Perlukah Mengisi Bensin Full Tank Jika Mobil Jarang Digunakan?
Untuk mobil jarang dipakai, sebaiknya tangki bensin diisi penuh (atau minimal tiga perempat) sebelum mobil diparkir lama, tetapi jangan sampai meluber. Tangki yang penuh menyisakan sedikit ruang udara, sehingga peluang terbentuknya embun, air, dan karat di dalam tangki jauh lebih kecil. Namun, tangki penuh bukan jaminan bebas masalah, karena bensin itu sendiri tetap bisa menurun kualitasnya jika terlalu lama didiamkan.
Ada banyak alasan mobil jarang dipakai misalnya karena berangkat kerja naik KRL, MRT, atau ojek online dan hanya memakai mobil di akhir pekan. Ada juga yang mobilitasnya memang rendah, karena aktivitas sehari-hari tidak menggunakan mobil, dan mobil hanya dipakai liburan saja. Mobil seperti ini sering diparkir berhari-hari, bahkan berminggu-minggu, dengan sisa bensin seadanya. Kebiasaan ini terlihat hemat, tetapi bisa menimbulkan biaya perbaikan di kemudian hari. Maka dari itu penting juga kita memahami cara merawat mobil yang jarang dipakai.
Artikel ini menjelaskan apa yang terjadi di dalam tangki, mana yang lebih baik antara tangki penuh dan kosong, serta langkah praktis merawat sistem bahan bakar.
Apa yang Terjadi di Dalam Tangki Saat Mobil Lama Diam?
Saat mobil jarang dipakai, ada tiga proses yang berjalan pelan-pelan di dalam tangki: pengembunan, karat, dan penuaan bensin.
- Pengembunan (kondensasi).
Ruang kosong di atas permukaan bensin berisi udara yang mengandung uap air. Ketika suhu naik di siang hari dan turun di malam hari, uap air itu mengembun menjadi tetesan air di dinding tangki lalu jatuh ke bensin. Teknisi Astra Daihatsu Motor , Anjar Rosjadi menjelaskan bahwa semakin sedikit bensin, semakin besar ruang kosong dan semakin besar pula potensi air dari proses ini. - Karat.
Air yang mengendap di dasar tangki dapat memicu korosi. Serpihan karat bisa terbawa bensin dan menyumbat filter bensin, membebani pompa bensin, hingga mengganggu karburator atau injektor. Tangki mobil modern umumnya sudah diberi lapisan anti karat, tetapi risikonya tidak hilang sepenuhnya. Pada tangki plastik memang tidak ada karat, namun air yang bercampur bensin tetap mengganggu pembakaran. - Penuaan bensin.
Bensin yang terlalu lama tersimpan perlahan berubah karakternya dan tidak lagi terbakar sebaik bensin segar. Dampaknya biasanya terasa sebagai mesin tersendat, tenaga turun, atau susah dihidupkan. Jika bensin sudah mulai menua, tangki penuh tidak akan memperbaikinya.
Tangki Penuh vs Tangki Kosong: Mana yang Lebih Aman?
Tangki penuh lebih aman untuk mobil jarang dipakai, terutama untuk mencegah air dan karat. Berikut perbandingannya.
|
Aspek |
Tangki penuh (sekitar ¾ sampai penuh) |
Tangki kosong atau sedikit |
|---|---|---|
|
Ruang udara di tangki |
Kecil |
Besar |
|
Risiko embun dan air |
Rendah |
Lebih tinggi |
|
Risiko karat di dinding tangki |
Lebih rendah |
Lebih tinggi, terutama di dasar tangki |
|
Pompa bensin |
Terendam bensin |
Sering terbuka atau bekerja dengan sisa bensin tipis |
|
Penguapan bensin |
Lebih sedikit |
Lebih mudah menguap |
|
Penuaan bensin |
Tetap terjadi pada tangki penuh |
Tetap terjadi pada sisa bensin |
|
Risiko lain |
Tumpah jika diisi sampai meluber |
Mogok kehabisan bensin, indikator bisa kurang akurat |
Mobil yang jarang digunakan sebaiknya tidak dibiarkan dengan tangki bahan bakar hampir kosong dalam waktu lama. American Automobile Association (AAA) menyarankan agar tangki BBM kendaraan yang tidak digunakan dijaga sekitar tiga perempat penuh atau penuh untuk membantu mengurangi ruang udara yang berpotensi mengalami kondensasi. Selain itu, bensin yang disimpan terlalu lama dapat mengalami penurunan kualitas. Meski demikian, kebutuhan pengisian BBM tetap perlu disesuaikan dengan durasi penyimpanan dan petunjuk pabrikan kendaraan.