Tips Menghemat BBM Saat Perjalanan Jauh
Perjalanan jauh menggunakan mobil tentunya akan menghabiskan BBM lebih banyak dari biasanya. Otomatis pengeluaran Sahabat bakal bertambah, namun hal tersebut bisa ditekan dengan cara menghemat BBM dengan melakukan beberapa hal yang mampu menekan konsumsi BBM di perjalanan.
Ada beberapa factor yang akan dibahas di artikel kali dalam hal penghematan BBM mobil, seperti menjaga kecepatan mobil, gaya berkendara, dan lain sebagainya.
Kebiasaan di Jalan Lebih Menentukan daripada yang Dikira
Banyak orang mengira boros atau tidaknya mobil hanya soal mesin. Padahal cara kita menginjak pedal ikut menentukan. Menurut Oak Ridge National Laboratory (ORNL), lembaga riset di bawah Departemen Energi Amerika Serikat, gaya mengemudi agresif dapat menurunkan efisiensi bahan bakar sekitar 15 sampai 30 persen pada kecepatan jalan raya. Artinya, dua pengemudi dengan mobil yang sama bisa menghabiskan jumlah bensin yang sangat berbeda di rute yang sama.
Jadi sebelum memikirkan modifikasi atau aditif, mulailah dari hal yang paling mudah dikendalikan, yaitu gaya berkendara Anda sendiri. Berikut tujuh langkahnya.
1. Jaga Kecepatan Tetap Stabil
Mesin bekerja paling efisien saat kecepatan konstan. Setiap kali Anda menambah kecepatan lalu menurunkannya lagi, mesin harus bekerja ekstra untuk mengejar momentum yang hilang. Di jalan tol yang lengang, pilih kecepatan yang nyaman dan sesuai batas yang berlaku, lalu pertahankan. Selain lebih irit, perjalanan juga terasa lebih tenang dan tidak melelahkan.
2. Hindari Akselerasi dan Pengereman Mendadak
Menginjak gas dalam-dalam saat lampu hijau menyala atau mengerem keras di detik terakhir adalah dua kebiasaan yang diam-diam menguras bensin. Biasakan membaca situasi di depan. Kalau terlihat lampu merah atau kendaraan melambat jauh di depan, angkat kaki dari pedal gas lebih awal dan biarkan mobil melaju pelan dengan sendirinya. Pengereman jadi lebih halus, bensin lebih hemat, dan kampas rem pun lebih awet.
3. Pastikan Tekanan Ban Sesuai Rekomendasi Pabrikan
Ban yang kurang angin membuat mobil terasa lebih berat untuk digerakkan, sehingga mesin butuh tenaga lebih besar. Sebelum berangkat, cek tekanan semua ban, termasuk ban cadangan. Angka yang tepat biasanya tertera di stiker pada pilar pintu pengemudi atau di buku manual, bukan angka maksimum yang tercetak di dinding ban. Ban dengan tekanan yang pas juga lebih aman dan lebih stabil di kecepatan tinggi.
4. Kurangi Beban Barang yang Tidak Diperlukan
Kita sering membawa barang "jaga-jaga" yang akhirnya tidak terpakai sepanjang perjalanan. Semakin berat muatan, semakin besar tenaga yang dibutuhkan mesin. Coba periksa bagasi dan kabin sebelum berangkat, lalu turunkan barang yang memang tidak perlu. Kalau Anda memakai roof box, pertimbangkan juga apakah benar-benar dibutuhkan, karena kotak di atap menambah hambatan angin saat mobil melaju kencang.
5. Pastikan Kondisi Mesin dan Lakukan Servis Berkala
Mesin yang terawat akan membakar bahan bakar dengan lebih sempurna. Pastikan oli sesuai spesifikasi, filter dalam kondisi baik, dan busi tidak bermasalah. Lakukan servis berkala sesuai jadwal di buku panduan Daihatsu, terutama sebelum perjalanan jauh. Jangan abaikan juga lampu peringatan di dasbor, karena masalah kecil yang dibiarkan bisa berujung pada konsumsi BBM yang makin boros dan perbaikan yang lebih mahal.
6. Gunakan AC Secara Bijak
AC memang menyelamatkan kenyamanan, apalagi di jalur yang panas, tetapi kompresornya ikut mengambil tenaga mesin. Tidak perlu dimatikan sepenuhnya. Cukup atur suhu di tingkat yang nyaman, bukan yang paling dingin, dan gunakan kecepatan kipas secukupnya. Saat udara di luar sedang sejuk, misalnya di jalur pegunungan atau saat hujan, Anda bisa membuka jendela atau memakai ventilasi biasa sejenak. Di kecepatan tinggi, bagaimanapun, membuka jendela lebar-lebar justru menambah hambatan udara, jadi gunakan AC secara wajar.
7. Rencanakan Rute untuk Menghindari Kemacetan
Terjebak macet berarti mesin menyala tetapi mobil nyaris tidak bergerak, dan itu pemborosan murni. Sebelum berangkat, cek kondisi lalu lintas lewat aplikasi peta, lalu pilih rute dan jam keberangkatan yang paling lancar. Berangkat lebih pagi atau menghindari jam sibuk sering kali menghemat bensin sekaligus waktu. Rencanakan juga titik istirahat dan SPBU di jalur yang akan dilewati supaya Anda tidak perlu memutar atau mencari-cari saat tangki hampir kosong.
Baca Juga: Pilih Macet Jarak Dekat atau Jauh tapi Lancar di Perjalanan? Simak Plus Minusnya
Hemat BBM Dimulai dari Persiapan
Perjalanan jauh yang irit tidak butuh trik rumit. Cukup jaga kecepatan, berkendara dengan halus, pastikan ban dan mesin dalam kondisi prima, bawa seperlunya, gunakan AC dengan bijak, dan susun rute dengan cermat. Kalau semuanya dilakukan bersama-sama, hasilnya akan terasa di struk SPBU Anda.
Terakhir, agar penghematan Anda terukur dan bukan sekadar perasaan, biasakan mencatat dan menghitung konsumsi BBM mobil Anda secara berkala. Dari situ Anda bisa melihat seberapa besar perubahan yang dihasilkan oleh kebiasaan baru di jalan.