Logo Daihatsu
Menu

Pendakian: dari Sejarah hingga Rekor Dunia

Travel

2020-11-20

trekking / pendakian

Pendakian merupakan perjalanan yang dilakukan di tempat yang masih asri dengan memiliki ketinggian tertentu. Biasanya, pendakian dilakukan di bukit hingga gunung. Tujuan pendakian bermacam-macam, mulai dari hobi, berolahraga, hingga relaksasi setelah penat bekerja.

Memiliki bentuk geografis dengan banyak dataran tinggi, di Indonesia banyak kegiatan pendakian. Para pendaki akan berlomba untuk menaklukkan gunung-gunung di seluruh wilayah Indonesia, mulai dari Merapi, Slamet, hingga Rinjani. Medan pendakian tentu saja tidak mudah karena berkelok, penuh semak, dan tak jarang harus melewati hujan di pegunungan.

Sebenarnya, dari mana kegiatan pendakian ini berasal? Beberapa penjelasan berikut, bisa membantu Sahabat lebih mengenal kegiatan pendakian.

Sejarah Pendakian di Dunia

Pada abad 13 dan 14, masih banyak gunung yang tidak bisa dijamah oleh manusia, bahkan terisolasi. Hingga pada akhir abad ke-19, Antoine de Ville melakukan pendakian gunung pertama di dunia, tepatnya tahun 1492 di Mont Aiguille. Saat itu, ia diperintah oleh Charless VII, Perancis, untuk mengukur skala gunung yang belum terjamah manusia, yang kemudian dinamakan Mont Aiguille tersebut.

Dikarenakan saat itu wilayah gunung-gunung masih kental untuk urusan keagamaan dan penelitian meteorologi, Tim Antoine berharap bisa bertemu Dewa di puncak gunung. Namun, mereka hanya menemukan hamparan padang rumput luas. Sejak saat itu, kegiatan mendaki gunung seakan menjadi kegiatan favorit di kalangan masyarakat.

Hingga tahun 1852, kegiatan mendaki gunung merupakan aktivitas akademik. Pada ahli berlomba untuk mengukur ketinggian puncak-puncak gunung untuk diteliti. Mereka bahkan takjub ada puncak di Irian yang terletak di garis khatulistiwa, tetapi terdapat salju di sana. Pada tahun ini puncak Everest tercatat ketinggiannya, yaitu 8848 meter di atas permukaan laut dengan beberapa kali perubahan setelah dilakukan beberapa kali pendakian.

Dua tahun kemudian, kegiatan puncak gunung berubah tujuannya, dari penelitian akademik menjadi ajang olahraga. Hal ini digawangi oleh Alfred Wills yang meletakkan sebuah tanda di Pegunungan Alpen, yaitu di Puncak Wetterhorn, titik bahwa dialah yang menggawangi peristiwa bersejarah tersebut. Lalu tiga tahun kemudian, pada 1857 sebuah klum pendakian pertama dibentuk di Inggris bernama Alpine Club.

Sejarah Pendakian Gunung di Indonesia

Ketika di wilayah Eropa sudah mengenal pendakian gunung untuk urusan akademik pada akhir abad ke-14, di Indonesia baru dikukuhkan sebagai awal kegiatan pendakian pada pertengahan abad ke-20. Namun, sebenarnya pengenalan gunung dengan puncak bersalju di Irian sudah diketahui pada pertengahan abad ke-17.

Tahun 1964 tercatat sebagai terbentuknya kelompok pecinta alam di Indonesia yang dibentuk oleh mahasiswa, yaitu Mapala UI di Jakarta dan Wanadri di Bandung. Tahun tersebut juga berhasil ditaklukan Puncak Carstensz di Irian dengan ketinggian 4884 meter di atas permukaan laut oleh pendaki Jepang beserta 3 ABRI, yaitu Fred Athaboe, Sudarto, dan Suginin yang tergabung dalam Ekspedisi Cendrawasih.

Setelah tahun tersebut, banyak kegiatan pendakian yang dilakukan di gunung-gunung di Indonesia. Hingga kemudian, pada 1971, Mapala UI berhasil mencapai Puncak Jaya Wijaya yang dilakukan oleh anggota Mapala UI serta beberapa orang di luar kelompok.

Berita duka, pada 1987, terjadi kekacauan dalam kegiatan pendakian. Empat anggota kelompok Ekspedisi Aranyacala yang didirikan oleh Universitas Trisakti tewas dalam perjalanan menuju Puncak Jaya Wijaya. Hal tersebut dikarenakan ketika dalam perjalanan pendakian, sekelompok pengacau dari Irian menyerang mereka. Kabar lain juga datang dari Ekspedisi Wanadri yang gagal mencapai Puncak Vasuki Parbat di India.

Rekor Dunia dalam Pendakian Gunung

Tahun 1987 tercatat sebuah rekor dunia atas nama Jerzy Kukuczka, pria berkebangsaan Polandia tersebut mendaki 14 gunung tertinggi di dunia dalam 8 tahun. Sebuah hal menakjubkan karena telah menaklukkan 14 gunung dengan ketinggian 8.000 meter di atas permukaan laut. Namun, rekor tersebut telah ditumbangkan pada 2019 lalu oleh Nirmal Purja.

Nirmal Purja merupakan mantan marinir dari Inggris. Ia berhasil mencapai 14 puncak gunung tertinggi di dunia dalam kurun waktu 7 bulan. Ia memulainya pada 23 April hingga 29 Oktober. Pria berumur 36 tahun tersebut memulai karier pendakiannya pada 2012 dan berhasil menaklukkan Everest untuk pertama kali.

Berbeda dengan Nirmal Purja yang menaklukkan 14 puncak gunung tertinggi, Viridiana Alvarez Chavez hanya menaklukkan 3 puncak gunung tertinggi pada 2020, Agustus lalu. Namun, Chavez berhasil tercatat rekor dunia sebagai wanita pendaki tercepat dalam satu tahun. Chavez yang memang seorang Atlet tersebut berlatih sejak ia berusia 28 tahun dan akhirnya berhasil mencatatkan namanya di Guinness World Record pada usia 36 tahun. Perempuan asal Meksiko tersebut merebut rekor dari Go Misun, pendaki asal Korea Selatan, yang mendaki 3 gunung tertinggi dalam 2 tahun 2 hari pada 2007.

September 2020 lalu, atlet berkebangsaan Rusia, Yevgeny Makarov, berhasil memecahkan rekor dunia sebagai pendaki gunung tertinggi di Eropa, Gunung Elbrus, dengan ketinggian 5.642 meter di atas permukaan laut, dalam 3 jam 12 menit. Sebuah rekor yang menakjubkan yang sebelumnya dalam waktu 3 jam 23 menit oleh Andrzej Bargiel, atlet Polandia, pada Agustus 2010.

Rekor-rekor yang menakjubkan di dunia pendakian tentu saja akan terus diperbarui karena mendaki gunung terus eksis sebagai kegiatan yang layak dicoba oleh siapa pun. Muda-tua, pria-perempuan, semuanya bisa melakukan pendakian.

Persiapan Matang untuk Pendakian Gunung

Meskipun sekarang kegiatan pendakian gunung dilakukan oleh banyak orang, tetapi pendakian gunung tetap merupakan kegiatan yang tidak bisa dilakukan sembarangan. Banyak hal yang harus diperhatikan oleh pendaki, terutama tentang kesiapan fisik. Terlebih ketika gunung yang ditargetkan untuk didaki adalah gunung yang begitu tinggi dengan medan pendakian yang tidak mudah.

Seperti halnya insiden tewasnya pendaki dari Mapala UI yang tewas karena badai ketika mendaki Gunung Aconcagua, insiden lain juga bisa terjadi baik karena keadaan alam maupun kecerobohan pendaki. Maka, pendaki harus benar-benar mempersiapkan diri dengan matang demi keselamatan sebelum, ketika, hingga setelah pendakian.

Pendaki harus mempersiapkan fisik dengan matang. Pendakian gunung tidaklah sama dengan melakukan jalan di taman atau bahkan berkeliling tempat perbelanjaan. Rajin berolahraga untuk meningkatkan kekuatan fisik harus dilakukan demi ketahanan diri selama mendaki. Pelajari gunung yang akan didaki, seberapa bahasa medannya, cuaca yang terjadi di sana, hingga jarak pos yang disediakan di lokasi gunung.

Bekal harus diperhatikan. Makanan, minuman, hingga kebutuhan lain seperti baju. Jangan bawa terlalu banyak karena bisa membebankan diri selama pendakian. Memperhatikan tenda yang akan digunakan untuk camping di gunung juga perlu, usahakan bawa tenda dengan layer berlipat sehingga bisa tahan badai karena keadaan angin dan hujan tidak bisa diprediksi. Jangan lupa membawa obat pribadi sebagai upaya pencegahan ketika tubuh terasa tidak enak badan.

Bagaimana? Apakah kegiatan mendaki gunung merupakan kegiatan yang menarik untuk Sahabat? Jika iya, jangan sampai lupa untuk mempersiapkan fisik hingga mental ya walaupun sudah sering melakukan pendakian. Perhatikan juga anggota kelompok pendakian karena mendaki gunung merupakan kegiatan tim, tidak bisa dilakukan secara individualis.

Selamat mendaki gunung! Hormati alam supaya alam menghormatimu juga!

Penulis: Nisa Maulan Shofa


Tag

Travel

Share This

Tips Sahabat

thumbnail

Perbedaan Trekking dan Hiking: Ketahanan Fisik yang Terpenting

2020-11-20

Trekking dan hiking merupakan dua istilah dalam pendakian. Keduanya adalah kegiatan yang digemari oleh pecinta olahraga alam terbuka. Baik trekking maupun hiking memiliki kesamaan, yaitu kegiatan b

thumbnail

Awali Dengan Membaca Doa Perjalanan, Ini Manfaat dan Sunnah Bepergian

2020-10-28

Seberapa sering Sahabat bepergian dalam setahun? Apakah kamu tergolong individu yang sering melakukan perjalanan atau yang paling sering diam di rumah? Tahukah kamu

thumbnail

7 Tips Liburan ke Lembang yang Nyaman Bersama Keluarga

2020-12-15

Lembang merupakan salah satu kawasan favorit yang dikunjungi oleh wisatawan saat berkunjung ke Bandung. Seperti layaknya orang lebih mengenal Bali daripada Indonesia, se

thumbnail

Tidak Selalu Indah, Inilah 5 Fakta tentang Kehidupan di Korea Selatan Ini Terpotret dalam Drama

2021-04-21

Musik, drama, film, hingga budaya tradisional Korea Selatan seakan menjadi milik dunia saking banyaknya orang yang terus-menerus mengelu-elukan kehidupan di Negeri Ginse