fluida |
Rp 100.000 – Rp 300.000 |
– |
|
Ganti Sil / Seal |
Rp 500.000 – Rp 2.000.000 |
Rp 500.000 – Rp 1.500.000 |
|
Ganti Pompa HPS / Motor EPS |
Rp 1.500.000 – Rp 4.000.000 |
Rp 3.000.000 – Rp 8.000.000 |
|
Ganti Rack & Pinion |
Rp 2.000.000 – Rp 4.000.000 |
Rp 3.000.000 – Rp 6.000.000 |
Tips Mencegah Kerusakan Power Steering
Mencegah jauh lebih ekonomis daripada memperbaiki. Terapkan kebiasaan berkendara berikut untuk menjaga sistem kemudi Anda tetap prima:
- Sisakan sedikit jarak sebelum mentok. Biasakan berhenti memutar setir 1-2 cm sebelum mencapai posisi paling mentok.
- Jangan menahan setir di posisi mentok. Jika terpaksa mentok, lepaskan segera setelah manuver selesai.
- Gerakkan mobil sebelum memutar setir. Hindari memutar setir saat mobil dalam kondisi diam/stasioner.
- Parkir dengan posisi setir lurus. Terutama penting untuk mobil bersistem HPS agar tekanan fluida tidak terpusat di satu sisi.
- Cek dan ganti oli power steering secara berkala (HPS). Jangan tunggu setir terasa berat baru mengganti. Periksa kondisi dan volume oli setiap servis berkala.
- Periksa karet boot secara rutin (EPS). Segera ganti jika ditemukan robekan untuk mencegah air dan kotoran masuk ke rack steer.
- Servis kaki-kaki secara berkala. Cek kondisi tie rod, ball joint, dan rack & pinion minimal setiap 20.000 km atau sesuai rekomendasi pabrikan.
Dengan gaya berkendara yang benar dan mengikuti service sesuai petunjuk pabrikan, kendaraan Anda akan aman dari berbagai macam kendala. Kunjungi terus website Daihatsu Indonesia untuk informasi produk serta tips and trik otomotif.