8 Ciri Alternator Mobil Bermasalah
Pada dasarnya untuk membangkitkan mesin pada mobil ada tiga bagian. Alternator mobil termasuk bagian yang harus diperhatikan. Pasalnya, kebanyakan orang hanya memperdulikan aki.
Alternator adalah konverter energi yang berfungsi untuk mengubah energi mekanik (putaran mesin) yang dihasilkan oleh motor altenator menjadi energi listrik. Energi listrik dari altenator tersebut dapat mengisi ulang baterai serta memberi daya pada sistem kelistrikan mobil lainnya.
Seperti yang sudah diketahui bahwa mobil merupakan konsep dari berbagai bagian mesin. Alternator tersusun atas spesifikasi pendukung. Tugas yang harus dipahami pemilik mobil adalah bagaimana cara melakukan perawatan. Sebab, bagaimanapun komponen mesin lebih cepat rusak. Kondisi ini yang kemudian membuat Sahabat harus memperhatikan jangka service.
Apalagi hal ini juga berkaitan erat dengan keselamatan pengendara. Memang, perawatan mobil tentu membutuhkan anggaran tambahan. Namun, bukankah seharusnya anggaran itu sudah Sahabat siapkan sebagai bentuk konsekuensi karena membeli mobil?
Berikut ini tanda dari kerusakan alternator mobil :
1. Bau terbakar
Alternator mobil adalah salah satu bagian dari pembangkit listrik pada mesin mobil. Ia memiliki kaitan erat dengan berjalan atau tidaknya aki. Inilah alasan mengapa saat bagian aki tidak mau bekerja maksimal. Langkah yang harus diperhatikan ialah melihat bagian dinamo ampere.
Pada intinya alternator berfungsi dalam proses pengisian setrum aki saat bekerja. Sampai di sini terlihat bagaimana ia termasuk komponen krusial yang membuat Sahabat dapat menikmati mobil dengan performa nyaman serta aman.
Nah, untuk ciri kerusakannya yang pertama ditandai oleh bau terbakar dari bagian mesin mobil. Hal ini bisa terjadi karena beberapa faktor. Misalnya saja, kerja mesin yang terlalu berat. Sedangkan aki tidak mau bekerja sesuai perintah.
2. Timbul suara
Tanda berikutnya ialah timbul suara decitan. Pengendara mobil pasti sudah paham bahwa masalah pada mesin selalu menimbulkan ketidaknyamanan. Apalagi saat mulai timbul decitan yang berasal dari mesin mobil. Sama seperti pada mesin kendaraan lain. Dimana decitan seringkali diakibatkan oleh terpelintirnya komponen tertentu.
Kondisi tersebut semakin buruk apabila alternator tidak menunjukkan kerja yang bagus. Sehingga ada baiknya ketika mulai terdengar decitan. Sahabat langsung bergegas ke bengkel mobil terdekat. Bagaimanapun keadaan yang membahayakan pengendara kerap diakibatkan oleh bagian mesin yang tidak mau bekerja dengan baik.
3. Redupnya lampu sorot
Tidak selamanya lampu sorot menjadi indikator dari kerusakan dari alternator. Namun, ia mampu jadi salah satu peringatan kecil. Pengendara harus benar-benar memastikan sekecil apapun kerusakan yang terjadi pada mobil. Bagaimanapun komponen tiap mobil saling terkait.
Sahabat tidak boleh mengabaikannya karena hal ini berkaitan erat dengan keselamatan pengendara serta menumpang. Jangan sampai karena tidak menghiraukan tanda tersebut menjadikan kerusakan mesin makin parah. Tentu hal ini akan memberikan dampak yang kurang baik pada kendaraan, salah-salah kerusakan mobil akan merembet ke bagian yang lainnya.
4. Lampu indikator menyala
Sedangkan untuk ciri yang lebih spesifik juga akan muncul. Ketika lampu indikator pada bagian dashboard menyala. Indikator ini langsung merujuk pada kondisi alternator. Setelah dinilai tidak mampu memperbaikinya sendiri. Ada baiknya Sahabat langsung menuju ke bengkel mobil terdekat.
Pilih juga bengkel yang cukup besar. Hal ini untuk mengurangi risiko salah prediksi. Sebab, sering kali kerusakan pada alternator dianggap karena kerusakan pada aki. Inilah yang membuat bengkel bukan memperbaiki kondisi alternator namun malah mengganti aki. Tentu saja hal ini menjadi langkah yang sangat keliru.
5. Kondisi baterai
Beberapa sumber menyatakan bahwa kerusakan sistem kerja pada dinamo ampere akan langsung berdampak pada kondisi baterai. Poin yang kemudian perlu dibedakan adalah bagaimana membedakan kerusakan pada baterai dengan gagalnya sistem alternator. Langkah sederhana yang dapat dilakukan ialah menyalakan kendaraan serta perhatikan kondisi jumper baterai.
Selanjutnya lepas kabel yang terhubung pada jumper. Apabila kendaraan masih dalam keadaan hidup. Masalah terjadi pada baterai. Sedangkan ketika dicabut perlahan mobil Sahabat mati. Maka, prediksi kerusakan alternator benar adanya.
6. Periksa koneksi
Sebelum membawa mobil ke bengkel, ada baiknya Sahabat memeriksa masalah pada koneksi. Sistem yang pasti terkait ialah baterai dan alternator itu sendiri. Apabila sambungan kabel terjadi pengelupasan maka Sahabat harus fokus pada kabel tersebut. Nah, kalau kondisi koneksi baik-baik saja. Kemungkinan kerusakan dinamo ampere kian besar. Tentu saja itu bukan sesuatu yang membahayakan. Namun, akan menjadi hal yang membahayakan apabila Sahabat mengabaikannya.
7. Tidak berfungsinya aki
Seperti yang sudah dijelaskan bahwa alternator termasuk bagian dari pembangkit listrik yang langsung menghubung pada aki. Ketika ia bermasalah tentu saja elemen yang paling terkena dampak adalah aki itu sendiri. Masalah yang sering terjadi adalah prediksi yang kurang tepat.
Kegagalan fungsi dinamo ampere kerap dibilang karena kerusakan aki. Sehingga penggantian aki dilakukan. Kondisi ini tentu membuat aki tetap tidak bisa berfungsi secara maksimal. Jadi, lebih baik Sahabat mengamati indikator lain untuk memastikan bahwa alternator perlu mendapat perawatan lebih.
8. Kelebihan pasokan listrik
Tanda lain yang membuat alternator rusak ialah pasokan dari listrik terlalu berlebih. Banyak sumber menyatakan bahwa tegangan yang harus diterima tidak boleh melebihi 15 volt. Ketika hal ini terus terjadi kemungkinan besar dinamo ampere rusak kian besar. Alternator mobil lemah tentu saja bukan menjadi hal yang harus dibiarkan begitu saja, namun harus segera diperbaiki karena dapat membahayakan pengendara.
Jadi, mulai sekarang perhatikan mobil yang Sahabat gunakan sehari-hari dengan baik. Jangan lupa lakukan perawatan mesin secara berkala. Bagaimanapun alternator mobil termasuk komponen penting untuk mesin.
Baca juga : Sebagai Tanda Bahaya, Kenali Komponen Lampu Hazard
Berikut cara merawat alternator mobil agar awet dan tidak cepat rusak:
-
Cek kondisi aki secara rutin
Aki yang lemah bikin alternator bekerja lebih berat karena harus terus mengisi. -
Periksa V-belt / fan belt (belt alternator)
Pastikan tidak kendor, retak, atau aus. Belt yang selip bisa bikin pengisian tidak maksimal. -
Jaga kebersihan alternator
Hindari alternator terkena air berlebih, lumpur, atau oli karena bisa merusak komponen dalamnya. -
Pastikan kabel dan konektor aman
Cek kabel alternator, soket, dan massa (ground) supaya tidak kendor, berkarat, atau putus. -
Hindari menambah aksesori listrik berlebihan
Lampu tambahan, audio besar, atau perangkat lain bisa membebani alternator jika tidak sesuai kapasitas. -
Dengarkan tanda awal kerusakan
Misalnya bunyi berdecit, lampu indikator aki menyala, atau lampu redup segera cek sebelum tambah parah.
Itulah Sahabat pembahasan mengenai altenator pada mobil, pastikan Sahabat melakukan service berkala di bengkel resmi Daihatsu agar performa mobil selalu terjaga.