Filter Udara Mesin vs. Filter Udara Kabin di Mobil: Apa Perbedaannya?
JAKARTA, JANUARI 2026, Udara yang bersih itu terbukti memang sehat. Baik udara sekitar yang Sahabat Daihatsu hirup, ataupun udara yang dikonsumsi mesin saat beroperasi. Itu sebabnya semua mesin mobil membutuhkan filter udara yang bertujuan untuk menyaring kotoran atau partikel kecil di udara yang akan dihirupnya. Sehingga sistem pembakaran pada mesin jauh lebih sempurna.
Makanya kendaraan wajib menggunakan filter, baik itu untuk sistem pembakaran dalam mesin maupun udara yang melewati sistem HVAC (Heating (Pemanasan), Ventilation (Ventilasi), dan Air Conditioning (Pendingin Udara)). Sebuah sistem terintegrasi yang berfungsi untuk mengontrol suhu, kelembaban dan kualitas udara di dalam ruangan kabin atau ruang mesin agar tetap nyaman saat digunakan.
Meskipun sekilas terlihat sangat mirip, sebenarnya ada perbedaan di antara keduanya. Lalu apa fungsi filter-filter ini, dan jika membandingkan filter kabin dengan filter udara, apa perbedaan lainnya? Berikut yang perlu Sahabat Daihatsu ketahui.
Perbedaan Antara Filter Udara Kabin dan Filter Udara Mesin
Kesamaan utama antara filter udara kabin dan filter udara mesin adalah tujuannya. Keduanya dirancang untuk melindungi kendaraan dari debu, kotoran, serbuk sari dan kontamin berbahaya yang dapat masuk melalui sistem pemasukan udara. Berikut detil perbedaan masing-masing:
1. Lokasi Pemasangan
Perbedaan utama antara kedua jenis filter ini terletak pada lokasinya di dalam mobil. Filter udara mesin dapat ditemukan di dekat bagian depan kendaraan atau di bawah kap mesin. Sedangkan filter udara kabin biasanya ditemukan di dalam kompartemen penumpang, umumnya di belakang glove box (laci dashboard depan), di bawah dashboard sisi penumpang, atau di area dekat firewall.
Baca Juga: Cara Mengecek dan Membersihkan Filter Kabin Sendiri
2. Beda Dimensi Ukuran
Perbedaan lain antara kedua filter ini adalah ukurannya. Filter udara mesin umumnya berukuran lebih besar karena volume udara yang harus disaring jauh lebih tinggi. Sementara itu, filter udara kabin sering memiliki lapisan tambahan, seperti karbon aktif, untuk menyaring bau, gas ringan, serta partikel mikro seperti serbuk sari dan alergen.
Sedangkan filter udara kabin, di sisi lain cenderung berukuran jauh lebih kecil dan desainnya lebih sederhana karena perlu dipasang dengan rapi di ruang sempit di dasbor. Meskipun lebih kecil, filter udara kabin sering dirancang untuk menyaring partikel yang lebih kecil seperti serbuk sari dan alergen lainnya. Ditambah lagi filter udara kabin umumnya mengandung karbon penetral bau di dalam lapisannya.
3. Penggantian Filter
Satu perbedaan lagi adalah filter udara mesin seringkali dapat dibersihkan atau diganti dengan relatif mudah di ruang mesin. Sedangkan Filter udara kabin terkadang memerlukan penggantian profesional karena letaknya, misalnya di belakang kompartemen kotak bagasi kabin.
Kapan Filter Udara Harus Diganti?
Untuk filter udara mesin, rekomendasi waktu ganti filter udara mobil idealnya setiap 10.000–20.000 km atau 6–12 bulan. Hal ini akan memastikan bahwa udara bersih cukup melewati mesin kendaraan guna mencegah penurunan kinerja akibat aliran udara yang terbatas. Penting juga untuk memeriksa filter secara teratur dan menggantinya jika terlihat kotor atau rusak.
Sedangkan untuk filter udara kabin biasanya penggantiannya lebih jarang diperlukan, atau tergantung pada iklim dan kondisi mengemudi. Filter ini membantu menjaga ruang penumpang tetap bebas dari polutan dengan menyaring kontaminan, bau tidak sedap atau aroma yang tidak menyenangkan.
Meskipun filter ini tidak memiliki batasan jarak tempuh yang pasti, filter tetap harus diperiksa secara berkala agar Sahabat Daihatsu tahu kapan perlu diganti. Silahkan Sahabat berkonsultasi ke bengkel resmi Daihatsu terdekat.