Sepuluh Tips Agar Tidak Mudah Ngantuk Saat Berkendara
Kelelahan saat mengemudi menjadi penyebab umum kecelakaan, terutama selama perjalanan jauh, seperti yang dilakukan selama liburan. Namun, kelelahan dan risiko tertidur di belakang kemudi juga dapat terjadi pada perjalanan lebih pendek, seperti perjalanan pulang pergi kerja, karena sifat rutin mengemudi dapat menyebabkan penurunan perhatian yang berujung microsleep.
Begitu juga ketika hari sudah larut malam dan Anda telah mengemudi selama berjam-jam. Perlahan kelopak mata Anda menjadi semakin berat. Perjuangan Anda melawan rasa kantuk tampak seperti pertempuran yang sia-sia.
Kelelahan saat mengemudi menjadi masalah dengan konsekuensi nyata. Menurut data American Automobile Association (AAA) Foundation for Traffic Safety, sebanyak 328.000 kecelakaan lalu lintas setiap tahun diakibatkan oleh pengemudi yang mengantuk
Kecelakaan Akibat Mengantuk Saat Mengemudi
Kecelakaan lalu lintas paling sering terjadi antara tengah malam dan pukul 6 pagi, atau sore hari. Pada kedua waktu tersebut, orang mengalami penurunan ritme sirkadian (jam internal tubuh manusia yang mengatur tidur-Red). Kerap hanya melibatkan satu pengemudi (dan tanpa penumpang) yang keluar jalur dengan kecepatan tinggi tanpa bukti pengereman.
Untuk melindungi semua orang di jalan, Anda dan pengemudi perlu mengetahui metode yang tepat untuk tetap terjaga selama perjalanan panjang. Saran-saran berikut dapat membantu menjaga Anda dan pengemudi tetap aman, waspada, dan bertanggung jawab.
Mencegah lebih baik daripada mengobati. Lebih mudah mencegah rasa kantuk daripada membangunkan diri sendiri. Anda dapat mencegah rasa kantuk saat mengemudi melalui persiapan yang tepat.
Berikut tips untuk menjaga kewaspadaan Anda di belakang kemudi:
-
Pastikan cukup istirahat
Mungkin tampak sederhana, tetapi kualitas istirahat Anda saat malam sebelumnya memainkan peran penting dalam menjaga kewaspadaan dan perhatian saat mengemudi. Hindari minum alkohol atau kafein sebelum perjalanan jauh karena ini dapat memengaruhi kualitas tidur Anda. Sebelum memulai perjalanan mobil keluarga yang panjang, tidurlah dengan cukup.
-
Berhenti saat tanda pertama rasa kantuk
Begitu Anda melihat peningkatan kedipan mata atau merasa sulit untuk tetap membuka mata, Anda harus berhenti. Cari tempat istirahat atau menepi ke tempat yang aman jauh dari lalu lintas. Sandarkan kursi Anda dan tidurlah sebentar.
-
Beristirahatlah setiap 2-3 jam
Menggabungkan pemberhentian singkat selama perjalanan Anda untuk meregangkan kaki, minum, dan menyegarkan diri menjadi cara yang sangat baik untuk memulihkan tubuh .
-
Hindari mengemudi malam hari
Kemungkinan mengantuk saat mengemudi malam hari jauh lebih tinggi. Bioritme alami tubuh beradaptasi dengan aktivitas siang hari, membuat kita merasa semakin mengantuk saat malam tiba. Kecuali benar-benar diperlukan, sebaiknya hindari mengemudi selama jam-jam yang biasanya Anda gunakan untuk tidur.
-
Hindari makan berat
Makanan berat, terutama tinggi lemak, gula, dan karbohidrat, dapat menyebabkan kantuk. Makanan berlemak memperpanjang proses pencernaan, sementara makanan manis dapat menyebabkan pelepasan insulin, yang memiliki efek menenangkan jika dikonsumsi dalam jumlah besar. Jika Anda berencana mengemudi segera setelah makan, pilihlah makanan ringan.
Baca Juga: Awas! 10 Makanan ini Bikin Kamu Ngantuk Saat Berkendara
-
Minuman stimulan hanya efektif untuk jangka pendek
Banyak pengemudi mengandalkan kopi atau minuman energi yang mengandung kafein untuk mengatasi rasa kantuk. Meskipun kopi merupakan stimulan yang kuat, efeknya hanya berlangsung singkat, dan setelah efeknya hilang, rasa kantuk dapat kembali dengan cepat, terutama jika ditambahkan gula. Singkatnya, zat berkafein paling baik untuk perjalanan singkat dan tidak boleh menggantikan tidur siang atau istirahat yang cukup.
-
Gunakan sistem keselamatan yang tersedia
Banyak kendaraan modern dilengkapi dengan teknologi yang dirancang untuk mendeteksi tanda-tanda kantuk pada pengemudi dan memperingatkan mereka dengan sinyal suara. Jika kendaraan Anda memiliki sistem ini, gunakanlah secara konsisten. Namun, peringatan ini tidak boleh diandalkan untuk membuat Anda tetap terjaga, ini pengingat untuk segera berhenti.
-
Jaga agar lingkungan di dalam mobil tetap sejuk
Seiring waktu, udara di dalam kendaraan dapat menjadi pengap karena kelebihan karbon dioksida. Gunakan AC untuk menyegarkan udara di dalam kabin, atau turunkan jendela sebentar untuk membiarkan udara segar masuk. Angin sejuk di wajah dapat membantu Anda tetap waspada, tetapi ingat bahwa tindakan ini harus digunakan untuk mencegah rasa kantuk, bukan untuk mengatasinya setelah rasa kantuk itu muncul.
-
Dengarkan radio atau mengobrol dengan orang lain
Tips ini dapat membantu tetap waspada, tetapi jangan sampai mengalihkan perhatian Anda. Menurut peraturan lalu lintas, pengemudi harus sepenuhnya memperhatikan jalan. Oleh karena itu, mendengarkan musik atau terlibat dalam percakapan tidak boleh mengganggu kemampuan Anda untuk fokus mengemudi.
-
Ubah posisi tempat duduk
Letakkan tempat duduk Anda di posisi baru. Begitu Anda terbiasa dengan posisi tersebut dan mulai terasa alami, sesuaikan lagi. Perubahan ini akan membantu menyegarkan dan mencegah Anda terlalu nyaman. Tentu saja, pastikan Anda masih dapat menggunakan kaca spion dan mengemudi dengan aman.