Mengenal Perbedaan EPS dan Power Steering Hydraulic Pada Mobil
Pernah mendengar istilah Electric Power Steering (EPS) dan Hydraulic Power Steering (HPS) saat ingin membeli mobil yang kamu impikan? Ya, ini merupakan dua teknologi utama yang harus kamu ketahui dimana sistem ini berguna untuk meringankan putaran setir yang akan kamu kendarai.
Terdapat Perbedaan EPS dan hydraulic power steering yang harus kamu ketahui, meski kedua sistem ini memiliki fungsi yang sama. Perhatikan tabel berikut:
|
Karakteristik / Fitur |
Electronic Power Steering (EPS) |
Hydraulic Power Steering (HPS) |
|
Komponen Utama |
Motor Listrik, Sensor, & Modul ECU |
Pompa, Oli Hidrolik, & Selang Tekanan |
|
Konsumsi Energi |
Menggunakan Daya Akki/Alternator (Efisien) |
Mengurangi Tenaga Mesin via Fan Belt |
|
Respons Setir |
Fleksibel (Setir berat di kecepatan tinggi) |
Konstan (Cenderung ringan di semua kecepatan) |
|
Biaya Perbaikan |
Cenderung Mahal (Jika ganti satu gelondong) |
Lebih Terjangkau (Bisa ganti per komponen) |
Agar lebih paham dan mengerti, yuk kita kupas perbedaannya secara mendalam pada ulasan berikut:
Mengenal Sistem Kerja dan Sumber Tenaga
- Power Steering Hidrolik (HPS)
Sistem ini akan memanfaatkan tekanan fluida atau menggunakan oil khusus. Pada buku panduan, HPS ini mengandalkan pompa hidrolik yang digerakkan secara langsung oleh mesin menggunakan sabuk atau fan belt. Tekanan oli yang dihasilkan oleh pompa inilah yang akan membantu mendorong steering rack saat roda kemudi diputar. - Electronic Power Steering (EPS)
Kalau sistem EPS ini merupakan teknologi yang modern, di mana sudah terintegrasi dengan komputer. Cara kerjanya ia akan akan menghapus komponen cairan dan menggantinya dengan motor listrik yang dikontrol oleh komputer mobil (Electronic Control Unit / ECU). Sensor pada EPS akan membaca sudut putaran setir dan kecepatan mobil yang akan memberikan bantuan tenaga secara cepat.
Efisiensi Bahan Bakar dan Performa Mesin
Perbedaan EPS dan hydraulic power steering yang paling tampak terletak pada efisiensi konsumsi bahan bakar, dimana sistem HPS ini terhubung langsung ke mesin melalui fan belt. Di sinilah mesin mobil akan bekerja lebih ekstra untuk memutar pompa hidrolik secara terus menerus bahkan saat mobil melaju lurus.
Sebaliknya, pada sistem EPS motor listrik hanya mengonsumsi daya listrik saat setir sedang diputar. Disinilah tampak perbedaannya, bahwa sistem EPS jauh lebih hemat bensin dan menjaga performa mesin tetap optimal.
Perawatan dan Ketahanan Komponen
Tentunya kedua sistem ini memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, seperti:
- Perawatan EPS: sistem ini memiliki bebas dari resiko kebocoran cairan sehingga perawatannya minim (low maintenance), sehingga kamu tidak perlu mengganti oli secara berkala.
- Perawatan hidrolik: sistem ini mengharuskan kamu untuk melakukan pemeriksaan dan penggantian oli secara berkala. Jika tidak melakukan perawatan, siap-siap mobil kamu dapat mengalami kerusakan pada seal karet, pipa hingga pompa hidrolik.
- Ketahanan: untuk ketangguhan, tentunya sistem hydraulic lebih dikenal tangguh dibandingkan EPS, ini dapat dilihat saat sistem hydraulic menerjang banjir atau genangan air karena komponen menismenya tertutup rapat. Sementara komponen elektrikal pada EPS, cukup sensitif terhadap air dan rentan korsleting jika terendam banjir dalam waktu lama.
Baca Juga: Biaya Perbaikan Power Steering Bocor, Rusak, hingga Berat
Jika disimpulkan, Perbedaan EPS dan hydraulic power steering ini tampak pada modernitas dan efisiensi pada penggunanya. Namun, apapun mobil yang kamu gunakan baik menggunakan sistem EPS ataupun Hydraulic pastikan untuk tetap melakukan pengecekan secara berkala ke bengkel resmi ya! Hal ini berguna, agar mobil yang kamu kendarai selalu aman dan nyaman selama berkendara.