Pilih Macet Jarak Dekat atau Jauh tapi Lancar di Perjalanan? Simak Plus Minusnya
Saat berkendara, Sahabat mungkin pernah dihadapkan pada dua pilihan rute: melewati jalan yang lebih dekat tetapi berpotensi macet, atau memilih jalur yang lebih jauh dengan lalu lintas yang relatif lancar.
Sekilas, rute yang lebih dekat terlihat sebagai pilihan paling praktis. Jarak tempuh yang lebih pendek seharusnya membuat perjalanan lebih cepat dan menghemat bahan bakar. Namun, kondisi lalu lintas juga perlu menjadi pertimbangan karena kemacetan dapat membuat waktu tempuh bertambah dan konsumsi BBM meningkat.
Lantas, mana yang sebenarnya lebih baik, memilih rute dekat tetapi macet atau rute yang lebih jauh tetapi lancar? Yuk, simak plus minusnya berikut ini.
-
Rute Dekat tapi Macet
Memilih rute dengan jarak lebih pendek memang terlihat menguntungkan. Namun, ketika lalu lintas padat, perjalanan bisa menjadi lebih lama dari perkiraan.
Kelebihan rute dekat
Salah satu keuntungan utama adalah jarak yang harus ditempuh lebih pendek. Jika kondisi lalu lintas normal, rute ini tentu dapat menjadi pilihan yang efisien.
Selain itu, rute yang lebih dekat biasanya membutuhkan konsumsi BBM berdasarkan jarak yang lebih sedikit. Pengemudi juga tidak perlu menempuh perjalanan terlalu jauh untuk sampai ke tujuan.
Kekurangan rute dekat
Masalah muncul ketika jalur tersebut mengalami kemacetan total dan sulit bergerak. Kendaraan yang bergerak pelan, berhenti, kemudian kembali berjalan membuat mesin tetap bekerja dalam waktu lebih lama. Hal inilah yang bisa menyebabkan boros BBM.
Sahabat dapat membaca lebih lanjut mengenai penyebabnya dalam artikel jalanan macet bikin boros BBM.
-
Rute Jauh tetapi Lancar
Pilihan lainnya adalah menggunakan jalur yang lebih jauh, tetapi kondisi lalu lintasnya relatif lancar. Rute seperti ini dapat menjadi alternatif ketika jalur utama mengalami kemacetan parah.
Kelebihan rute jauh
Keuntungan paling terasa adalah perjalanan dapat berlangsung lebih stabil. Kendaraan bisa melaju dengan kecepatan yang lebih konstan sehingga pengemudi tidak terlalu sering melakukan pengereman dan akselerasi. Minimnya stop and go membuat BBM stabil irit..
Kekurangan rute jauh
Meski lebih lancar, rute ini tetap memiliki kekurangan. Jarak tempuh yang lebih panjang berarti kendaraan harus berjalan lebih jauh.
Artinya, konsumsi BBM berdasarkan jarak perjalanan juga berpotensi lebih besar, karena itu, jangan hanya melihat jarak. Pertimbangkan juga estimasi waktu tempuh, kondisi lalu lintas, biaya perjalanan, dan kebutuhan perjalanan pada saat itu.
Mana yang Lebih Hemat BBM?
Pilih rute pendek bila kemacetan masih wajar dan tidak terjadi macet total. Walaupun kondisinya macet bila jarak kemacetan tidak terlalu jauh maka sebaiknya bersabar, 1-2 KM dengan kondisi stop and go tidak akan membuat BBM boros.
Sedangkan pilihan rute jauh melalui jalur alternatif sebaiknya dipilih bila memang terjadi kemacetan total atau kemacetan padat yang panjang lebih dari 2KM. Selain pertimbangan konsumsi BBM, ada pertimbangan yang lebih berharga, yaitu waktu yang tidak bisa diulang. Dengan sampai tepat waktu ke tujuan akan memberikan rasa nyaman saat beristirahat.
Bahkan, sebuah penelitian yang diterbitkan oleh International Online Medical Council (IOMC) menunjukkan adanya kaitan antara durasi berkendara yang panjang dengan peningkatan risiko stres. Dalam penelitian tersebut disebutkan bahwa menghabiskan waktu lebih dari 3 jam 10 menit per hari untuk berkendara dapat meningkatkan risiko stres hingga 80%.
Karena itu, ketika tersedia pilihan rute yang lebih lancar dengan waktu tempuh yang lebih singkat, pilihan tersebut bisa dipertimbangkan meskipun jaraknya sedikit lebih jauh.
Jangan lupa berkendara dengan aman dan patuhi rambu lalu lintas ya Sahabat, ikuti terus tips & trik di postingan berikutnya.