Logo Daihatsu
Menu

Mengenal Kopling Mobil, Cara Kerja hingga Perawatannya

Otomotif

2020-12-03

kopling mobil

Kopling mobil adalah salah satu bagian penting dalam mobil. Apalagi, jika mobil Sahabat memakai transmisi manual. Fungsi kopling sendiri adalah untuk menghubungkan antara poros engkol dengan gigi transmisi mobil.

Fungsi lainnya dari bagian mobil ini adalah memindahkan tenaga mesin ke transmisi gigi. Nantinya, tenaga yang dipindahkan kopling itu akan diolah menjadi tingkat kecepatan yang bisa disesuaikan sesuai kebutuhan.

Pada artikel ini, akan kami jelaskan beberapa hal terkait kopling mobil. Mulai dari cara kerja hingga perawatannya. Siapa tahu hal-hal itu bisa bikin Sahabat mengenal lebih dekat komponen mobil satu ini.

Cara Kerja Kopling Mobil

Mari kita mulai pembahasan soal kopling mobil dari cara kerjanya. Secara garis besar, cara kerja kopling mobil adalah memutus atau menyambung tenaga dari mesin ke transmisi gigi.

Cara kerja kopling mobil sendiri terjadi pada dua kondisi berbeda. Saat kopling tidak ditekan, serta saat kopling ditekan adalah dua kondisi tersebut.

Saat Kopling Mobil Tidak Ditekan

Di kondisi ini, kopling mobil akan bekerja dengan cara menghubungkan langsung antara putaran mesin dengan transmisi. Pada kondisi ini, release bearing pada kopling tidak menekan pegas clutch cover.

Hal tersebut membikin plat penekan pada clutch cover melakukan tekanan, serta jepitan pada clutch disc. Bila itu terjadi, maka tenaga pada mesin akan langsung terhubung pada transmisi.

Saat Kopling Mobil Ditekan

Kalau pada kondisi ini, kopling mobil akan memutus putaran dari mesin ke transmisi. Jadi, transmisi tak akan merasakan langsung tekanan dari mesin mobil.

Dalam kondisi ini, release bearing menekan bagian clutch cover. Akibatnya, plat penekan pun terangkat dan tidak bisa menekan clutch disc. Karena hal tersebutlah yang bikin tenaga mesin tak sampai ke transmisi.

Komponen Pada Kopling Mobil

Seperti bagian mobil lainnya, kopling mobil juga punya beberapa komponen di dalamnya. Ada sekitar delapan komponen pada kopling. Kedelapan komponen itu adalah:

Pedal Kopling : merupakan komponen kopling yang berfungsi untuk memutus atau menyambungkan kopling.

Release Bearing : adalah komponen yang berfungsi untuk menekan komponen clutch cover.

Clutch Cover : komponen yang ditekan oleh release bearing. Fungsi utamanya sendiri adalah menekan clutch disc agar bisa menyalurkan tenaga mesin ke transmisi dan clutch disc sendiri.

Release Fork : komponen bernama lain garpu pembebas ini berfungsi sebagai penekan release bearing. Nantinya, release bearing itu akan menekan dan menempel pada clutch cover.

Clutch Disc : kalau yang satu ini merupakan tempat untuk meneruskan atau memutus tenaga. Khususnya, tenaga dari mesin ke clutch cover dan transmisi.

Power Clutch : komponen bernama lain master kopling bawah ini fungsinya adalah untuk mengubah tekanan hidrolik menjadi gerak mekanik.

Master Clutch : berbanding terbalik dengan komponen lainnya, komponen ini justru mengubah tenaga mekanik menjadi hidrolik.

Flywheel : ada dua fungsi dari komponen ini. Pertama, sebagai penerus putaran mesin. Dan kedua, sebagai dudukan untuk komponen clutch cover, serta clutch disc.

Setelan Kopling Mobil yang Benar

Untuk bisa menghasilkan cara kerja yang maksimal, kopling mobil harus punya setelan yang benar. Semakin benar setelan kopling, maka perpindahan tenaga dari mesin ke transmisi akan semakin mudah.

Ada dua cara yang bisa dilakukan, guna menghasilkan setelan kopling mobil yang benar. Keduanya adalah menyetel ketinggian pedal kopling, serta mengatur jarak bebas pada pedal mobil.

Pedal sendiri merupakan komponen penting dalam menentukan setelan kopling mobil yang benar. Maka tak heran, bila dua cara untuk menghasilkan setelan kopling tersebut sangat bertumpu pada pedal kopling. Jika Sahabat ingin tahu lebih detail soal kedua cara menghasilkan setelan kopling mobil yang benar, Sahabat bisa membaca artikel berikut ini.

Cara Merawat Kopling Mobil

Merawat kopling mobil adalah wajib hukumnya. Melakukan hal tersebut sama dengan memperpanjang umur kopling, serta membuat performanya tetap konsisten.

Merawat kopling mobil sendiri tidaklah terlalu sulit. Sahabat hanya perlu melakukan cara-cara yang akan kami sampaikan sebagai berikut!

Meminimalisasi Penggunaan Setengah Kopling Saat Mengemudi

Salah satu kebiasaan buruk pengemudi dalam memakai kopling adalah memakai setengah kopling. Kalau Sahabat adalah salah satu pengemudi tersebut, mohon untuk mengurangi kebiasaan tersebut.

Melakukan kebiasaan tersebut hanya akan kampas kopling cepat habis. Biar dibiarkan, hal itu tentu akan berdampak buruk pada kopling mobil secara jangka panjang.

Kalaupun terpaksa melakukannya, usahakan untuk melakukan hal tersebut saat suhu kopling mulai menurun.

Jangan Memaksakan Mobil untuk Menerjang Banjir

Selain membuat mobil kotor dan rentan berkarat, air banjir juga rupanya bisa memberi dampak buruk pada kopling mobil. Salah satu dampak buruknya adalah membuat sistem kopling terganggu akibat masuknya air banjir ke dalamnya.

Sebisa mungkin untuk tidak memaksakan diri untuk menerjang banjir. Kecuali, kalau mobil Sahabat sudah dilengkapi automatic transmission.

Lakukanlah Pemeriksaan Volume Minyak Pada Rem

Volume minyak pada rem cukup berpengaruh pada kinerja kopling mobil. Pastikan agar volume minyaknya ada dalam kadar normal. Bila tidak, Sahabat bisa melakukan penambahan atau pengurangan volume minyak tersebut.

Volume minyak yang berlebih sendiri bisa menimbulkan dampak negatif. Satu di antaranya adalah bikin kopling mobil blong.

Lakukanlah Penyetelan Pada Celah Kopling

Kopling mobil akan sering berubah kondisi, bila rutin digunakan. Hal itu juga berpengaruh pada berubahnya celah kopling mobil. Untuk itulah, sering-seringlah melakukan penyetelan pada celah kopling, bila dirasa ada yang berubah dari celah tersebut.

Selain agar posisi celah kopling tidak banyak berubah, melakukan penyetelan pada celah kopling juga bisa bikin transisi energi dari mesin ke transmisi lancar, serta bikin Sahabat nyaman saat menggunakan kopling.

Langkah penyetelan sendiri tidaklah terlalu sulit. Sahabat hanya perlu memutar mur penyetel ke arah yang diinginkan. Mur penyetel sendiri letaknya persis di bagian master silinder bawah.

Jangan Biarkan Mobil Tidak Dipakai dalam Waktu Lama

Selain membuat mobil rentan akan kerusakan, membiarkan mobil tidak dipakai dalam waktu lama juga berdampak buruk pada kopling. Melakukan hal itu bakal bikin kopling menjadi keras saat hendak digunakan.

Oleh karenanya, sering-seringlah untuk mengoperasikan mobil Sahabat. Jika Sahabat tidak ada kesibukan, Sahabat bisa memanaskan mobil sambil mengelilingi kompleks atau tempat tinggal Sahabat.

Jangan lupa untuk mencoba menggunakan kopling mobil Sahabat, selama mengoperasikan mobil Sahabat. Pastikan koplingnya masih bisa dipakai dengan baik.

Kopling mobil adalah salah satu bagian penting dalam mobil. Apalagi, jika mobil Sahabat memakai transmisi manual. Fungsi kopling sendiri adalah untuk menghubungkan antara poros engkol dengan gigi transmisi mobil.

Kopling sendiri memiliki cara kerja, komponen, setelan, serta cara perawatannya sendiri. Semua itu telah kami jelaskan di artikel ini. Semoga bisa menambah wawasan, serta bikin Sahabat lebih perhatian soal salah satu bagian penting mobil transmisi manual itu.

Penulis: Anggie Warsito


Tag

Otomotif

Share This

Tips Sahabat

thumbnail

SIM A Untuk Pengendara Apa? Ini Syarat Membuatnya!

2024-01-31

SIM merupakan surat izin yang wajib dimiliki oleh setiap pengendara kendaraan bermotor ketika beroperasi di jalanan. SIM sendiri berfungsi sebagai legalitas pengenda

thumbnail

Ini Rute Jakarta Surabaya Naik Mobil Via Trans Jawa Beserta Tipsnya

2020-12-22

Rute Jakarta Surabaya naik mobil adalah pengetahuan yang harus dimiliki Sahabat, jika hendak ke Surabaya naik Jakarta dengan naik mobil. Rute Jakarta Surabaya sendiri di

thumbnail

4 Perbedaan Timing Belt dan Fan Belt Pada Mobil, Yuk Pahami!

2024-02-09

Bagi pemilik mobil, pemahaman tentang perbedaan antara timing belt dan fan belt menjadi suatu hal yang penting. Kedua komponen ini memegang peranan vital dalam kinerja kendaraan. Perbedaan keduanya