Tips Sahabat

Hal yang Perlu Sahabat Ketahui tentang Airbag

09 April 2025
airbag

Dalam berkendara, Sahabat perlu memastikan satu hal, yakni keamanan. Selain AC, radio, jok mobil sebagai penunjang kenyamanan saat berkemudi, Sahabat juga harus memperhatikan perlengkapan mobil lainnya yang menunjang keselamatan dan keamanan. Faktor tersebut dapat didukung oleh fitur-fitur seperti seatbelt, alarm, dan airbag.

Airbag bisa juga disebut kantung udara. Kantung ini mengandung udara yang bertujuan untuk mengurangi dampak dari benturan keras saat kecelakaan. Alih-alih membentur dashboard atau setir mobil, penumpang dan pengemudi bakal membentur kantung udara. Nah, berikut ini adalah hal-hal utama yang patut Sahabat ketahui soal airbag. Yuk, simak!

Siapa Penemu Airbag?

Dapat dibilang, penemu kantung udara cukup susah untuk ditentukan. Beberapa sumber bilang si A, yang lain bilang si B. Namun, secara garis besar, kantung udara disukseskan oleh dua pelopor utama. Meskipun kantung udara sudah ditemukan pada akhir 1960-an, sistem kantung udara sudah ada sejak 1950-an. Walter Linderer, seorang asal Jerman, mematenkan sistem kerja kantung udara lewat konsep udara yang dikompres. Sistem ini akan bekerja saat bumper membentur sesuatu atau pengemudi sendiri yang mengaktifkan secara manual. Nah, sistem ini dinilai kurang efektif karena lambannya pengisian udara dalam bantalan.

Melengkapi kekurangan Linderer, Allen Breed menjadi orang pertama yang menerapkan sistem sensor dan keamanan pada 1968. Inilah sistem airbag elektromekanik pertama di dunia yang menjadi pelopor industri sistem keamanan.

Sistem airbag pada kendaraan sempat mengalami vakum setelah 1975 dan 1976. Masa istirahat ini berakhir ketika Ford Tempo membawa airbag kembali ke pasar pada 1984. Bahkan, pabrik mobil asal Amerika Serikat, Chrysler, mewajibkan kantung udara sebagai perangkat dasar sebuah mobil pada 1988.

Selanjutnya, tahun 1994, TRW mengeluarkan airbag yang bisa digelembungkan oleh gas pertama. Sistem ini kemudian diterapkan kepada hampir semua kendaraan sejak 1988. Sekarang ini, Daihatsu All New Sirion tidak hanya menerapkan sistem kantung udara di bagian dasbor, namun juga di samping.

Bagaimana Cara Kerja Airbag?

Komponen penyusun airbag adalah nilon tipis dengan lubang-lubang kecil. Dari lubang tersebut, gas yang mengakibatkan airbag akan keluar dan kantung udara bakal menipis perlahan-lahan. Ketika sensor pada mobil mendeteksi benturan keras, sensor tersebut akan mengirim sinyal agar airbag segera mengembang.

Sistem pengembangan airbag mereaksikan Natrium Azira (NaN3) dengan Kalium (KNO3). Reaksi tersebut bakal menghasilkan Nitrogen. Kemudian ledakan Nitrogen akan mengembangkan kantung udara untuk melindungi pengemudi dan penumpang di daerah kepala, leher, serta dada. Kantung udara bakal meminimalisasi dampak kecelakaan.

Saat airbag mengembang, Sahabat akan melihat gumpalan asap memenuhi mobil. Tidak usah panik. Gumpalan asap tersebut sebetulnya hanyalah tepung jagung atau bedak talkum yang bertugas untuk membuat kantung udara tidak lengket saat terlipat. Keadaan lengket tentu akan membuat kantung udara sulit untuk mengembang ketika kecelakaan terjadi.

Airbag? Tidak akan Mengembang Jika?

Ternyata, airbag memang tidak dirancang untuk mudah mengembang. Jika mudah mengembang, kantung udara justru akan membahayakan pegemudi dan penumpang. Bayangkan, kalau macet bikin kamu kesal, terus kamu memukul dasbor, dan tiba-tiba airbag mengembang. Wah! Bisa-bisa cedera tiba-tiba.

Kantung udara tidak akan mengembang jika mobil bertubrukan dengan benda yang bergerak/bergeser karena energi untuk menghidupkan sensor tidak begitu kuat. Selain itu, airbag juga berpotensi tidak akan mengembang kalau hanya bagian tengah mobil yang menabrak pohon atau tiang. Biasanya, sensor terletak di bagian depan kanan dan kiri. Intinya, kalau sensor tidak mendeteksi adanya tabrakan atau kecelakaan, airbag tidak akan mengembang.

Nah, untuk memaksimalkan keamanan, Sahabat perlu mengenal spesifikasi perlengkapan airbag di mobil sendiri. Dengan mengenal lebih jauh, Sahabat tentunya bisa lebih nyaman karena aman saat berkendara. Hal yang paling penting lagi adalah, jangan lupa baca buku petunjuk kendaraan!

Baca juga : Airbag Mobil, Meningkatkan Proteksi Berkendara 

Tips Sahabat Lainnya
Mengapa Harus Mematikan Mesin Saat Isi BBM di SPBU? Ini Alasannya
Mengapa Harus Mematikan Mesin Saat Isi BBM di SPBU? Ini Alasannya
Kala masuk ke SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum, Red), Anda  melihat tanda peringatan keselamatan yang mengingatkan pengemudi untuk mematikan mesin saat proses pengisian bahan bakar berlan
Bahaya Jalanan Terkena Tumpahan Solar bagi Pengendara, Ini Cara Menghadapinya
Bahaya Jalanan Terkena Tumpahan Solar bagi Pengendara, Ini Cara Menghadapinya
Sahabat, pernah membayangkan jalan raya yang biasanya bisa dilalui dengan mulus tiba-tiba berubah menjadi licin seperti kolam sabun? Itulah yang terjadi ketika solar tumpah di aspal. Bukan sekadar bik
Mobil Keluarga Paling Irit BBM untuk Perjalanan Harian dan Liburan
Mobil Keluarga Paling Irit BBM untuk Perjalanan Harian dan Liburan
Memilih mobil keluarga bukan cuma soal kapasitas kursi, tapi juga soal berapa banyak biaya yang harus dikeluarkan setiap kali mengisi bahan bakar. Untuk penggunaan harian di dalam kota maupun perjalan
Pilih Macet Jarak Dekat atau Jauh tapi Lancar di Perjalanan? Simak Plus Minusnya
Pilih Macet Jarak Dekat atau Jauh tapi Lancar di Perjalanan? Simak Plus Minusnya
Saat berkendara, Sahabat mungkin pernah dihadapkan pada dua pilihan rute: melewati jalan yang lebih dekat tetapi berpotensi macet, atau memilih jalur yang lebih jauh dengan lalu lintas yang relatif la
Semua Hak Dilindungi Undang-Undang @Hak Cipta 2026 PT Astra Daihatsu Motor | Daihatsu Sahabatku
Kebijakan Privasi
Hubungi Kami