Logo Daihatsu

Tips Sahabat

Bagikan
Gunung Bromo – Wisata, Lokasi, Upacara Adat
03 Agustus 2020
bromo

Gunung Bromo termasuk salah satu kawasan wisata dan konservasi di Jawa Timur yang masuk kawasan BTS (Bromo – Tengger – Semeru). Gunung ini memiliki daya tarik wisata karena bentang alam yang dimiliki. Selain itu, yang menjadi daya tarik gunung ini adalah sejarah rakyat yang melingkupi serta upacara adat yang rutin digelar setiap tahun.

Sejarah Gunung Bromo

Sejarah gunung Bromo tidak bisa lepas dari cerita rakyat Tengger dan Kerajaan Majapahit. Legenda gunung Bromo purba diawali dengan Kerajaan Majapahit yang mendapat serangan dari berbagai daerah, sehingga penduduknya melarikan diri dan mencari tempat tinggal baru yang lebih aman. Mereka terpisah menjadi 2 bagian, ada yang menuju kawasan gunung Bromo dan menuju pulau Bali.

Sejarah lainnya yang melingkupi gunung ini adalah suku Tengger lewat cerita rakyat “Joko Seger dan Rara Anteng”. Joko Seger merupakan anak seorang Brahmana dan namanya terinspirasi dari fisiknya ketika lahir yang sangat bugar dengan tangisan yang keras. Sedangkan di sekitar gunung Pananjakan lahir anak titisan dewa yang sangat cantik dan tidak menangis ketika dilahirkan, sehingga diberi nama Rara Anteng.

Ketika sudah tumbuh dewasa, Rara Anteng dilamar seorang bajak yang terkenal sakti, kuat, dan jahat. Rara Anteng yang halus perasaannya takut untuk menolak sehingga mengajukan syarat untuk dibuatkan lautan di tengah-tengah gunung dalam waktu satu malam. Bajak tersebut mengerjakannya dengan alat sebuah batok kelapa.

Ketika pekerjaannya hampir selesai, Rara Anteng mulai gelisah dan berupaya menggagalkan hasil kerja si bajak. Rara Anteng menggagalkannya dengan menumbuk padi di tengah malam, sehingga suara tumbukan dan gesekan alu membangunkan ayam-ayam yang sedang tidur. Suara kokok ayam mulai bersahutan, seolah fajar telah tiba.

Si bajak yang mendengar kokok ayam melihat benang putih di sebelah timur belum Nampak, sehingga fajar datang sebelum waktunya. Si bajak pun merenungi nasibnya. Karena kesal dan emosi, si bajak melemparkan batok kelapa yang digunakannya untuk bekerja tadi dan jatuh tertelungkup di samping gunung Bromo dan berubah menjadi gunung Batok.

Cerita pun berlanjut dengan Rara Anteng yang menikah dengan Joko Seger. Kemudian mereka membangun pemukiman dan memerintah di kawasan Tengger (yang diambil dari nama belakang keduanya) dengan sebutan Purbawasesa Mangkurat Ing Tengger (Penguasa Tengger yang Budiman). Nama Tengger sendiri juga berarti Tenggering Budi Luhur (Pengenalan Moral Tinggi).

Pasangan Joko Seger dan Rara anteng lama tidak dikaruniai keturunan, sehingga mereka bersemedi ke puncak gunung Bromo. Di tengah semedi, tiba-tiba ada suara gaib yang mengatakan bahwa mereka akan dikaruniai keturunan dengan syarat anak bungsunya harus dikorbankan ke kawah gunung Bromo.

Pasangan tersebut menyanggupi syarat tersebut dan dikaruniai 25 anak. Namun sebagai orang tua, naluri mereka tidak tega kehilangan anak-anaknya. Dewa pun marah dan mengancam akan menimpakan malapetaka. Kemudian terjadilah keadaan gelap gulita dan kawah gunung Bromo menyemburkan api. Si anak bungsu akhirnya lenyap terjilat api dan masuk kawah.

Ketika si bungsu ditelan api kawah gunung Bromo terdengar suara dan pesan bahwa mereka (masyarakat Tengger) harus hidup damai dan tentram dengan menyembah Hyang Widhi. Tak hanya itu, setiap bulan Kasada pada hari ke-14, mereka harus mengadakan sesaji berupa hasil bumi dan diserahkan kepada Hyang Widhi di kawah gunung Bromo.

Kebiasaan tersebut sampai sekarang masih diadakan di Poten Lautan Pasir dan kawah gunung Bromo. Gunung Bromo sendiri dianggap sebagai gunung suci. Masyarakat Tengger dulunya menyebut gunung ini sebagai gunung Brahma. Kemudian lidah orang Jawa menyebutnya sebagai gunung Bromo dan menjadi julukannya hingga sekarang.

Objek Wisata Gunung Bromo

Wisata gunung Bromo terkenal menyuguhkan keindahan alam pegunungan. Sahabat bisa menikmati pemandangan perbukitan yang menghijau, lengkap dengan rumput savana, atau lautan pasir yang mengelilingi. Sahabat juga bisa menikmati matahari terbit dari puncak gunung. Tidak hanya itu, jika sahabat melakukan wisata ke gunung bromo, jangan lewatkan pula wisata budayanya.

Lokasi gunung Bromo sendiri masuk dalam empat wilayah kabupaten, yakni Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang, dan Kabupaten Malang. Namun biasanya wisatawan dari luar kota memilih rute Kabupaten Probolinggo karena aksesnya lebih mudah dan dekat dengan Terminal Bayu Angga dan Stasiun Kereta Api Probolinggo.

Ada beragam wisata di lokasi gunung Bromo yang bisa sahabat pilih. Pertama, pasir berbisik atau lautan pasir yang lokasinya dekat kawah gunung Bromo. Area ini cukup luas dengan hamparan pasir yang menyerupai pemandangan padang pasir. Sahabat bisa berfoto di area ini, atau memilih kegiatan lain, seperti menunggang kuda atau mengendarai motor trail.

Kedua, kawah Bromo yang bisa dicapai dengan jalan kaki sekitar 2 km dari area parker, atau dengan menunggang kuda atau naik motor trail. Untuk mencapai puncak kawah, sahabat tinggal menaiki anak tangga. Ketiga, bukit teletubbies yang menyajikan deretan bukit hijau yang cantik dan Nampak asri dengan rumput yang nampak rapi. Sahabat bisa berfoto di kawasan ini.

Keempat, padang rumput savana yang menjadi ciri khas semua kawasan wisata BTS, termasuk Baluran juga. Savana Bromo terletak pada sebuah lembah hijau yang dikelilingi tebing-tebing menjulang tinggi dan beberapa punggungan gunung kecil, persis di sebelah selatan timur Bromo. Padang rumput savana terletak di lembah jemplang yang bisa sahabat temui setelah melalui kawasan lautan pasir.

Kelima, Pura Luhur Poten, yang merupakan tempat ibadah warga Tengger yang memeluk Hindu. Biasanya lokasi wisata akan ditutup untuk umum ketika perayaan Nyepi tiba. Keenam, B 29 Argosari, yang merupakan salah satu spot berkemah favorit di area Bromo. Letaknya berada di puncak paling tinggi dan lebih tinggi dari penanjakan 1. Tepatnya di daerah Desa Argosari, Kecamatan Senduro, kira-kira 40 km dari Lumajang.

Ketujuh, penanjakan 1, biasanya digunakan sebagai spot terbaik untuk menyaksikan matahari terbit. Untuk bisa mencapai lokasi ini, bisa ditempuh dengan jeep, motor trail, atau jalan kaki. Kedelapan, penanjakan 2, yang tak kalah cantik meskipun lokasinya tak setinggi penanjakan 1. Kesembilan, Bukit Mentigen, termasuk salah satu spot sunrise terbaik di Bromo.

Kesepuluh, Bukit Kingkong, yang juga menjadi alternatif lokasi untuk menikmati matahari terbit di Bromo. Kesebelas, Bukit Cinta, merupakan salah satu spot terbaik untuk menikmati sunrise serta menikmati keindahan lembah dan bukit yang tertutup awan kabut.

Upacara Adat

Masayarat Suku Tengger memiliki upacara adat yang dilakukan pada setiap bulan Kasada hari ke-14 yang dinamakan Hari Raya Yadya Kasada. Upacara ini sebagaimana sejarah Suku Tengger merupakan upacara persembahan sesajen berupa hasil bumi Tengger kepada Sang Hyang Widhi. Upacara diadakan di Poten Lautan Pasir dan kawah gunung Bromo.

Gunung Bromo ternyata memiliki beragam keindahan yang bisa sahabat nikmati ketika mengunjunginya. Selain bentangan alamnya, juga menyimpan nilai sejarah dan budaya yang patut dilestarikan.

Tips Sahabat Lainnya
Di Tengah Isu Virus Corona, Daihatsu Tetap Luncurkan Ayla dan Sirion Terbaru
Di Tengah Isu Virus Corona, Daihatsu Tetap Luncurkan Ayla dan Sirion Terbaru
Tidak ada yang pernah mengira sebelumnya bahwa virus Corona ini akan berdampak pada banyak hal di dunia. Termasuk di Indonesia sendiri pada saat awal isu virus Corona di Wuhan, masyarakat Indonesia ma
Keuntungan dan Kerugian Mesin Diesel
Keuntungan dan Kerugian Mesin Diesel
Di dunia otomotif, kita mengenal dua jenis mesin. Yang pertama adalah mesin diesel dan yang kedua adalah mesin bensin. Di Indonesia sendiri kebanyakan mobil pribadi menggunakan mesin bensin. Sangat be
Arti Dari Kode Ukuran Ban Mobil
Arti Dari Kode Ukuran Ban Mobil
Untuk dapat memilih ban bagi kendaraan otomotif seperti mobil, hal pertama yang harus dipahami adalah spesifikasi dari ban tersebut. Spesifikasi dari ban sebenarnya dapat dipahami apabila seseorang ma
Adab Bepergian, Membaca Doa Naik Kendaraan Darat
Adab Bepergian, Membaca Doa Naik Kendaraan Darat
Apa yang Sahabat lakukan ketika hendak bepergian? Banyak orang yang akan menjawabnya dengan jawaban membaca doa. Namun tahukah kamu, selain membaca doa perjalanan atau doa naik kendaraan darat, m

Booking Servis Melalui Aplikasi DaihatsuKu

Dapatkan penawaran menarik untuk layanan perawatan berkala pada kendaraan Anda

Logo PlaystoreLogo Appstore
Mockup Aplikasi DaihatsuKu
Semua Hak Dilindungi Undang-Undang@ Hak Cipta 2024 PT Astra Daihatsu Motor | Daihatsu Sahabatku