Tips Sahabat

Yuk Mengintip Pengertian Safety Riding dan Cara Penerapannya

09 April 2025
pengertian safety riding adalah dan cara penerapannya

Angka kecelakaan lalu lintas tiap tahun terus mengalami peningkatan, yang menandakan bahwa pengendara masih banyak yang abai pentingnya menerapkan safety riding bagi keselamatan jiwanya serta pengendara lainnya. Untuk memahaminya lebih dalam, simak ulasan terkait pengertian safety riding adalah dan cara penerapannya berikut. 

Sekilas Tentang Safety Riding

Safety riding lekat dengan perilaku para pengendara yang harus memiliki tingkat keamanan tinggi baik untuk dirinya sendiri maupun orang lain.

Sayangnya masih banyak masyarakat yang abai terhadap keselamatan dan keamanannya sendiri, sehingga tidak mengherankan jika angka kecelakaan kian meningkat tanpa ditandai adanya penurunan. 

Penerapan dari safety riding sendiri telah diatur oleh UU Nomor 22 Tahun 2009 terkait dengan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, dan dibahas di pasal 203 ayat 2 huruf a. Dengan kata lain, penerapan safety riding sebenarnya merupakan program nasional yang tentu saja harus didukung penuh oleh para warga tanah air. 

Tidak hanya didukung semata, namun Anda wajib turut melaksanakan sesuai dengan peraturan yang ada demi terciptanya keamanan serta keselamatan selama melenggang di jalan raya. 

Namun tahukah Anda jika memahami pengertian safety riding adalah dan cara penerapannya saja tidaklah cukup.

Sebelum menerapkannya di lapangan, setidaknya ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan oleh setiap pengendara. 

Sebagaimana yang telah diatur UU No. 22 Tahun 2009, dapat diketahui bahwa pengendara harus melengkapi beberapa persyaratan standar. Kaca spion kendaraan harus berjumlah dua buah, serta lampu depan hingga klakson berfungsi. 

Sedangkan pada bagian kedua terkait dengan Persyaratan Teknis dan Laik Jalan Kendaraan Bermotor yang tercantum pada pasal 48 ayat 3 huruf f, bertuliskan bahwa pengendara harus melengkapi kelengkapan berkendara. 

Mulai dari STNK dan SIM yang masih aktif, serta plat nomor kendaraan di bagian belakang dan belakang. 

Menurut pasal 265 ayat 1 huruf a pada paragraf 1 yang membahas tentang Pemeriksaan Kendaraan Bermotor di Jalan, pengendara juga diwajibkan memakai perlengkapan safety riding demi meningkatkan keamanan. 

Beberapa perlengkapan safety riding terdiri dari helmet, jaket, celana, sepatu, sarung tangan, rompi pelindung dada, masker, serta knee protector dan elbow protector. 

Berdasarkan penjelasan singkat tersebut, dapat diketahui bahwa setiap pengendara kendaraan bermotor harus memahami betul pengertian safety riding adalah dan cara penerapannya. 

Setelah memahaminya, secara tidak langsung menumbuhkan rasa peduli terhadap keselamatan diri sendiri dan orang lain yang berada di sekitarnya. 

Baca Juga: Cara Mengenakan Sabuk Pengaman Mobil Yang Dengan Benar

Cara Menerapkan Safety Riding

Setidaknya ada beberapa cara menerapkan safety riding yang benar, salah satunya dengan mengenakan perlengkapan berkendara tanpa ada yang terlewatkan. 

Mulai dari mengenakan helm SNI, mengenakan jaket, sarung tangan, celana panjang, mengenakan sepatu, hingga membawa SIM kemanapun Anda pergi. 

Kelengkapan berkendara memang perlu diperhatikan, namun hal dasar dan terpenting sebagai seorang pengendara kendaraan bermotor adalah menguasai teknik berkendara demi menjaga keselamatan dan kenyamanan sesama pengguna jalan. Bukankah memahami pengertian safety riding adalah dan cara penerapannya penting dilakukan ? 

Menerapkan safety riding, adalah salah satu langkah antisipasi mengurangi resiko kecelakaan kendaraan. Selain menggunakan peralatan keselamatan pengendara, penting untuk mematuhi rambu lalu lintas. 

Bukan hanya demi Anda saja tetapi juga menjaga keselamatan bersama. Menerapkan cara berkendara yang benar, Anda telah ikut menurunkan angka kecelakaan yang kini masih tinggi. 

Baca Juga:  5 Pelanggaran Rambu Lalu Lintas yang Masih Sering Terjadi

Tips Sahabat Lainnya
jenis sim di indonesia dan syarat pembuatannya
Jenis SIM di Indonesia Serta Syarat dan Peruntukanya
Setiap pengendara kendaraan bermotor di Indonesia wajib memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) sesuai jenis kendaraan yang digunakan. SIM bukan hanya menjadi bukti legalitas berkendara, tetapi juga menun
SIM A Untuk Pengendara Apa
SIM A Untuk Pengendara Apa? Ini Jenis Kendaraan yang Boleh Dikemudikan
SIM A adalah jenis Surat Izin Mengemudi yang diperuntukan bagi pengendara kendaraan roda empat berupa mobil penumpang maupun mobil barang perseorangan dengan total berat kendaraan tidak melebihi 3.500
Oli Mesin, Gardan, dan Transmisi Daihatsu Gran Max
Rekomendasi Oli Mesin, Gardan, dan Transmisi Daihatsu Gran Max
Memilih oli yang tepat untuk Daihatsu Gran Max sangat penting agar performa kendaraan tetap optimal, baik untuk kebutuhan harian maupun operasional bisnis.Daihatsu Gran max terdiri dari dua jenis yait
Oli untuk Daihatsu Sigra
Oli untuk Daihatsu Sigra dan Kapasitasnya untuk Perawatan Mesin Optimal
Menjaga performa mesin tetap prima adalah hal penting bagi pemilik Daihatsu Sigra. Salah satu kunci utamanya adalah penggunaan oli mesin yang tepat, baik dari segi jenis, kekentalan, maupun kapasitas.
Semua Hak Dilindungi Undang-Undang @Hak Cipta 2026 PT Astra Daihatsu Motor | Daihatsu Sahabatku
Kebijakan Privasi
Hubungi Kami