Kenapa Rem Mobil Berbunyi Setelah Melewati Jalan Basah?
Pernahkah Sahabat mendengar bunyi berdecit atau menggerung dari roda saat menginjak pedal rem sesudah melewati genangan atau jalan yang baru diguyur hujan? Kondisi rem mobil berbunyi saat jalan basah memang cukup sering dialami pengemudi, terutama di musim hujan. Wajar jika Sahabat jadi khawatir, apalagi rem adalah komponen yang menyangkut keselamatan.
Kabar baiknya, dalam banyak kasus bunyi ini bukan pertanda kerusakan. Namun, ada juga situasi ketika bunyi tersebut menjadi sinyal bahwa rem perlu diperiksa. Mari kenali penyebabnya, cara membedakan bunyi yang normal dan yang berbahaya, serta langkah penanganannya.
Penyebab Rem Mobil Berbunyi saat Jalan Basah
Sistem rem bekerja lewat gesekan antara kampas dan piringan cakram (atau tromol). Ketika air masuk ke dalam sistem tersebut, kondisi gesekannya ikut berubah. Berikut beberapa penyebab yang paling umum:
1. Lapisan Air Tipis pada Piringan Cakram
Setelah roda melewati genangan, permukaan piringan cakram terlapisi air. Saat pedal rem diinjak, kampas lebih dulu harus menyapu lapisan air ini sebelum mencengkeram permukaan logam. Proses penyapuan inilah yang kerap menimbulkan bunyi desis, decit, atau gesekan halus, dan biasanya hilang setelah beberapa kali pengereman.
2. Karat Tipis pada Piringan Cakram
Piringan cakram umumnya terbuat dari besi cor yang mudah berkarat jika terkena air. Setelah terkena hujan atau genangan, lapisan karat tipis bisa muncul dalam waktu singkat, bahkan hanya dalam hitungan jam jika mobil diparkir. Saat rem diinjak, kampas mengikis karat itu dan menghasilkan bunyi menggerus yang terdengar kasar. Karat tipis ini akan terkikis bersih setelah mobil dipakai berkendara dan rem digunakan beberapa kali.
3. Serbuk Kampas dan Kotoran Bercampur Air
Jalan basah membawa pasir, lumpur, dan kerikil halus. Partikel ini bisa terselip di antara kampas dan cakram, lalu bercampur dengan serbuk kampas yang lembap. Hasilnya adalah bunyi berdecit atau berderit yang terdengar setiap kali pedal rem diinjak. Bila partikel terjebak cukup lama, permukaan cakram bisa tergores.
4. Kampas dan Cakram dalam Kondisi Dingin dan Lembap
Kampas rem bekerja paling optimal pada suhu tertentu. Saat suhu komponen turun karena terkena air, material kampas lebih keras untuk sementara dan koefisien geseknya berubah. Akibatnya, rem terasa agak kurang pakem dan sedikit berbunyi di pengereman awal. Setelah suhu kembali normal oleh gesekan, bunyi dan kesan kurang pakem ini umumnya menghilang. Walau begitu material kampas rem juga bisa berpengaruh terhadap kondisi tersebut, maka dari itu pastikan mobil Sahabat menggunakan kampas rem berkualitas.
5. Air di Dalam Tromol pada Rem Belakang
Pada mobil yang memakai rem tromol di roda belakang, air dapat masuk dan menggenang di dalam tromol. Selama masih basah, gesekan sepatu rem dengan tromol terasa tidak halus dan bisa menimbulkan bunyi atau sensasi rem yang berbeda sampai air menguap.
Normal atau Tidak? Kenali Perbedaannya
Agar Sahabat tidak keliru menilai, perhatikan perbandingan berikut:
Umumnya masih wajar jika:
- Bunyi hanya muncul sesaat setelah melewati genangan atau hujan deras.
- Bunyi hilang sendiri setelah beberapa kali menginjak rem.
- Pedal rem tetap terasa normal, tidak lebih dalam dan tidak bergetar.
Perlu diwaspadai jika:
- Bunyi menggerung atau suara logam bergesek terus muncul meski jalan sudah kering.
- Pedal rem terasa lebih dalam, bergetar, atau mobil terasa kurang pakem.
- Muncul bau terbakar setelah mengerem.
- Lampu indikator rem menyala di dashboard.
Jika gejala yang kedua ini terjadi, kemungkinan kampas rem sudah menipis. Pelajari lebih lanjut ciri kampas rem mobil habis agar Sahabat bisa mengambil tindakan sebelum kerusakan merembet ke piringan cakram dan komponen lainnya.
Cara Mengatasi Rem Berbunyi Setelah Melewati Jalan Basah
Sahabat bisa melakukan langkah sederhana berikut untuk mengeringkan rem dan meredam bunyi:
- Injak rem ringan beberapa kali. Setelah keluar dari genangan, injak pedal rem secara lembut dan berulang selama beberapa detik pada kecepatan rendah. Gesekan ini membantu menguapkan air dan membersihkan permukaan cakram.
- Kurangi kecepatan dan beri jarak. Selama rem belum benar-benar kering, daya pengeremannya bisa sedikit berkurang. Perbesar jarak dengan kendaraan di depan.
- Hindari mengerem mendadak. Pengereman keras di kondisi basah membuat roda lebih mudah selip dan beban kampas lebih berat.
- Jangan menerobos genangan setelah mengerem panjang. Cakram yang panas lalu terkena air dingin secara tiba-tiba berisiko mengalami perubahan suhu ekstrem yang tidak baik bagi komponen.
- Bersihkan bagian kolong dan roda. Cuci mobil setelah melewati jalan berlumpur atau banjir agar pasir dan kotoran tidak menumpuk di area rem.
Kapan Harus Memeriksakan Rem ke Bengkel?
Segera periksakan rem ke bengkel resmi apabila bunyi tidak kunjung hilang setelah mobil dipakai berkendara di jalan kering, bunyi terdengar seperti logam bergesek, atau pedal rem berubah rasanya. Menunda pemeriksaan dapat membuat piringan cakram tergores dan memperpanjang jarak pengereman, sehingga risiko kecelakaan meningkat.
Jaga Keselamatan Berkendara Bersama Daihatsu
Rem mobil berbunyi saat jalan basah sering kali hanya reaksi sementara dari air, karat tipis, atau kotoran, dan akan hilang dengan sendirinya. Meski begitu, Sahabat tetap perlu peka terhadap perubahan bunyi dan rasa pedal rem, karena rem adalah kunci keselamatan Sahabat dan keluarga di jalan, terutama saat musim hujan.
Percayakan pemeriksaan rem mobil Sahabat kepada teknisi berpengalaman di bengkel resmi Daihatsu. Kunjungi daihatsu.co.id sekarang juga untuk informasi layanan servis berkala dan jaga performa rem tetap optimal di setiap perjalanan.