Logo Daihatsu
Menu

Tanda Platina Mobil Rusak yang Perlu Diwaspadai

Otomotif

2020-12-02

Platina Mobil Rusak

Mobil tak bisa nyala, mati mendadak sampai terasa tak bertenaga merupakan tanda platina mobil rusak. Sahabat harus memahami soal tanda-tanda ini biar nggak terjadi kerusakan mesin yang cukup parah. 

Seperti kita tahu, platina adalah salah satu komponen yang ada di sistem pengapian dan berfungsi sebagai pemutus atau penghubung arus listrik menuju kumparan primer di koil pengapian. Fungsi platina tergolong penting karena jika rusak, maka tidak ada tegangan tinggi yang dibutuhkan busi untuk menghasilkan percikan api. 

Platina biasa ditemukan pada mobil lama yang menggunakan sistem pengapian konvensional. Kontak dari platina inilah dihasilkan tegangan tinggi pada kumparan sekunder 10KV atau lebih, bekerja ketika arus listrik yang mengalir pada kumparan primer koil secara tiba-tiba diputuskan oleh platina yang kemudian dbangkitkan tegangan tinggi pada kumparan sekunder melalui induksi diri.

Prinsip kerjanya ketika terjadi pemutusan arus listrik di kumparan primer terlambat dari waktu yang ditentukan maka otomatis munculnya tegangan tinggi pada kumparan  sekunder koil juga terlambat, artinya suplai tegangan ke busi juga terlambat sehingga percikan api yang dihasilkan oleh busi juga terlambat. 

Timing atau waktu pengapian pada sistem pengapian khususnya tipe konvensional sangat ditentukan oleh mekanisme platina. Tanda-tanda mobil di atas bisa jadi disebabkan oleh platina yang aus, ada benjolan, miring atau setelannya berubah. Karena percikan api busi menjadi kecil akibat tegangan induksi koil kecil. 

Berikut beberapa penjelasan dan penyebab kerusakan pada platina mobil:

1. Permukaan platina kotor atau hangus 

Platina yang kotor menyebabkan tahanan bertambah, arus primer kecil, tegangan induksi kecil sampai api busi kecil. Begitu juga pada kontak kontak permukaan yang kurang baik menyebabkan luas permukaan kontak menjadi kecil, permukaan kontak cepat terbakar, kotor, aliran arus primer kecil. Inilah yang membuat mesin mobil tersendat-sendat saat dinyalakan. 

2. Rubbing block aus

Kondisi tersebut mengakibatkan perubahan celah kontak pemutus mengecil. Percikan api pada kontak menjadi besar, sudut dwell membesar sehingga koil cepat panas saat terjadi pengapian. Rubbing block yang aus menyebabkan penyetelan celah atau cam dwell angle (CDA) tidak optimal. Untuk mencegah hal ini, perhatikan pelumasan pada nok pemutus arusnya. 

3. Ada benjolan platina 

Akibat pemakaian kapasitas kondensor yang tidak tepat, benjolan pada platina bisa muncul dan menghambat laju arus perapian. 

4. Sekrup pengikat arus kendor 

Kalau sekrup ini kendor, otomatis terjadi perubahan celah kontak dan percikan api pada kontak menjadi besar, ini yang membuat sudut dwell cepat panas bahkan mudah hangus.

5. Penyetelan celah platina tidak tepat 

Jika celah terlalu kecil saat platina membuka arus listrik induksi primer, perubahan itu bisa memicu kemagnetan kecil sehingga menyebabkan sudut dwell besar. Platina menutup lebih lama dari seharusnya, dampaknya koil jadi panas dan induksinya melemah. 

Hal sebaliknya, jika celah terlalu besar, maka menyebabkan sudut dwell kecil. Waktu platina menutup jadi lebih singkat, arus primer yang mengalir jadi kecil, induksi yang dihasilkan pun tak sesuai dengan kebutuhan sistem perapian. 

6. Kabel platina rusak dan kotor 

Akibat isolator kabel platina rusak, arus primer tetap mengalir tapi tidak ada induksi pada koil. Sehingga tak akan ada api busi, mesin mati dan koil jadi panas. 

Begitu juga jika kabelnya tersumbat kotoran. Hal itu membuat tidak adanya arus primer yang mengalir, nggak ada kemagnetan, nggak ada induksi, nggak ada percikan api, hingga mesin nggak bisa nyala. Kemudian masih ada beberapa penyebab lain seperti nepel aki kendor, koil short, koil racing, kondensor kurang bagus, sehingga menyebabkan tegangan lebih tinggi dari yang dibutuhkan yang memicu platina terbakar atau hangus. 

Lebih lanjut, untuk mengatasi dan mencegah kerusakan platina, Sahabat harus melakukan perawatan di bengkel secara berkala. Biasanya setelah pemakaian 5000 km, setelan platina dapat berubah dan fungsinya tidak optimal. Lakukan beberapa perawatan seperti cek filter udara, filter bensin, bersihkan busi, stel platina dengan tepat hingga membersihkan kabel busi. 

Opsi lainnya, Sahabat bisa menempuh kursus mekanik mobil bila memang menyukai bidang otomotif.

Penulis: Dinno Baskoro


Tag

Otomotif

Share This

Tips Sahabat

thumbnail

Inilah Cara Kerja Mobil Listrik, Sederhana & Hemat!

2023-03-20

Mobil listrik di Indonesia, beberapa tahun terakhir menjadi perhatian masyarakat semenjak pagelaran Formula E dan kedatangan Elon Musk. Sebab, cara kerja mobil listr

thumbnail

Apa itu Muffler Knalpot Mobil? Ini Jenis dan Fungsinya

2022-11-22

Muffler knalpot mobil adalah salah satu komponen yang terdapat dalam sistem pembuangan mobil. Muffler juga memiliki peran yang cukup penting di dalam knalpot mobil.

thumbnail

Cara Cek Pajak Mobil Jawa Barat Secara Online dengan Mudah

2023-09-29

Masyarakat Jawa Barat saat ini perlu berbahagia, karena cek pajak mobil Jawa Barat bisa dilakukan secara online. Selain itu, cara pengecekannya terbilang cukup mudah

thumbnail

Berapa Denda Jika Tidak Pakai Sabuk Pengaman Mobil?

2022-08-08

Pengemudi kendaraan roda 4 atau lebih wajib menggunakan sabuk pengaman. Jika tidak mereka akan mendapatkan sanksi dan denda tidak pakai sabuk pengaman mobil.Sudah umum jika