Logo Daihatsu
Menu

Tarif Pajak Progresif Terbaru 2023 Jenis & Contohnya

Otomotif

2023-04-03

Tarif Pajak Progresif Terbaru 2023 Jenis & Contohnya

Mengetahui besaran tarif pajak progresif terbaru 2023 sangat penting, terutama untuk Anda yang sedang ingin menambah kendaraan baru. Dengan begitu Anda bisa menghitung dan mengatur keuangan Anda dengan bijak. Untuk selengkapnya, perhatikan ulasan berikut ini.

Sekilas Mengenai Tarif Pajak Progresif

Tarif pajak progresif adalah tarif pajak yang wajib dibayarkan oleh setiap masyarakat Indonesia. Terutama wajib pajak secara personal ataupun sebagai pemilik kendaraan bermotor. Persentase tarif pajak tersebut bergantung kepada jumlah kendaraan bermotor yang dibeli atau dimiliki seseorang. Semakin banyak jumlah kendaraan bermotor yang di koleksi semakin besar pula tarif pajak yang dikenakan. 

Jenis-Jenis Tarif Pajak Progresif beserta Contohnya

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa tarif pajak progresif tidak hanya berlaku untuk pemilik kendaraan bermotor saja. Agar Anda lebih memahaminya, yuk kenali jenis-jenis tarif pajak progresif  berikut ini.

1. Tarif pajak progresif-progresif

Jenis pertama, ada tarif pajak progresif-progresif yang biasanya diterapkan untuk menghitung pajak penghasilan secara personal. Persentase tarif pajak yang dikenakan berbanding lurus dengan besarnya objek pajak. Berikut perhitungannya.

  • Seseorang yang penghasilannya mencapai Rp50 juta maka wajib membayar tarif pajak sebesar 5% yaitu Rp2.500.000.
  • Seseorang yang penghasilannya mencapai Rp50 juta hingga Rp250 juta maka wajib membayar tarif pajak sebesar 15% yaitu sekitar Rp7.500.000 hingga Rp37.500.000.
  • Seseorang yang penghasilannya mencapai Rp250 juta hingga Rp500 juta wajib membayar tarif sebesar Rp25% yaitu sekitar Rp62.500.000 hingga Rp125.000.000.
  • Seseorang yang penghasilannya Rp500 juta di atas maka wajib membayarkan tarif pajak sebesar 30% atau sekitar Rp150.000.000.

Baca Juga : Pajak Mobil Mewah di Indonesia 2023, Tarif & Perhitungannya

2. Tarif pajak progresif proporsional

Jenis tarif pajak ini akan mengalami kenaikan pajak secara tetap, contohnya seperti bea materai yang sebelumnya materai Rp6.000 menjadi materai Rp10.000.

3. Tarif pajak degresif

Jenis selanjutnya, ada tarif pajak degresif. Tarif pajak ini semakin lama semakin turun dari objek pajaknya. Contohnya, misal Anda memiliki kendaraan bermotor dengan tahun keluaran lama (misal tahun 80-an). Maka besaran tarif pajak yang dibayarkan berbeda dengan tarif pajak kendaraan bermotor keluaran tahun terbaru.

Cara Menghitung Tarif Pajak Progresif Mobil

Setelah Anda mengetahui beberapa jenis tarif pajak progresif, Anda perlu mengetahui cara menghitungnya. Agar Anda tidak bingung, mari perhatikan implementasi perhitungan tarif pajak progresif pada mobil berikut.

Contoh besaran persentase kenaikan pajak progresif di wilayah DKI Jakarta berdasarkan penambahan kendaraan bermotor yang dimiliki.

  • Kendaraan pertama sebesar 2%
  • Kendaraan kedua sebesar 2,5%
  • Kendaraan ketiga sebesar 3%
  • Kendaraan keempat sebesar 3,5%
  • Kendaraan kelima sebesar 4% dan seterusnya

Setelah Anda mengetahui persentase kenaikan pajak progresif tersebut, baru Anda lakukan penghitungan nilai jual kendaraan bermotor atau NJKB. Bagi Anda yang bingung bagaimana cara menghitungnya Anda perhatikan cara berikut.

Contoh: 

Rumus: NJKB = (PKB:2) x 100

Misal PKB di STNK mobil Anda Rp2.000.000 maka besaran NJKB Anda, Rp100 juta. Hasil tersebut diambil dari perhitungan berikut NJKB = (2.000.000 : 2) x 100 = Rp100.000.000.

Misal, Anda memiliki dua mobil Daihatsu dengan tipe dan keluaran tahun yang sama. Maka untuk melakukan perhitungan pajak progresif, Anda perlu menggunakan rumus berikut NJKB x persentase. 

Contoh:

Pajak mobil pertama mobil Anda

PKB = (Rp100.000.000 x 2%) = Rp2.000.000.

SWDKLLJ = Rp200.000

Total = Rp2.200.000.

Pajak progresif untuk mobil kedua

PKB = (Rp100.000.000 x 2,5%) = Rp2.500.000

SWDKLLJ =Rp200.000

Total = Rp2.700.000

Jadi, jika Anda memiliki dua unit mobil, maka tarif pajak progresif yang wajib Anda bayarkan sebesar Rp4.900.000.

Bagaimana, cukup mudah bukan cara menghitungnya? 


Tag

Otomotif

Share This

Tips Sahabat

thumbnail

Apa Kegunaan Oli Shock Absorber? Ini Jenis & Ciri Kerusakannya

2022-12-05

Pada pembahasan kali ini akan dibahas mengenai apa kegunaan dari oli shock absorber. Jika anda pernah melewati jalanan berlubang dan tidak rata saat mengendarai sebu

thumbnail

4 Cara Mengemudi Mobil Dengan Tenang Yang Bisa Anda Terapkan

2020-11-13

Saat pertama kali belajar berkendara mobil, kemungkinan ada perasaan grogi dan takut ketika mencoba mengoperasikan mesinnya. Namun, Anda bisa mencoba beberapa cara menge

thumbnail

Apa itu ECM (Engine Control Module) Pada Mobil? Ini Fungsinya

2023-09-29

Perkembangan teknologi di bidang otomotif, khususnya mobil sangat berkembang pesat. Beberapa tahun terakhir ini, mobil-mobil di pasaran sudah dilengkapi dengan fitur

thumbnail

Fungsi Gigi 1 2 3 4 5 Mobil Manual & Perbedaannya

2022-08-22

Harus diakui, menyetir kendaraan yang menggunakan transmisi manual memang tidak mudah untuk semua orang. Lebih-lebih jika Anda merupakan pemula yang sekarang baru belajar mengemudi. Tentu butuh lat