Logo Daihatsu
Menu

Istilah, Sejarah, Tips Backpacker untuk Pemula

Travel

2020-11-20

tips backpacker

Backpacking merupakan cara berwisata yang hemat, edukatif, dan menyenangkan. Mengapa? Hal tersebut dikarenakan menjadi backpacker berarti harus cerdas mengatur pengeluaran dan mempersiapkan barang-barang yang ringkas untuk keperluan utama selama berwisata. Namun, kenapa ya disebutnya sebagai backpacker? Apa semua wisatawan yang berwisata menggunakan tas ransel otomatis disebut sebagai backpacker?

Siapa yang Bisa Disebut Backpacker?

Backpacker adalah istilah yang memang digunakan untuk menyebut seseorang yang bepergian ke suatu tempat tanpa melibatkan agen wisata. Meskipun namanya backpacker, tetapi tidak semua wisatawan yang berkunjung ke suatu tempat dan mengenakan ransel otomatis disebut backpacker. Hal tersebut dikarenakan, esensi utama dari seorang backpacker adalah sosok yang mandiri dan mengurus berbagai kebutuhan mulai dari transportasi hingga rencana perjalanan sendiri. Oleh karena hal tersebut, seorang backpacker biasanya lebih dikenal sebagai tukang jalan-jalan yang hemat.

Seorang backpacker akan dengan cermat mempersiapkan keperluan jalan-jalan dari lama. Beberapa backpacker bahkan akan menghabiskan waktu lebih panjang untuk riset tempat wisata hingga mempersiapkan kebutuhan jalan-jalan dibanding jalan-jalan itu sendiri. Karena hal ini, backpacker disebut sebagai smart traveler karena semua kebutuhan dipenuhi secara independen.

Ketika di tempat wisata, backpacker tidak mengutamakan kegiatan wisata seperti menyambangi tempat wisata populer hingga berfoto untuk keperluan akun media sosialnya. Namun, mereka lebih memilih untuk menghampur di masyarakat lokal dan menggunakan kendaraan umum agar lebih menghemat biaya. Yang seorang backpacker tonjolkan adalah bagaimana pengalaman menyambangi suatu tempat baru dan memberikan mereka pembelajaran mengenai hidup.

Sejarah Backpacker

Asal-usul munculnya istilah backpacker tidak begitu jelas dan siapa yang melakukan perjalanan independen dengan menggunakan ransel juga tidak bisa dilacak dengan baik. Yang pasti, esensi perjalanan seorang backpacker diambil dari pengalaman yang dilakukan oleh kaum hippies di tahun 1960-an.

Kaum hippies saat itu melakukan perjalanan ke suatu tempat lalu berkerumun dengan warga lokal. Mengobrol, mencari tumpangan kendaraan, hingga menumpang menginap untuk beristirahat dilakukan mereka guna menghemat biaya perjalanan. Namun, mereka juga tidak hanya melakukan perjalanan, tetapi mengampanyekan mengenai go green kepada masyarakat.

Tas ransel yang menjadi identitas seorang backpacker ditemukan sekitar tahun 1991 di Otztal Alps. Konon, saat itu ditemukan mumi dengan sebuah ransel berbahan kulit hewan di sampingnya lalu mumi tersebut disebut sebagai Otzi the Iceman. Dari situlah desain tas ransel ditemukan guna mempermudah mobilitas, tetapi memuat banyak barang untuk keperluan sebagai bermobilisasi. Dikarenakan tingkat mobilitas seorang backpacker tinggi, tas ransel terpilih karena membuat ringkas perjalanan, tetapi masih nyaman dibanding jenis tas lainnya.

8 Tips Melakukan Backpacking untuk Pemula

Untuk Sahabat yang tertarik melakukan perjalanan ke suatu tempat sebagai backpacker, bisa loh untuk menerapkan beberapa tips berikut ini. Tips-tips ini akan mempermudah Sahabat dalam mempersiapkan diri. Meskipun terkenal sebagai bentuk perjalanan yang hemat biaya, tetapi tidak mungkin, kan, tidak mempersiapkan budget sama sekali?

1. Mematangkan Rencana Perjalanan

Melakukan perjalanan tentu membutuhkan perencanaan yang matang, terlebih untuk seorang backpacker. Mandiri dan tidak bergantung dengan agen perjalanan tentu memiliki tantangan tersendiri, apalagi untuk seseorang yang tidak terbiasa melakukan perjalanan independen ini.

Rencana perjalanan tidak perlu rumit, cukup ditulis di gawai atau buku catatan biasa. Mulai dari ke mana tujuannya, sudut mana saja yang akan dikunjungi, perjalanan menggunakan apa, berapa lama perjalanan tersebut, hingga ketika membutuhkan waktu yang lama akan menginap di mana. Rencana tersebut bisa membantu Sahabat tentang apa saja yang harus dipersiapkan sehingga lebih mematangkan perjalanan Sahabat nantinya.

2. Riset Mengenai Tempat Tujuan

Ketika seseorang ingin berkunjung ke tempat yang tidak pernah didatangi sebelumnya, tentu hal utama yang harus dilakukan adalah riset tempat. Bagaimana keadaan masyarakat di sana, cuaca apa yang sedang terjadi ketika kita mengunjunginya, hingga makanan dan harga transportasi umumnya.

Sebagai backpacker, semua hal tersebut harus sudah dihafal di luar kepala, apalagi mengenai harga kendaraan umum untuk akses mobilitas Sahabat selama di tempat tersebut.

3. Packing Barang Kebutuhan

Jangan berlebihan dalam membawa barang ketika menjadi backpacker. Hal tersebut dikarenakan nantinya Sahabat akan membawa ransel ke mana-mana selama di tempat tujuan. Mengapa? Karena biasanya, seorang backpacker tidak akan menginap di satu tempat penginapan saja, melainkan berpindah-pindah demi mendapatkan pengalaman yang lebih mengesankan dengan bisa mengunjungi banyak tempat dan bertemu banyak orang.

Bawa baju seperlunya. Nanti, ketika sampai di tempat menginap, baik penginapan berbayar ataupun rumah warga yang bersedia untuk diinapi, cuci pakaian hari itu untuk bisa dipakai di lain hari. Selain meringkas barang bawaan, hal tersebut juga bisa melatih diri sendiri untuk bisa mandiri dan memaksimalkan waktu perjalanan dengan baik. Dan, punggung tidak pegal karena kebanyakan barang bawaan, kan?

4. Kendaraan Umum, Berjalan Kaki, atau Menumpang Kendaraan?

Seorang backpacker tidak memusingkan harus menggunakan kendaraan apa dari satu tempat ke tempat lain. Tidak seperti wisatawan yang menggunakan agen wisata yang menggunakan bus ke tempat-tempat tujuan mereka, backpacker lebih fleksibel. Mereka bisa menggunakan angkutan umum di wilayah tersebut hingga nebeng di kendaraan warga yang akan ke suatu tempat. Tidak perlu khawatir untuk ditolak warga ketika meminta tebengan, asal kita bersikap sopan, mereka pasti akan ramah kepada kita.

Oleh karena ketidakpastian kendaraan ini, seorang backpacker harus mempersiapkan alat pelindung hujan seperti payung atau jas hujan. Sebab, mungkin saja sebelum menemukan kendaraan umum atau tebengan, hujan turun, kan?

5. Bersosialisasi dengan Warga Lokal

Jika ada yang bertanya backpacker lebih baik dilakukan oleh seorang introvert atau ekstrovert, jawabannya adalah boleh dilakukan siapa saja. Seorang introvert bukan berarti tidak bisa bersosialisasi dan harus menyendiri di suatu ruangan. Yang penting, sosok tersebut bisa menempatkan diri dengan baik di masyarakat agar memiliki pengalaman perjalanan yang menyenangkan. Selain mempermudah mobilitas, bersosialisasi dengan warga lokal di tempat tujuan wisata backpacker juga berguna untuk menambah pengetahuan loh, Sahabat. Hal tersebut dikarenakan, pasti warga lokal lebih tahu banyak mengenai tempat wisata tersebut dibanding wisatawan, kan?

6. Waspada dengan Bahaya

Jangan lengah! Menjadi backpacker diwajibkan untuk selalu fokus pada keselamatan diri. Meskipun ada yang melakukan backpacking bersama teman, bisa terdiri dari dua hingga empat orang atau bahkan lebih, tetapi perjalanan backpacker tidak seaman perjalanan dengan menggunakan agen perjalanan.

Harus mandiri dan ke mana-mana menggunakan kendaraan umum tentu lebih rawan terkena jambret atau copet, kan? Maka dari itu, pejalan mandiri harus lebih was-was dengan lingkungan sekitar. Tempatkan barang krusial seperti gawai dan dompet di tempat yang lebih aman. Kalau perlu, bagi beberapa uang untuk disimpan di beberapa tempat berbeda supaya jika, misal, dompet hilang, akan ada uang yang tersisa karena disimpan di tempat berbeda.

7. Selalu Up to Date tentang Promo

Ketika tempat tujuan wisata backpacker jauh dari tempat tinggal, tidak mungkin hanya berjalan kaki atau menumpang kendaraan kan? Paling tidak, pasti harus menggunakan transportasi umum seperti kereta api, kapal feri, bahkan bisa saja pesawat. Bahkan, bisa saja harus memesan tempat menginap. Nah, selalu update mengenai promo di suatu aplikasi perjalanan adalah kunci.

Jangan lewatkan momen-momen menjelang hari libur, hari besar, hingga perayaan nasional. Di saat-saat seperti itu biasanya akan ada banyak promo. Namun, yang paling penting adalah jangan memesan tiket transportasi atau tempat penginapan mepet dengan tanggal berangkat berwisata. Harus dilakukan sejak jauh-jauh hari ya, Sahabat!

Berwisata secara backpacking begitu asik. Sebab, backpacker kini tidak lagi terdefinisi sebagai pejalan mandiri yang tidak memiliki uang dan harus menghemat segalanya. Esensi menjadi seorang backpacker adalah mendapat pengalaman dan edukasi yang lebih dari traveler yang menggunakan agen perjalanan.

Jadi, Sahabat tertarik untuk menjadi backpacker?

Penulis: Nisa Maulan Shofa


Tag

Travel

Share This

Tips Sahabat

thumbnail

Tempat Wisata di Jakarta yang Wajib Sahabat Kunjungi

2020-10-28

Sebagai ibu kota, Jakarta menjadi destinasi liburan yang cukup menjanjikan. Apalagi dengan banyaknya perkembangan yang mungkin belum menjamah kota-kota lain di Indonesia

thumbnail

Scientia Square Park, Ruang Terbuka Hijau sekaligus Tempat Wisata Edukasi di Gading Serpong

2021-01-22

Scientia Square Park adalah taman hijau seluas 1,2 hektar yang berada di Jalan Scientia Boulevard, Curug Sangereng, Kelapa Dua, Tangerang, Banten. Konsep tempat wisata i

thumbnail

7 Tips Liburan Murah ke Swiss: Dijamin Kantong Aman, Liburan Tetap Menyenangkan!

2021-05-31

Berlibur ke Swiss tidak pernah menjadi hal yang membuat menyesal. Negara tersebut begitu cantik dengan pemandangan alamnya yang asri dan lingkungannya yang ramah. Namun,

thumbnail

5 Tempat Wisata Petik Apel Malang beserta Harga Tiket Masuk

2020-12-25

Wisata petik apel Malang adalah salah satu kegiatan wisata yang begitu terkenal di Malang. Kota yang terletak di Jawa Timur itu bahkan terkenal dengan sebutan Kota Apel