Tips Sahabat

Ada 5 Indikasi Ban Tubeless Kerap Mengalami Tekanan Udara Menurun

10 April 2025
Ada 5 Indikasi Ban Tubeless Kerap Mengalami Tekanan Udara Menurun

JAKARTA, Maret 2025, Perhatikan kondisi aktual ban, pastikan tekanan udara ban sesuai dengan spesifikasi yang direkomendasikan pabrikan.

Tidak terkecuali ban tubeless, Sahabat Daihatsu pasti tahu sederet kelebihan yang ditawarkan ban model ini. Sayangnya, beberapa pengguna seringkali juga mengeluhkan ban tubeless kendaraan mereka yang sering kempes.

Berikut 5 Indikasi terjadinya Ban bocor halus, antara lain: 

1. Tertusuk Benda Tajam

Walau lebih tahan bocor dibandingkan dengan ban konvensional, tetapi sebetulnya ban tubeless tidak sepenuhnya kebal terhadap benda tajam.  Pasalnya, benda tajam seperti paku, kaca, atau batu tajam tetap dapat menembus ban dan menyebabkan kebocoran udara.

Umumnya benda tajam yang menusuk ban bisa tetap menancap dan tanpa disadari akan menyebabkan bocor halus. Oleh karena itu, jika mengetahui ada benda tajam yang tertancap pada ban, sebaiknya langsung segera lepaskan dan ditambal sebelum terjadi bocor halus.             

2. Bocor Halus

Kondisi bocor halus di mana ban kehilangan udara secara perlahan tanpa ada kerusakan yang terlihat jelas. Bocor halus sering kali sulit dideteksi karena lubang atau retakan sangat kecil. 

Kawat ban yang rusak atau bengkok dapat menyebabkan bocor halus. Kawat ini berada di dalam dinding ban dan berfungsi sebagai penopang struktur ban. Dengan begitu, saat rongga struktur yang melebar, ban bisa kekurangan angin.

3. Permukaan Menipis

Permukaan ban tubeless yang botak dapat menjadi salah satu penyebab ban sering kempes. Alasannya, ban yang sudah botak akan memiliki permukaan yang tipis dan menyebabkan rongga melebar di sela-sela kawat ban.Selain itu, ban botak tak hanya rawan kempes dan bocor, tapi juga menyimpan bahaya besar bagi keselamatan saat berkendara. Permukaan ban yang halus akibat terkikis ini bagaikan bom waktu yang siap meledak kapan saja.

4. Kondisi Ban Getas

selain permukaan ban sudah botak, ada masalah lain yang perlu diketahui. Tepatnya, saat ban sudah melewati masa pakai sehingga karet ban getas. Karet ban yang getas membuat ban kendaraan rentan bocor halus, terutama pada bagian yang botak.

Hal ini terutama terjadi pada ban yang sudah tua atau sering terpapar sinar matahari dan cuaca ekstrem. Selain itu, ban getas akan menyebabkan berkendara menjadi tidak nyaman karena kondisi ban yang sudah tidak empuk lagi.

Baca Juga: 4 Tips Merawat Ban Tubeless Agar Performa Tetap Bagus

5. Pentil Udara Rusak

Perhatikan kondisi pentil udara secara aktual. Bila peranti ini rusak atau longgar juga dapat menjadi sumber kebocoran. Misalnya saja ketika pentil retak atau kotor yang akhirnya bisa menyebabkan udara keluar dari ban. Selain itu, tutup pentil yang hilang atau tidak terpasang dengan baik juga bisa menjadi penyebab bocor halus. 

       Caranya mudah untuk pengecekan. Cukup dengan cara mengoleskan air di ujung pentil. Jika terdapat angin yang menghasilkan gelembung udara, bisa terjadi kerusakan atau pentil kendur.

Tips Sahabat Lainnya
Lokasi SIM Keliling Surabaya Terbaru
Lokasi SIM Keliling Surabaya Terbaru Oktober 2026
Bagi warga Surabaya yang masa berlaku Surat Izin Mengemudi (SIM)-nya akan habis pada Oktober 2026, layanan SIM Keliling menjadi solusi praktis untuk memperpanjang SIM tanpa harus mengantre lama di Sat
Penyebab Kunci Mobil Tidak Bisa Diputar dan Solusinya Ternyata Mudah
Penyebab Kunci Mobil Tidak Bisa Diputar dan Solusinya Ternyata Mudah
Pernah mengalami kunci mobil tidak bisa diputar saat terburu-buru berangkat? Kunci sudah masuk ke lubang kontak, tetapi tidak mau bergerak sama sekali atau terasa sangat keras. Situasi ini memang biki
blokir stnk mobil
Cara Blokir STNK Mobil Online dan Via Samsat
Blokir STNK penting dilakukan bagi Anda yang baru saja menjual mobil. Tindakan ini bertujuan untuk menghindarkan Anda dari pajak progresif, melindungi dari sanksi tilang , dan hal-hal lainnya berkaita
Servis Berkala 24 Bulan atau 40.000 Km: Apa Saja yang Dicek?
Servis Berkala 24 Bulan atau 40.000 Km: Apa Saja yang Dicek?
Servis berkala pada jarak tempuh 40.000 km atau usia pemakaian 24 bulan merupakan salah satu tahapan perawatan besar yang sangat krusial. Melakukan service berkala 40.000 km secara rutin l, efisien, d
Semua Hak Dilindungi Undang-Undang @Hak Cipta 2026 PT Astra Daihatsu Motor | Daihatsu Sahabatku
Kebijakan Privasi
Hubungi Kami