Logo Daihatsu
Menu

Sejarah Kerajaan Pajajaran, Kerajaan Hindu Terakhir di Jawa

Tips & Trick

2021-03-31

masa kejayaan kerajaan pajajaran

Kerajaan Pajajaran merupakan awal mula keberadaan orang sunda di Pulau Jawa. Keteguhan dalam mempertahankan adat dan budaya yang enggan tunduk terhadap Kerajaan Majapahit menyebabkan budaya sunda masih ada hingga saat ini. Lantas, bagaimana sejarah Kerajaan Pajajaran? Simak ulasan berikut.

Menguak Sejarah Kerajaan Pajajaran

Kerajaan Pajajaran atau bisa dikenal sebagai Kerajaan Sunda merupakan kerajaan hindu yang dibangun sejak 669 masehi oleh Maharaja Tarusbawa. Kerajaan ini terletak di Parahyangan Sunda, Pakuan. 

Pasalnya kerajaan ini merupakan bawahan Kerajaan Tarumanegara yang menjadi salah satu kerajaan tertua di Nusantara dan menganut agama Hindu beraliran Wisnu. Nama pajajaran atau pakuan pada dasarnya tidak ada yang mengungkapkan sebagai nama kerajaan secara eksplisit. 

Kerajaan Pajajaran bahkan diyakini sebagai kerajaan sunda yang memiliki nama ibu kota Pajajaran. Kerajaan ini bahkan kurang dikenal secara mendalam oleh percaturan sejarah Nusantara.

Asal mula kerajaan ini pada dasarnya berasal dari kondisi Raja Tarumanegara terakhir yaitu Sri Maharaja Liggamarwan menikah dengan Dewi Ganggasari dan Indraprahasta. Kemudian, raja tersebut memiliki putri yang bernama Dewi Manasih yang menikah dengan Tarusbawa dan Sobakancana menikah dengan Dapunta Hyang Sri Jayanasa.

Sejarah Kerajaan Pajajaran dimulai ketika Sri Maharaja liggawarman menyerahkan kekuasaan Tarumanegara kepada menantunya yang bernama Tarusbawa. Kondisi ini bahkan menyebabkan penguasa Galuh, Wretikandayun marah dan memberontak. Sehingga Wretikandrayun mendirikan kerajaan Galuh secara mandiri pada tahun 612 masehi.

Selanjutnya, Tarusbawa sebagai penerus Kerajaan Tarumanegara memindahkan kekuasaannya ke Sunda. Kerajaan tersebut dipindahkan di hulu Sungai Cipakancilan yang berdekatan dengan Sungai Ciliwung dan Sungai Cisadane. Kondisi sungai yang berjejer dan berdekatan tersebut bahkan menyebabkan Tarusbawa menamai kerajaan tersebut dengan nama Kerajaan Pajajaran.

Penobatan Tarusbawa sebagai raja sekaligus pendiri Kerajaan Pajajaran dilakukan pada tahun 519 saka atau sekitar 18 Mei 669 Masehi. Hal ini bahkan menjadikan Kerajaan Sunda atau dikenal dengan Kerajaan Pajajaran resmi berpisah dengan Kerajaan Galuh. Kedua wilayah kerajaan tersebut bahkan dipisahkan dengan Sungai Citarum.

Masa kejayaan yang tertuang dalam sejarah Kerajaan Pajajaran menunjukkan terjadi pada saat dipimpin oleh Sri Baduga Maharaja. Pasalnya raja ini menghadirkan pembangunan fisik dengan baik untuk memudahkan kehidupan rakyat dan negara. Sri Baduga Maharaja bahkan membangun jalan menuju ibukota Pakuan dan Wanagiri, telaga besar, tempat hiburan dan kapuntren.

Sri Baduga Maharaja bahkan memperkuat masa pemerintahannya dengan menghadirkan angkatan militer yang tangguh. Sri Baduga juga memberikan pemungutan upeti untuk agar tidak terjadi kesewenang wenangan. Terdapat Desa Perdikan yang bisa digunakan untuk pendeta dalam menghadirkan kegiatan keagamaan sebagai penuntun kehidupan rakyat yang lebih baik.

Sayangnya, masa kejayaan Kerajaan Pajajaran tidak bisa bertahan hingga akhir. Pengaruh ajaran agama Islam yang sangat kuat menyebabkan Kerajaan Pajajaran memilih untuk berkoalisi dengan portugis. 

Namun, perpaduan pasukan Demak dan Cirebon mampu melumpuhkan kerajaan ini pada tahun 1524 masehi. Ajaran islam yang dibawa bahkan berhasil menarik perhatian hingga ke Wahanten Girang.

Peninggalan Kerajaan Pajajaran

Sejarah Kerajaan Pajajaran yang telah mengalami kemunduran akibat pengaruh ajaran islam hanya menyisakan beberapa peninggalan yang bisa dilihat hingga saat ini. Terdapat prasasti Cikapundung, prasasti Huludayeuh, prasasti pasir datar, prasasti perjanjian sunda portugis, prasasti ulubelu dan prasasti batutulis.

Prasasti tersebut dapat ditemukan di beberapa wilayah sunda dan dipahami memiliki keterkaitan dengan Kerajaan Pajajaran. Misalnya saja prasasti cikapundung. 

Penemuan prasasti yang berada di sekitar sungai cikapundung ini memiliki tulisan sunda kuno dengan gambar seperti wajah, telapak kaki, telapak tangan dan 2 baris huruf sunda dengan tulisan unggal jagat jalmah hendap.

Prasasti huludaeyuh juga ditemukan dengan tulisan sunda kuno. Sayangnya, batu prasasti tersebut sudah mulai agak rusak dan aus sehingga sulit terbaca.

 Begitu pula, prasasti pasir datar juga ditemukan di Cisande. Prasasti ini bahkan dihadirkan menggunakan material batu alam dengan tulisan yang belum diartikan hingga saat ini.

Prasasti perjanjian sunda portugis bahkan menunjukkan sejarah Kerajaan Pajajaran sebagai tanda peranjian Kerajaan Sunda dan Portugis. Prasasti tersebut bahkan dibangun di atas permukaan tanah sebagai benteng dan gudang orang portugis. 

Anda bahkan juga bisa mengamati peninggalan prasasti ulubelu yang berisi permohonan pertolongan kepada Dewa Utama dan Dewa Tanah.

Selain itu, prasasti batutulis juga diyakini sebagai peninggalan Kerajaan Pajajaran. Pasalnya, prasasti ini menunjukkan tempat Puti Kerajaan Pajajaran. Prasasti ini bahkan menunjukkan letak istana kerajaan yang bisa diukur dari lantai hingga pasean tua yang memiliki 7 pohon beringin. Meski demikian, lokasi ini pada dasarnya masih menjadi misteri hingga saat ini.

Cerita Kerajaan Pajajaran pada dasarnya tidak banyak diketahui. Namun yang pasti, kerajaan ini merupakan turunan dari Kerajaan Tarumanegara yang dipindahkan di daerah Banten. Kerajaan ini bahkan mengalami kemunduran akibat masuknya ajaran islam sehingga dapat disebut sebagai kerajaan hindu terakhir di Jawa.

 

cc image: museumnusantara.com


Tag

Tips & Trick

Share This

Tips Sahabat

thumbnail

5 Cara Merawat Mobil yang Jarang Digunakan dalam Waktu yang Lama

2020-10-25

Banyak orang dengan berbagai kesibukan membuat mereka jarang menggunakan mobil pribadinya. Biasanya alasan paling utama karena sedang diluar kota atau beraktivitas denga

thumbnail

Kebiasaan yang Tanpa Disadari Ini Bisa Membuat Keriput

2021-01-16

Sahabat mungkin sering kali merasa tidak percaya diri ketika memiliki kerutan atau keriput di wajah. Perlu dipahami bahwa keriput di wajah bukan hanya disebabkan oleh us

thumbnail

Bisa Meningkatkan Imunitas, Beginilah Cara Membuat Wedang Jahe

2021-03-23

Jahe menjadi tanaman herbal yang begitu populer. Rasa pedasnya yang khas menjadi favorit, terlebih yang sedang memiliki keluhan tenggorokan, seperti batuk atau radang. B

thumbnail

Begini Upaya Melestarikan Budaya Indonesia di Era Globalisasi Agar Tetap Terjaga

2021-09-28

Era globalisasi dapat menimbulkan berbagai perubahan, termasuk dalam gaya hidup. Akibatnya masyarakat cenderung memilih kebudayaan baru yang dinilai lebih mudah dan prak