Logo Daihatsu
Menu

Mengenal Engine Mounting: Mulai dari Fungsi Sampai Cara Menggantinya

Otomotif

2021-02-05

engine mounting

Salah satu komponen penting yang ada pada mesin mobil adalah engine mounting. Komponen satu ini sangat penting lantaran kemampuannya yang mampu menahan getaran mesin. Dengan adanya engine mounting, getaran pada mesin bisa diredam, sehingga getarannya tidak mengenai kabin mobil.

Pada artikel ini, kami akan membahas secara khusus soal engine mounting. Mulai dari fungsi sampai cara menggantinya saat mengalami kerusakan. Pembahasan tersebut bisa disimak pada sejumlah sub judul di bawah ini!

Fungsi Engine Mounting

Seperti yang telah disampaikan di paragraf awal artikel ini, fungsi utama engine mounting adalah menahan getaran mesin. Selain itu, engine mounting pun juga berfungsi sebagai dudukan pada mesin mobil itu sendiri. 

Dengan adanya engine mounting, getaran pada mesin lebih bisa dikendalikan, serta tidak bisa sampai ke kabin mobil. Dengan begitu, Sahabat pun bisa berkendara dengan lebih nyaman lagi.

Selain untuk meredam getaran, engine mounting juga berfungsi untuk menjaga beberapa komponen mesin untuk tetap menempel pada sasis. Adapun beberapa komponen yang dimaksud adalah kopel, piston, dan juga girboks. Dengan tetap menempel pada sasis, komponen-komponen tersebut akan terhindar dari kerusakan.

Tempat Dipasangnya Engine Mounting

Agar bisa berfungsi secara maksimal, engine mounting mesti ditempatkan di area khusus. Umumnya, engine mounting dipasang pada bagian sasis mesin mobil. Hal itu dilakukan agar engine mounting bisa menopang mesin dengan lebih mudah. 

Engine mounting yang dipasang sendiri tidak harus satu buah. Sahabat juga bisa memasang dua atau tiga engine mounting sekaligus pada mesin mobil Sahabat. Semakin banyak engine mounting yang dipasang, getaran pada mobil akan semakin mudah untuk ditahan.

Jika Sahabat hendak memasang engine mounting lebih dari satu buah, Sahabat mesti menyediakan biaya yang tak sedikit. Sebab, semakin banyak engine mounting yang dipasang, semakin banyak pula biaya perbaikan dan penggantian dari engine mounting itu sendiri.

Konstruksi dan Bahan Engine Mounting

Umumnya, konstruksi engine mounting terdiri plat baja. Pada salah satu sisinya, terdapat pengait yang sudah dilengkapi dengan sasis. 

Adapun satu sisi lainnya berbentuk tabung, serta karet berlubang di bagian tengahnya. Karet Karet tersebut lazimnya dipakai untuk mengait mesin mobil.

Namun, tidak semua engine mounting punya konstruksi semacam itu. Ada pula beberapa engine mounting yang konstruksinya sedikit unik. 

Untuk bahan, engine mounting lazimnya dibuat dari karet yang kemudian dilapisi plat baja. Karet sendiri dipilih lantaran sifatnya yang elastis dan kuat menahan getaran. Namun, sekarang sudah banyak engine mounting yang dibuat dari polyurethane.

Bahan polyurethane sendiri punya satu keunggulan dibanding karet. Keunggulan tersebut adalah mampu membuat mobil lebih statis saat berada di tikungan. Sayangnya, engine mounting berbahan polyurethane tak bisa dipakai untuk semua mobil. Hanya mobil tipe sport saja yang cocok dengan engine mounting tersebut.

Jenis-Jenis Engine Mounting

Berdasarkan konstruksinya, engine mounting terbagi atas beberapa jenis. Mengetahui jenis-jenis engine mounting sendiri cukup penting, supaya Sahabat tahu mana jenis engine mounting yang sedang atau ingin dipakai. Adapun jenis-jenis engine mounting yang dimaksud adalah:

Engine Mounting Konvensional

Ini merupakan jenis engine mounting yang lazim dipakai pada mobil umumnya. Jenis engine mounting ini punya konstruksi yang sederhana. Hanya terdiri dari pelat baja sebagai bahan utama, serta dua sisi yang masing-masing dilengkapi konstruksi tertentu. 

Satu sisi dilengkapi pengait dengan sasis, sedangkan sisi lainnya dilengkapi dengan karet berlubang di bagian tengahnya. Untuk sisi yang kedua, sisi tersebut biasanya punya bentuk seperti tabung.

Engine Mounting Modern

Kalau yang satu ini lazim dipakai pada mobil mewah berharga mahal. Sebetulnya, konstruksi pada jenis engine mounting ini tak jauh beda dengan engine mounting tradisional. Adapun yang menjadi pembeda adalah adanya tabung hidrolik pada satu sisinya. Tabung tersebut berfungsi sebagai penyangga pada mesin mobil.

Tanda-Tanda Kerusakan Pada Engine Mounting

Seperti komponen lainnya pada mobil, engine mounting juga bisa mengalami kerusakan. Ada beberapa tanda yang akan muncul, jika engine mounting mengalami kerusakan. Tanda-tanda tersebut adalah:

Posisi Mesin Mulai Miring atau Turun

Tanda pertama yang akan muncul adalah adanya perubahan posisi pada mesin mobil. Biasanya, posisi mesin mobil akan miring atau bahkan turun, jika engine mounting mulai mengalami kerusakan. Tanda ini hanya akan muncul pada engine mounting yang diletakkan di bagian atas saja.

Mesin Mobil Mulai Menghentak dan Mengalami Getaran Tak Biasa

Tanda selanjutnya yang akan terjadi adalah mesin yang terasa begitu menghentak. Tanda kedua ini terjadi saat mobil pertama kali dinyalakan. Selain menghentak, mesin mobil pun juga akan mengalami getaran yang tidak biasa.

Getaran tersebut muncul saat mobil dalam posisi stasioner. Getaran mesinnya sendiri biasanya akan lebih keras dibanding biasanya.

Munculnya Bunyi ‘Klotok-Klotok’

Tanda terakhir yang akan muncul adalah munculnya bunyi ‘klotok-klotok’. Terutama, pada bagian mesin mobil. Bunyi tersebut akan semakin terdengar jelas saat mobil tengah melakukan deselerasi dan akselerasi.

Cara Mengganti Engine Mounting yang Mengalami Kerusakan

Jika engine mounting pada mobil sudah mulai rusak, Sahabat harus menggantinya langsung dengan yang baru. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengganti engine mounting yang rusak. Cara-cara tersebut adalah:

Siapkan Alat yang Dibutuhkan

Sebelum melakukan penggantian engine mounting, alangkah lebih baik jika Sahabat siapkan dulu alat yang diperlukan. Alat-alat tersebut adalah kunci sok, papan kayu kecil, dan juga dongkrak. Alat-alat tersebut sangat berguna untuk mengeluarkan engine mounting yang lama, serta menggantinya dengan yang baru.

Dongkrak Mesin Mobil

Cara selanjutnya yang mesti dilakukan adalah mendongkrak mesin mobil. Terutama, mesin yang telah dipasang engine mounting yang rusak. Jika mesinnya berada di bawah mobil, Sahabat bisa mengganjal bagian bawah mobilnya dengan papan kayu kecil. Hal itu dilakukan bak oli pada mesin mobil tidak mengalami kerusakan. Cara ini sangat cocok bila posisi mesinnya berada persis di bagian bawah mobil.

Buka Baut dan Mur yang Ada di Sekitar Engine Mounting

Kalau cara sebelumnya berhasil dilakukan, Sahabat bisa langsung melepaskan beberapa baut dan mur dengan kunci bak. Baut dan mur yang mesti dilepaskan adalah baut dan mur yang berada di sekitar tempat engine mounting berada.

Lepaskan Engine Mounting yang Telah Rusak, Lalu Ganti dengan yang Baru

Kalau sudah, segera lepaskan engine mounting yang telah rusak. Lalu, gantilah dengan engine mounting yang masih baru. Setelah itu, tutup kembali mesin mobil dengan memasang kembali baut dan mur, serta melepaskan dongkrak dan papan kayu kecil yang telah dipasang.

Demikianlah informasi soal engine mounting. Mulai dari fungsi hingga cara untuk menggantinya. Semoga bisa menambah wawasan Sahabat soal salah satu komponen penting dalam mesin mobil tersebut. Sampai berjumpa di artikel selanjutnya!

Penulis : Anggie Warsito


Tag

Otomotif

Share This

Tips Sahabat

thumbnail

5 Tips Merawat AC Mobil Agar Tidak Mudah Kolaps

2021-08-08

Produk kendaraan roda 4 seperti mobil pastinya dilengkapi dengan unit pendingin atau AC mobil. Terutama untuk merek Daihatsu, mobil yang kami jual pastinya dilengkapi de

thumbnail

Penyebab Elektroda Busi Mobil Jadi Hitam

2022-04-12

Kendaraan bisa digunakan normal apabila businya dalam kondisi terbaik. Busi pada kendaraan memiliki fungsi penting sebagai pemantik api pada ruang bakar. Akibat busi bek

thumbnail

Cara Merawat Mobil Saat Musim Hujan Tiba

2020-11-17

Merawat mobil saat musim hujan adalah keharusan. Melakukan hal tersebut sama dengan menyelamatkan mobil Sahabat dari kerusakan jangka panjang. Ada sejumlah cara yang bisa Sahabat lakukan saat henda