Logo Daihatsu

Tips Sahabat

Bagikan
6 Cara Mengatasi Mabuk Perjalanan, Dijamin Ampuh 100%!
16 Januari 2021
cara mengatasi mabuk perjalanan

Apakah sahabat memiliki masalah mabuk perjalanan? Jika iya, mari simak cara mengatasi mabuk perjalanan pada saat naik mobil maupun bus AC.

Melakukan perjalanan mungkin menjadi yang tidak bisa dihindari oleh seseorang, baik untuk urusan pekerjaan hingga liburan.

Namun, mabuk perjalanan membuat seseorang merasa tidak nyaman dalam melakukan perjalanan. Karena itulah, respons orang dalam menghadapi mabuk perjalanan juga bermacam-macam.

Nah, cara agar tidak mabuk perjalanan di mobil AC ataupun angkutan umum seperti bus AC bisa kalian simak dibawah ini!

Cara Mengatasi Mabuk Perjalanan Tanpa Obat

Dengan beberapa kondisi tubuh yang berbeda, respons saat seseorang sedang merasa mabuk di perjalanan sebenarnya bisa dicegah.

Hal ini bisa dilakukan dengan beberapa hal mudah sebelum masuk ke dalam kendaraan. Yuk, simak beberapa cara agar tidak mabuk perjalanan selamanya berikut :

1. Menghindari Konsumsi Makanan Berat

Cara mengatasi mabuk perjalanan mobil atau bus yaitu menghindari mengkonsumsi makanan berat. Makanan berat seperti masakan berminyak, nasi, atau daging sebaiknya tidak dikonsumsi sebelum melakukan perjalanan.

Proses mencerna makanan yang lebih lama membuat fungsi organ tubuh akan terganggu karena makanan jadi lebih lambat dicerna. Jika baru makan makanan berat, jangan langsung berangkat agar makanan bisa tercerna dulu.

Sebagai alternatif, konsumsi camilan masih diperbolehkan, terutama jenis camilan biskuit, makanan asin, roti, kacang-kacangan, apel, dan pisang.

Beberapa camilan yang mudah dicerna bisa tetap menjaga perut tetap kenyang meski sedang dalam perjalanan.

Baca Juga : Tips Mengendarai Mobil Agar Penumpang Tidak Mual Selama di Perjalanan

2. Memilih Posisi Duduk Minim Guncangan

Bagaimana cara agar kita tidak mabuk saat naik mobil dan angkutan umum? Yaitu dengan memilih posisi duduk yang tepat. Sahabat sebaiknya memilih posisi duduk sesuai dengan jenis kendaraan.

Berikut ini posisi duduk yang disarankan untuk meminimalisasi terjadinya mabuk perjalanan :

  • Kursi mobil paling depan atau sebelah jendela
  • Kursi yang menghadap ke arah laju kendaraan, bukan membelakangi
  • Kabin kapal laut di bagian depan atau tengah kapal
  • Tempat duduk dekat sayap atau dekat jendela pesawat terbang

3. Jauhi Aroma-Aroma yang Menyengat

Apa yang dilakukan ketika mabuk perjalanan? Jika menggunakan transportasi umum, hindari area yang memiliki aroma khas. Bukan hanya kamar mandi, sahabat juga sebaiknya menghindari area kafetaria, ruang mesin, dan area lain yang memiliki aroma khas dan menyengat.

4. Istirahat Cukup Sebelum Berangkat

Cara mengatasi mabuk perjalanan pada saat naik bus AC atau mobil, Sahabat juga harus memastikan bahwa tubuh berada di dalam kondisi yang prima sebelum berangkat.

Bukan hanya tidur dan istirahat yang cukup, sahabat juga sebaiknya mengistirahatkan penglihatan sebelum naik kendaraan dan selama perjalanan. Beristirahat di tengah perjalanan juga sangat disarankan untuk dapat menyeimbangkan fungsi koordinasi organ tubuh.

Sahabat bisa berhenti sejenak atau membuka jendela saat macet untuk mendapatkan udara segar dan sirkulasi udara yang lebih baik.

5. Konsumsi Lebih Banyak Cairan

Mungkin banyak yang bertanya-tanya, kita harus minum apa agar tidak mabuk perjalanan? Sebenarnya hanya dianjurkan untuk minum yang banyak saja. Dengan banyak minum dan konsumsi serat akan baik untuk mengoptimalkan kondisi tubuh sebelum bepergian.

Oksigen akan menyebar ke seluruh sel dan jaringan tubuh sehingga fungsi organ tetap seimbang dan tidak akan merespons buruk saat mengalami guncangan kendaraan.

6. Mengatur Jarak Pandang

Cara mengatasi mabuk perjalanan yaitu dengan mengatur jarak pandang Anda. Arah penglihatan seseorang saat berada di dalam perjalanan akan berbeda dengan arah yang dirasakan otot dan sendi.

Hal ini membuat fungsi otak terganggu sehingga sahabat perlu mengatur jarak pandang untuk menyesuaikan koordinasi tubuh dan persendian.

Jika mulai merasa mual di tengah perjalanan, fokuskan penglihatan pada satu titik yang jaraknya jauh sambil mengatur napas.

Baca Juga : Tips Berkendara Perjalanan Jauh Dengan Anak-Anak

Penyebab Mabuk Perjalanan

Saat melakukan perjalanan, tentu ada perbedaan situasi yang dirasakan selama berada di dalam kendaraan. Hal inilah yang sering kali membuat rasa tidak nyaman muncul sebagai respons dari kondisi tubuh seseorang. Jadi, rasa mual atau mabuk perjalanan itu wajar.

Sayangnya, rasa tidak nyaman mungkin semakin terasa berat jika terlalu sering terjadi. Karena itu, ada baiknya sahabat juga mengetahui segala hal terkait gejala mabuk yang sering muncul. Nah, mabuk perjalanan bisa dipicu oleh beberapa kondisi berikut ini.

1. Kekurangan Oksigen

Perubahan sirkulasi udara yang biasanya terjadi di dalam kendaraan akan membuat sel dan jaringan di dalam tubuh kekurangan oksigen.

Hal ini bisa menyebabkan beberapa bagian tubuh tidak dapat berfungsi normal sehingga muncul gejala mual, pusing, dan sebagainya.

2. Guncangan dan Ketidakstabilan

Mabuk perjalanan adalah hal yang tidak bisa dihindarkan ketika kondisi tubuh merespons kondisi tidak normal akibat terjadinya guncangan.

Hal ini juga dikenal dengan motion sickness yaitu sinyal campuran yang dirasakan saat penglihatan dan pendengaran seseorang berubah, tapi tubuh tetap berada di posisi duduk yang sama.

3. Perubahan Tekanan Udara

Biasanya, kecepatan laju kendaraan juga membuat tekanan udara ikut berubah dengan cepat. Hal ini sering ikut berpengaruh pada saluran eustachius yang terbuka sebentar dan menimbulkan sensasi telinga tersumbat atau rasa pusing yang muncul beberapa saat.

5. Memiliki Migrain Karena Kondisi Genetik

Meski belum terbukti secara ilmiah, beberapa penelitian sempat menemukan adanya varian genetik yang sama antara penderita migrain dan mabuk perjalanan. Oleh karena itu, mabuk perjalanan disinyalir dapat disebabkan karena ada kondisi genetik yang mempengaruhinya.

6. Perubahan hormonal

Pada beberapa kondisi hormonal seperti menstruasi dan hamil, biasanya ada perubahan hormon yang biasanya juga ikut terjadi pada seseorang. Hal ini tentunya akan berdampak pada kondisi tubuh yang merespons perjalanan, terutama perjalanan jarak jauh.

Obat Anti Mabuk Perjalanan yang Ampuh

Apakah mabuk perjalanan bisa hilang sendiri? Ya, sebenarnya bisa jika kita membiasakan diri. Namun jika Anda kesulitan untuk menghilangkannya, bisa menggunakan obat anti mabuk perjalanan.

Ada beberapa jenis obat anti mabuk perjalanan yang ampuh dan diperbolehkan untuk dikonsumsi untuk mengurangi rasa mabuk perjalanan jika gejalanya sudah kian memburuk.

Namun, konsumsi obat anti mabuk bisa saja mengatasi masalah mual atau pusing yang sahabat alami, tapi beberapa di antaranya juga menyebabkan kantuk. Jika sahabat harus menyetir, sebaiknya jangan konsumsi obat-obatan yang efek sampingnya membuat kantuk.

Selalu baca terlebih dahulu efek samping obat-obatan sebelum mengonsumsinya. Berikut ini daftar obat-obatan yang bisa sahabat konsumsi untuk mengatasi mabuk perjalanan.

1. Antihistamin

Obat mabuk perjalanan untuk dewasa ini terbagi atas beberapa jenis seperti cyclizine, dimenhydrinate, diphenhydramine, dan meclizine. Biasanya, obat-obatan ini digunakan untuk mengobati reaksi alergi dengan gejala pilek, mata berair, sakit tenggorokan, atau hidung gatal.

2. Hyoscine atau scopolamine

Nah, obat mabuk perjalanan yang satu ini mungkin paling cocok dikonsumsi untuk dapat meredakan kram perut. Obat antispasmodik ini tersedia dalam bentuk tablet dan suntik. Namun, sahabat cukup konsumsi yang bentuknya tablet saja untuk menghilangkan mual saat mabuk perjalanan.

3. Antidopaminergik

Jenis obat ini biasa digunakan untuk mengurangi keluhan mual akibat vertigo. Oleh karena itu, sahabat bisa mengonsumsi jenis obat ini agar merasa lebih baik saat gejala mabuk perjalanan kian memburuk.

Obat lain, seperti ephedrine, alprazolam, diazepam, prochlorperazine, dan ondansetron juga bisa diperoleh tanpa menggunakan resep dokter. Namun, ada baiknya jenis obat-obatan ini dikonsumsi 1 – 2 jam sebelum perjalanan, ya.

Sementara itu, ada beberapa obat lain seperti domperidone, metoclopramide, dan ondansetron yang juga bisa dipakai untuk mengatasi mabuk perjalanan, tapi harus dikonsumsi berdasarkan resep dokter.

Jadi, itulah beberapa cara mengatasi mabuk perjalanan yang bisa Anda praktekkan. Jika cara-cara pencegahan tidak efektif untuk mengatasi mabuk yang sahabat alami, selalu sediakan obat yang aman untuk dikonsumsi sehingga perjalanan jadi lebih aman dan nyaman. Agar lebih aman, sahabat juga bisa konsultasi dulu dengan dokter, ya!

Penulis : Rizkita Darajat

Tips Sahabat Lainnya
Perbedaan Mesin Diesel dan Mesin Bensin
Perbedaan Mesin Diesel dan Mesin Bensin
Zaman terus bergulir dan perkembangan di dunia otomotif terus melaju. Beberapa dekade ke depan, perdebatan antara perbedaan mesin diesel dan mesin bensin akan dikalahkan dengan tren baru yang akan mun
Penyebab Rusaknya Power Steering Mobil
Penyebab Rusaknya Power Steering Mobil
Bagi pecinta mobil tentu tak asing dengan istilah power steering. Power steering yang notabene merupakan teknologi yang sudah diaplikasikan di mobil terbaru memiliki segudang manfaat. Ada banyak sekal
AC Mobil Serta Cara Kerjanya
AC Mobil Serta Cara Kerjanya
AC Mobil yang menjadi solusi saat berada di cuaca di Ibu Kota yang sangat terik. Indonesia merupakan negara tropis dengan suhu udara yang cukup panas terlebih saat musim kemarau tiba. Di saat seperti
Adab Bepergian, Membaca Doa Naik Kendaraan Darat
Adab Bepergian, Membaca Doa Naik Kendaraan Darat
Apa yang Sahabat lakukan ketika hendak bepergian? Banyak orang yang akan menjawabnya dengan jawaban membaca doa. Namun tahukah kamu, selain membaca doa perjalanan atau doa naik kendaraan darat, m

Booking Servis Melalui Aplikasi DaihatsuKu

Dapatkan penawaran menarik untuk layanan perawatan berkala pada kendaraan Anda

Logo PlaystoreLogo Appstore
Mockup Aplikasi DaihatsuKu
Semua Hak Dilindungi Undang-Undang@ Hak Cipta 2024 PT Astra Daihatsu Motor | Daihatsu Sahabatku