Tips Sahabat

Power Steering Hidrolik vs Elektrik

10 April 2025
power steering

Power Steering adalah salah satu fitur pada mobil yang bertugas untuk membantu pengemudi dalam membelokan roda melalui kemudi setir. Tanpa power steering, kamu sebagai pengemudi bakal mengeluarkan tenaga ekstra untuk membelokkan mobil, lho, Sahabat. Dengan adanya power steering, setir dapat lebih enteng diputar karena adanya bantuan pelumas atau motor penggerak.

Power Steering dipatenkan pertama kali pada 1900 oleh Robert Twyford. Di era modern ini, power steering sudah banyak dipasang pada mobil-mobil umum. Fitur ini telah dianggap sebagai kelengkapan standar sebuah mobil.

Berdasarkan jenis dan mekanisme kerjanya, power steering terbagi ke dalam jenis hidrolik dan elektrik. Keduanya pun tersusun atas komponen yang berbeda dan memiliki kelebihan serta kekurangan masing-masing. Bagaimana perbedaan power steering hidrolik dan elektrik?

Power Steering Hidrolik

Sesuai dengan namanya, power steering ini menerapkan sistem kerja hidrolis. Sistem kerja hidrolis berarti menggunakan fluida atau cairan, yakni oli, sebagai media penggerak. Mesin bakal menggerakkan pompa untuk menyalurkan oli menuju sistem power steering.

Seiring perkembangan zaman, power steering hidrolik mengalami inovasi, yakni pemasangan speed sensitive steering. Dengan inovasi ini, kelenturan setir dapat disesuaikan dengan kecepatan mobil. Semakin cepat laju mobil, setir akan semakin berat untuk diputar, begitu pula sebaliknya, ketika laju mobil melambat, setir akan semakin mudah untuk diputar. Hal ini bisa menjaga mobil tetap stabil saat sedang melaju.

Jenis power steering hidrolik adalah jenis yang paling banyak digunakan dalam dunia otomotif, mulai dari truk besar sampai mobil biasa.

Power Steering Elektrik

Berbeda dengan sistem hidrolik yang menggunakan fluida berupa oli, power steering elektrik menggunakan motor elektrik atau komputer untuk memudahkan perputaran setir. Selain itu, sensitivitas setir dapat disesuaikan langsung dengan kecepatan laju mobil. Hal inilah yang menggambarkan kepraktisan dan kecanggihan power steering elektrik.

Kelebihan dan Kekurangan

Sistem hidrolis memiliki keunggulan pada kekuatannya. Sementara itu, power steering hidrolis sangat mudah dirawat dan dijual dengan harga yang cenderung murah. Akan tetapi, power steering hidrolis berpotensi untuk membebani mesin sehingga bahan bakar bisa terkuras lebih boros. Ditambah lagi, selang oli pada sistem hidrolis bisa bocor dan menyebabkan kerusakan.

Di sisi lain, sistem elektrik yang tidak menggunakan pompa dan selang, menerapkan kinerja yang lebih efektif daripada sistem hidrolis. Sistem elektrik tidak menguras bahan bakar secara berlebihan dan mudah juga untuk dirawat. Sayangnya, komponen-komponennya rentan terhadap air. Selain itu, power steering elektrik rata-rata hanya tahan sampai usia lima tahun atau 100,000 KM.

Selain power steering hidrolik dan elektrik, ada pula jenis yang menerapkan kombinasi keduanya. Perpaduan hidrolik dan elektrik menciptakan jenis power steering elektro-hidrolik atau sering juga disebut semi-elektrik.

Jenis ini menerapkan dua sistem kerja secara bersamaan. Pompa power steering tidak langsung terhubung dengan mesin, melainkan disokong oleh pompa elektrik.

Sekarang, Sahabat sudah tahu kan perbedaan power steering hidrolik dan power steering elektrik. Keduanya punya kelebihan dan kekurangannya sendiri-sendiri. Dalam memilih power steering, sebaiknya Sahabat menyesuaikan spesifikasinya dengan kapasitas Sahabat dalam merawat mobil. Ini penting, lho. Kalau spesifikasinya berbeda, pastinya perawatannya pun bakal berbeda-beda juga.

Jangan menyepelekan power steering, Sahabat. Perangkat ini bisa membantu kamu sewaktu parkir atau belok dengan laju kecepatan yang rendah. Bayangin, coba, kalau mobil kamu lagi kena macet di tanjakan, dan pas banget berhenti di tikungan. Wah, makanya, pakai power steering!

Baca juga : Penyebab Rusaknya Power Steering Mobil 

Tips Sahabat Lainnya
jenis sim di indonesia dan syarat pembuatannya
Jenis SIM di Indonesia Serta Syarat dan Peruntukanya
Setiap pengendara kendaraan bermotor di Indonesia wajib memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) sesuai jenis kendaraan yang digunakan. SIM bukan hanya menjadi bukti legalitas berkendara, tetapi juga menun
SIM A Untuk Pengendara Apa
SIM A Untuk Pengendara Apa? Ini Jenis Kendaraan yang Boleh Dikemudikan
SIM A adalah jenis Surat Izin Mengemudi yang diperuntukan bagi pengendara kendaraan roda empat berupa mobil penumpang maupun mobil barang perseorangan dengan total berat kendaraan tidak melebihi 3.500
Oli Mesin, Gardan, dan Transmisi Daihatsu Gran Max
Rekomendasi Oli Mesin, Gardan, dan Transmisi Daihatsu Gran Max
Memilih oli yang tepat untuk Daihatsu Gran Max sangat penting agar performa kendaraan tetap optimal, baik untuk kebutuhan harian maupun operasional bisnis.Daihatsu Gran max terdiri dari dua jenis yait
Oli untuk Daihatsu Sigra
Oli untuk Daihatsu Sigra dan Kapasitasnya untuk Perawatan Mesin Optimal
Menjaga performa mesin tetap prima adalah hal penting bagi pemilik Daihatsu Sigra. Salah satu kunci utamanya adalah penggunaan oli mesin yang tepat, baik dari segi jenis, kekentalan, maupun kapasitas.
Semua Hak Dilindungi Undang-Undang @Hak Cipta 2026 PT Astra Daihatsu Motor | Daihatsu Sahabatku
Kebijakan Privasi
Hubungi Kami