Cara Mengisi Air Aki Mobil yang Benar, Jangan Asal Tambah
Aki mobil merupakan salah satu komponen penting yang berfungsi menyuplai arus listrik ke berbagai sistem kendaraan. Mulai dari starter, lampu, audio, hingga ECU pada mobil modern semuanya membutuhkan daya dari aki.
Khusus untuk mobil yang masih menggunakan aki basah, pemilik kendaraan perlu rutin memeriksa volume air aki. Jika dibiarkan berkurang terlalu lama, aki bisa cepat soak dan performa kelistrikan mobil menurun.
Namun, mengisi air aki ternyata tidak boleh dilakukan sembarangan. Kesalahan saat menambahkan air aki justru bisa membuat aki cepat rusak. Lalu, bagaimana cara mengisi air aki mobil yang benar? Artikel ini akan membahas cara mengisi air aki mobil untuk perawatan maksimal.
Jenis Air Aki Mobil
Sebelum menambahkan air aki, penting mengetahui jenis cairan aki yang digunakan. Seperti yang ditulis sebelumnya pada artikel perbedaan air aki botol merah dan biru, bahwa perbedaan keduanya adalah:
1. Air Aki Biru (Tutup Botol Berwarna Biru)
Air aki biru berisi air murni atau air suling (demineralized water).
Jenis ini digunakan untuk:
- Menambah volume air aki yang berkurang
- Perawatan rutin aki basah
Air aki biru adalah cairan yang paling aman digunakan untuk penambahan harian karena tidak mengubah kadar elektrolit aki.
2. Air Aki Merah (Tutup Botol Berwarna Merah)
Air aki merah mengandung larutan asam sulfat dengan kadar keasaman tinggi.
Biasanya digunakan untuk:
- Pengisian awal aki baru
- Aki yang benar-benar kosong
Air aki merah tidak disarankan digunakan untuk penambahan rutin karena dapat membuat komposisi cairan aki menjadi terlalu asam.
Cara Mengisi Air Aki Mobil yang Benar
Berikut langkah-langkah mengisi air aki mobil dengan aman dan tepat.
1. Matikan Mesin Mobil
Pastikan mesin kendaraan dalam kondisi mati sebelum membuka aki.
Hal ini penting untuk:
- Menghindari korsleting
- Mengurangi risiko percikan listrik
- Menjaga keamanan saat pengisian
2. Gunakan Sarung Tangan
Karena aki mengandung cairan asam, sebaiknya gunakan:
- Sarung tangan
- Lap
- Kacamata pelindung bila perlu
Ini membantu mengurangi risiko iritasi kulit.
3. Buka Tutup Aki Secara Perlahan
Gunakan alat perkakas Tang untuk memutar tutup sel aki kearah kiri.Pastikan area sekitar aki bersih dari debu dan kotoran agar tidak masuk ke dalam aki.
4. Cek Volume Air Aki
Perhatikan indikator batas minimum dan maksimum pada body aki.
Jika air aki berada di bawah garis minimum, maka perlu segera ditambahkan.
Idealnya volume cairan berada di tengah atau mendekati garis maksimum.
5. Tambahkan Air Aki Biru
Gunakan air aki biru untuk pengisian rutin.
Tuangkan perlahan menggunakan corong hingga mencapai batas yang dianjurkan.
Hindari mengisi terlalu penuh karena dapat menyebabkan:
- Cairan meluap
- Korosi
- Tekanan aki meningkat
6. Tutup Kembali Aki dengan Rapat
Setelah selesai, pastikan semua tutup aki terpasang rapat agar tidak terjadi kebocoran atau penguapan berlebihan.
Baca Juga : Tanda-tanda Air Aki Mobil Bocor
Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Mengisi Air Aki
Masih banyak pemilik kendaraan yang melakukan kesalahan berikut.
1. Menggunakan Air Biasa
Air keran mengandung mineral yang dapat merusak komponen aki.
Karena itu hanya gunakan:
- Air aki biru
- Air suling khusus aki
2. Mengisi Terlalu Penuh
Air aki yang terlalu penuh dapat meluap dan menyebabkan korosi di sekitar terminal aki.
3. Menambahkan Air Aki Merah Sembarangan
Air aki merah tidak digunakan untuk penambahan rutin karena kadar asamnya tinggi.
4. Mengisi Saat Mesin Menyala
Hal ini cukup berbahaya karena dapat memicu korsleting atau percikan listrik.
Ciri-Ciri Aki Basah pada Mobil
Tidak semua mobil menggunakan aki maintenance free (MF). Beberapa kendaraan masih memakai aki basah yang membutuhkan perawatan rutin.
Berikut ciri-ciri aki basah pada mobil.
1. Memiliki Tutup di Bagian Atas
Aki basah biasanya memiliki beberapa tutup yang bisa dibuka untuk mengecek dan menambah air aki.
Jumlah tutup menyesuaikan jumlah sel aki.
2. Volume Air Aki Bisa Dilihat
Pada body aki terdapat indikator:
- Upper level
- Lower level
Indikator ini memudahkan pemilik mobil mengecek volume air aki.
3. Umumnya Menggunakan Cairan Elektrolit
Di dalam aki terdapat cairan elektrolit yang membantu proses penghantaran listrik.
Tanda Air Aki Sudah Mulai Habis
Selain mengecek secara visual, ada beberapa tanda air aki mulai berkurang.
1. Starter Mobil Terasa Berat
Mobil menjadi sulit distarter terutama di pagi hari.
2. Lampu Mulai Redup
Daya listrik aki melemah sehingga lampu tidak seterang biasanya.
3. Klakson Lemah
Suara klakson terdengar kecil atau kurang nyaring.
4. Indikator Aki Menyala
Pada mobil modern, lampu indikator aki bisa menyala saat sistem pengisian bermasalah.
5. Aki Cepat Tekor
Jika aki sering drop, kemungkinan volume air aki sudah terlalu rendah.
Kapan Harus Mengecek Air Aki?
Idealnya air aki diperiksa:
- 2 minggu sekali
- Sebelum perjalanan jauh
- Saat mobil terasa sulit distarter
Pemeriksaan rutin membantu mencegah kerusakan aki lebih parah.
Estimasi Harga Air Aki dan Aki Mobil
Berikut kisaran harga umum di pasaran.
|
Komponen |
Estimasi Harga |
|
Air aki biru |
Rp10 ribu – Rp30 ribu |
|
Air aki merah |
Rp15 ribu – Rp35 ribu |
|
Aki basah mobil (GS Astra) |
Rp700 ribu – Rp1 jutaan |
|
Aki maintenance free |
Rp800 ribu – Rp2 jutaan |
Harga dapat berbeda tergantung merek dan jenis kendaraan.
Baca Juga : Bahaya Isi Ulang Air Aki Mobil Pakai Air Zuur
Tips Agar Aki Mobil Lebih Awet
Agar aki tahan lama, lakukan beberapa tips berikut.
Rutin Mengecek Air Aki
Pastikan volume cairan tidak berada di bawah batas minimum.
Panaskan Mobil Secara Berkala
Mobil yang jarang digunakan dapat membuat aki cepat soak.
Bersihkan Terminal Aki
Korosi pada terminal dapat menghambat aliran listrik.
Matikan Kelistrikan Saat Mesin Mati
Hindari menyalakan audio atau lampu terlalu lama saat mesin mati.
Kesimpulan
Cara mengisi air aki mobil harus dilakukan dengan benar agar aki tetap awet dan sistem kelistrikan kendaraan bekerja optimal. Gunakan air aki biru untuk penambahan rutin dan hindari penggunaan air biasa maupun pengisian berlebihan.
Selain itu, penting juga mengenali ciri-ciri aki basah seperti adanya tutup aki, indikator volume cairan, serta kebutuhan pengisian air secara berkala. Dengan perawatan yang tepat, umur aki mobil bisa lebih panjang dan performa kendaraan tetap terjaga. Kunjungi bengkel terdekat Daihatsu Indonesia di kota Anda untuk perawatan rutin mobil Anda.